Jumat, 25 Desember 2009

Cara Menilai Portofolio Siswa

Portofolio siswa terdiri atas sekumpulan hasil karya murid yang sistematis dan terorganisasi, yang menunjukkan keahlian dan prestasi murid. Sebuah portofolio adalah sekumpulan hasil kerja yang berguna untuk memberi tahu kita tentang kemajuan dan prestasi siswa.

Portofolio lebih dari sekadar kompilasi paper murid yang ditumpuk di map atau kumpulan catatan. Agar bisa disebut portofolio, setiap hasil kerja atau karya haris dibuat dan ditata sedemikian rupa sehingga menunjukkan kemajuan dan mengarah pada satu tujuan.

Portofolio bisa mencakup karya seni, komentar guru, poster, wawancara, puisi, hasil ujian, solusi problem, catatan komunikasi dengan bahasa asing, penilaian diri, dan prestasi-prestasi lain. Portofolio dapat dikumpulkan pada kertas map, foto, rekaman, video, CD, disket atau hard disk komputer.

Pakar penilaian Joan Herman (1996) mengatakan bahwa penilaian portofolio semakin popelar lantaran merupakan cara alami untuk mengintegrasikan instruksi dan penilaian. Empat kelompok bukti yang bisa diletakkan dalam portofolio adalah artifak, reproduksi, kesaksian atau pengesahan karya, dan produksi.

1. Artifak adalah dokumen atau produk seperti paper dan pekerjaan rumah siswa yang dihasilkan selama masa akademik normal di kelas.
2. Reproduksi adalah dokumentasi kerja murid di luar kelas, seperti proyek spesial atau wawancara. Misalnya, deskripsi murid tentang wawancara dengan ilmuwan lokal atau tokoh tentang kerja sang ilmuwan.
3. Pengesahan karya atau kesaksian, merepresentasikan dokumentasi kemajuan murid yang dibuat guru atau orang berwenang lainnya. Misalnya, guru menulis catatan evaluasi tentang presentasi lisan siswa dan menempatkannya di portofolio murid.
4. Produksi terdiri atas tiga tipe material, yakni pernyataan tujuan, refleksi, dan caption. Murid membuat pernyataan tujuan tentang kerja mereka dan mendeskripsikan kemajuannya dan membuat caption yang mendeskripsikan setiap hasil kerja mereka dalam portofolio beserta arti pentingnya.

Bagaimana menilai portofolio ? memang dibutuhkan cukup waktu untuk menilai portofolio. Guru harus mengevaluasi bukan hanya setiap item tetapi juga portofolio secara keseluruhan. Bila tujuan portofolio adalah memberi informasi deskriptif tentang murid untuk guru level selanjutnya, portofolio itu tidak perlu diberi nilai atau diringkas.

Namun jika tujuannya adalah untuk mendiagnosis, memperbaiki, memberi data untuk instruksi yang efektif, memotivasi murid untuk merefleksikan kinerja mereka, atau memberi nilai (grade) kepada murid, penilaian dan ringkasan harus dilakukan.

Sumber : Jawa Pos

0 komentar:

Poskan Komentar