Jumat, 01 Juni 2012

Children Learn What They Live


Children Learn What They Live 
(Anak-anak belajar bagaimana mereka dibesarkan)
By Dorothy Law Nolte, Ph.D.

If children live with criticism, they learn to condemn.
Jika anak-anak dibesarkan dengan celaan, mereka belajar memaki.


If children live with hostility, they learn to fight.
Jika anak-anak dibesarkan dengan permusuhan, mereka belajar berkelahi.


If children live with fear, they learn to be apprehensive.
Jika anak-anak dibesarkan dengan ketakutan, mereka belajar gelisah.

If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
Jika anak-anak dibesarkan dengan rasa iba, mereka belajar menyesali diri
 
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
Jika anak-anak dibesarkan dengan olok-olok, mereka belajar rendah diri
 
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
Jika anak-anak dibesarkan dengan iri hati, mereka belajar kedengkian.

If children live with shame, they learn to feel guilty.
Jika anak-anak dibesarkan dengan dipermalukan, mereka belajar merasa bersalah.

If children live with encouragement, they learn confidence.
Jika anak-anak dibesarkan dengan motivasi, mereka belajar percaya diri


If children live with tolerance, they learn patience.
Jika anak-anak dibesarkan dengan toleransi, mereka belajar menahan diri
 
If children live with praise, they learn appreciation.
Jika anak-anak dibesarkan dengan pujian, mereka belajar menghargai

If children live with acceptance, they learn to love.
Jika anak-anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka belajar mencintai.

If children live with approval, they learn to like themselves.
 Jika anak-anak dibesarkan dengan dukungan, mereka belajar menyenangi diri.

If children live with sharing, they learn generosity.
Jika anak-anak dibesarkan dengan rasa berbagi, mereka belajar kedermawanan.

If children live with honesty, they learn truthfulness.
Jika anak-anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka belajar kebenaran.

If children live with fairness, they learn justice.
Jika anak-anak dibesarkan dibesarkan dengan keterbukaan, mereka belajar keadilan.

If children live with kindness and consideration, they learn respect.
Jika anak-anak dibesarkan dengan kebaikan hati dan tenggang rasa, mereka belajar rasa hormat.

If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
Jika anak-anak dibesarkan dengan rasa aman, mereka belajar menaruh kepercayaan.

If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
Jika anak-anak dibesarkan dengan persahabatan, mereka belajar menemukan cinta dalam kehidupan. 

Rabu, 21 Maret 2012

Anak Didik Perlu Penghargaan


Dunia kehidupan anak-anak akan lebih senang, apabila perkataan guru kepada anak didik adalah ucapan yang memberanikan diri, mendorong semangat dalam hal kegiatan di sekolah dan memberikan penghargaan, pujian yang wajar daripada memarahi dan mencela anak.

Anak-anak khususnya anak usia TK maupun SD sangat memerlukan kata-kata pujian dan penghargaan atas tugas yang telah dilakukannya di sekolah. Walaupun dalam kegiatan anak belum berhasil pun, guru tetap mendorong semangat mereka, memberi pujian dengan penuh kasih sayang.

Pujian yang wajar atau kata penghargaan yang diucapkan dengan tepat akan mempunyai peranan yang penting bagi anak. Contoh untuk anak-anak TK, pada umumnya sangat senang atau lebih menyukai kegiatan menggambar bebas yang tidak membosankan baginya. Adapun hasilnya ada yang bagus karena memang dia berbakat, ada juga yang gambarnya corat coret, tak berbentuk. Namun, itu akan melegakan jiwanya dan pribadinya akan lebih terbuka.

Bila kita menggunakan lebih banyak perkataan yang mendorong semangat, pujian, dan penghargaan menggantikan kata-kata kritikan, maka sebagai guru pasti akan melihat perkembangan yang menggembiarakan dalam kehidupan anak itu. Lalu, kehidupan anak itu akan selalu berada dalam suasana yang sangat menyenangkan.

Kamis, 15 Maret 2012

Fotosintesis

Fotosintesis berasal dari bahasa Yunani, yang artinya menyusun dalam cahaya. Bahan yang disusun adalah air, garam mineral, karbondioksida dan cahaya matahari untuk dijadikan makanan. Air dan garam mineral diambil dari dalam tanah melalui akar, karbondioksida diambil oleh tumbuhan hijau dari udara, sedangkan cahaya matahri diserap oleh klorofil. Air, garam mineral dan karbondioksida dibantu dengan cahaya matahari diproses menjadi karbohidrat dan oksigen. Karbohidrat inilah yang menjadi makan bagi tumbuhan.

Berikut ini adalah proses fotosintesis

Fotosintesis dapat terjadi di semua bagian tumbuhan yang mengandung klorofil (yang berwarna hijau) tetapi proses fotosintesis sebagian besar terjadi di daun, karena daun hijau memiliki struktur yang beradaptasi dengan baik untuk membuat makanan.

Proses fotosintesis pada tumbuhan hijau hanya terjadi jika ada cahaya matahari, oleh karena itu fotosintesis secara otomatis terjadi hanya pada siang hari.

Untuk membuktikan bahwa fotosintesis hanya dapat terjadi jika ada cahaya matahari, coba kita lakukan percobaan berikut ini :

Alat dan bahan :
  1. 2 buah tanaman sejenis dalam pot
  2. Kantong kertas atau koran (tidak tembus cahata)Tali secukupnya
  3. Langkah-langkah :
Langkah-langkah :
  1. Tutuplah salah satu tanaman dalam pot bunga dengan kantong krtas atau koran yang tidak tembus cahaya, sedangkan tanaman yang satunya dibiarkan terbuka.
  2. Simpanlah kedua tanaman tersebut di tempat yang cukup cahaya matahari dan diamkan selama satu minggu.
  3. Setelah satu minggu, bukalah kantong kertas penutup tanaman.
  4. Bandingkan antara daun-daun pada tanaman yang ditutup dan daun-daun dengan tanaman yang dibiarkan terbuka.

Warna daun pada tanaman yang terbuka tetap hijau karena cukup menerima cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Sedangkan daun-daun yang tertutup kantong kertas berwarna pucat kekuning-kuningan, daunnya kecil dan batangnya lebih tinggi, dengan kata lain tanaman yang kurang mendapat cahaya matahari akan tumbuh tidak normal.