Rabu, 05 Februari 2014

Alat Deteksi Banjir

Memasuki awal tahun 2014 kita dikejutkan oleh berbagai berita banjir yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Bahkan banjir telah berhasil mengepung jalanan di ibukota dan melumpuhkan pereknomian. Banjir telah meluas, di daerah seperti Kudus, Pati, dan sepanjang jalan Pantura telah lumpuh oleh Banjir. Bahkan yang bikin prihatin adanya berita banjir banding yang melanda daerah di Menado.

Apapun penyebabnya, banjir sering kali merepotkan kita, terlebih jika banjir datang secara tiba-tiba yang biasa disebut banjir banding atau pada tengah malam pada saat kita sedang terlelap tidur. Ketika kita terbangun, air sudah menggenangi lantai rumah, bahkan hampir setinggi tempat tidur.

Agar tidak terjadi hal yang demikian, kita perlu sebuah alat yang dapat memberikan peringatan secara dini, seperti pada percobaan berikut ini yang saya petik dari bukunya Drs. Ahmad Syaifudin dengan judul Laboratorium Disekitar Kita, kita akan  membuat alat deteksi banjir.

Alat dan Bahan :

  •     Bel listrik
  •     3 buah baterai
  •     2 buah buku
  •     GabusKabel (sesuai kebutuhan)
  •     Pipa paralon diameter 1 inci, panjang 1 m, atau sesuai kebutuhan
  •     Pisau
  •     Kayu / papan

Langkah – langkah :
  1. Buatlah lubang panjang pada paralon
  2. Buatlah 2 buah gabus yang seukuran dengan diameter paralon. Tancapkan masing-masing 1 buah paku pada tengah-tengah gabus.
  3. Ikatkan ujung kabel pada masing-masing kepala paku yang mudah ditancapkan pada gabus.
     Masukkan kedua gabus pada paralon, dengan posisi kepala paku menghadap ke bawah pada gabus bagian atas dan atau posisi ketinggian yang diinginkan lalu rekatkan agar posisi gabus tidak berubah. Sedangkan gabus bagian bawah, kepala paku menghadap ke atas dan pastikan gabus agak longgar sehingga bisa turun naik.
  4. Susun semua alat yang telah ada. (lihat gambar)
  5. Rekatkan paralon yang sudah terangkai pada papan atau kayu, tempatkan tegak berdiri di halaman rumah atau tempat yang rawan banjir.
  6. Pada rangkaian alat tersebut, jika terjadi banjir gabus bagian bawah akan naik mengikuti ketinggian air dan kutub negative baterai yang dihubungkan dengan paku pada gabus akan menempel pada kutub positif baterai yang mengakibatkan arus listrik dari baterai mengalir dan bel akan berdering.

 Demikianlah cara membuat alat pendeteksi banjir, silahkan mencoba dan semoga bermanfaat



0 komentar:

Posting Komentar