Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2009

Makan Ikan Bikin Anak Cerdas

Makan ikan membuat anak Anda lebih cerdas, demikian hasil studi ilmuwan Swedia . Studi itu mendapati bahwa remaja laki-laki berusia 15 tahun dan makan ikan sedikitnya satu kali satu pekan mencatat prestasi tinggi dalam uji intelijensi ketika mereka berusia 18 tahun dibandingkan dengan mereka yang kurang sering makan ikan.

“Kami menemukan hubungan yang jelas antara seringnya konsumsi ikan dan nilai lebih tinggi ketika remaja memakan ikan sedikitnya sekali satu pekan,” kata peneliti Profesor Kjell Toren dari Sahlgresnka Academy di University of Gotherburg.

Rata-rata, makan ikan sekali satu pekan dapat meningkatkan gabungan nilai intelijensi verbal dan visuospatial sebesar enam persen, sementara makan ikan lebih dari sekali dalam satu pekan meningkatkan nilai itu sampai 11 persen, kata para peneliti tersebut.

Studi itu yang dilandasi atas jawaban dari hampir 4.000 remaja Swedia dan disiarkan dalam Acta Paediatrica terbitan Maret, menduga bahwa asam lemak omega-3 dan omega-6 pada ikan dapat menjadi kunci bagi peningkatan kemampuan kognitif.

Para peneliti tersebut juga berencana mengkaji apakah jenis ikan yang dikonsumsi memberi perbedaan hasil. (matanews.Com)



Rabu, 23 Desember 2009

Menyambut Hari Ibu, Ibu-Anak Karnaval Jalan Keliling 1 Km di Mal

Even untuk memperingati hari Ibu yang jatuh pada hari Selasa, tanggal 22 Desember dimanfaatkan oleh Himpunan PAUD Se-Kecamatan Jambangan untuk menggelar Karnaval di Royal Plaza. Karnaval yang bertemakan “Bunda Pujaanku, Batik Busanaku” tersebut berlangsung meriah. Sebanyak 400 pasangan Ibu dan anak berkarnaval keliling pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Karnaval yang semua pesertanya berbaju batik tersebut melibatkan anak-anak usia 2-5 tahun. Peserta berasal dari 25 PAUD dan Kelompok Bermain. Karnaval yang digelar sekitar pukul 15.00 WIB itu berlangsung meriah dan kompak meskipun ada sebagian anak yang minta digendong sewaktu karnaval berlangsung.


Panitia membagi peserta berdasarkan regu dari masing-masing perwakilan PAUD. Satu regu terdiri atas 10 sampai 13 pasang Ibu-Anak. Terlihat ada beberapa PAUD yang juga mengirimkan lebih dari satu regu.

Disamping untuk memperingati hari ibu, karnaval tersebut juga dilombakan untuk memperebutkan tropi dan sertifikat. Penilaiannya bedasarkan keserasian, keberanian anak dan ketertiban dalam karnaval.
Keberanian si anak akan terlihat dari perilaku mereka ketika karnaval berlangsung, apakh menangis saat karnaval atau hanya minta digendong dan tidak mau berjalan sendiri.

Wow…melihat wajah mereka yang imut-imut sungguh membuat hati gemas ingin mencubit pipi mereka yang tembem-tembem. Kebayang juga ternyata yang bikin heboh bukan si anak melainkan si ibu yang ingin anaknya begini atau begitu.

Selamat Hari Ibu ….Kepada Semua Ibu…
I Love You Mom…very…very…very much !
Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia….

Mengapa Ada Hari Ibu ?

Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto.


Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.

Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.

Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Mother's day

Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.
Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.


Selasa, 22 Desember 2009

Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak

Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Pendapat ini kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Rata PenuhFaktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak :

1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.

2. Intelligensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.

3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.

4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.

5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.

Pengaruh bermain bagi perkembangan anak :
• Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
• Bermain dapat digunakan sebagai terapi
• Bermain dapat mempengaruhi dan menambah pengetahuan anak
• Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
• Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
• Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak

Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

A. Permainan Aktif

1. Bermain bebas dan spontan
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.

2. Sandiwara
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.

3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.

4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.

5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.

B. Permainan Pasif

1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.

2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.

3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.

Sumber : e-SmartSchool

Sabtu, 19 Desember 2009

Selektif Pada Permainan Anak

Promosi gencar yang dilakukan produsen berbagai produk mainan anak baik elektronik maupun manual dapat memposisikan anak menjadi konsumen aktif. Tidak hanya itu, mainan buatan pabrik tersebut membuat kreativitas anak berkurang atau terbatasi. Bahkan anak bisa lebih bersikap individualis kalau terlalu 'over' bermain dengan permainan elektronik, contoh nyatanya adalah playstation. Merupakan suatu hal yang wajar, bila setiap orang tua menyediakan fasilitas mainan pada anak-anaknya. Karena dunia anak merupakan dunia bermain. Ketika bermain, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat, keterampilan dan pengetahuan. Jenis permainan dan mainan yang sejak awal diberikan secara tepat pada balita berperan mengembangkan saraf-saraf motorik yang akan mempengaruhi tingkat intelegensia anak.

Lalu bagaimana wujud dunia bermain anak-anak saat ini? Setidaknya hasil kegiatan Lomba Menggambar Dolanan Bocah maupun Kumpul Bocah yang diselenggarakan USC-Satu Nama Yogyakarta di Padukuhan Duwet, Desa Sendangadi, Mlati (28 September 2003) lalu dapat menjadi gambaran. Di sana terlihat permainan elektronik dan televisi telah cukup jauh mempengaruhi dunia anak-anak."Dalam kegiatan ini terkumpul 137 gambar. Ternyata yang mereka gambar mayoritas permainan elektronik dan tokoh hero dalam film kartun," kata Koordinator Perpustakaan Keliling USC-Satu Nama Yogyakarta, I Gede Eddy Purwaka.Menurut I Gede Eddy Purwaka, berbagai jenis permainan anak-anak di zaman sekarang cenderung menjauhkan mereka dari interaksi sosial. "Tidak mengherankan jika anak-anak sekarang lebih bRata Penuhersikap individualis dan kurang kreatif," tambahnya.

Butuh Pengawasan
Menghindari anak menjadi konsumen produk mainan memang merupakan hal yang sulit dilakukan. Apalagi sifat anak yang cenderung meniru sesuatu dari lingkungannya. Banyaknya produk mainan instan dan elektronik untuk anak-anak diakui Marnio Pudjono memang sudah membelenggu kreativitas anak. Namun demikian mainan tersebut tidak selalu menghambat pengembangan kreativitas."Misalnya, tamiya. Sebelum memainkannya anak harus paham betul teknis cara memasang dan teknis memainkannya. Sehingga secara langsung mereka juga belajar. Begitu pula memodifikasi jenis permainan tamiya, anak juga dituntut kreatif, meskipun terbatas," jelas Marnio Pudjono.

Produk mainan yang tidak langsung jadi, misalnya robot rakitan, push block dan puzzel, menuntut anak untuk berusaha menemukan bentuknya. Ini cukup baik, daripada hanya membeli produk mainan jadi. Marnio Pudjono pun membenarkan kalau ada yang beranggapan permainan elektronik memang cenderung membuat anak semakin menjadi individual. Apalagi kalau sang anak terlalu asyik menghabiskan waktunya untuk memainkan mainan itu."Di sini peran orangtua sangat penting. Mereka berkewajiban untuk mengawasi anaknya. Jangan sampai terlalu berlebihan bermain dengan mainannya. Mereka juga harus mengarahkan anaknya untuk bersosialisasi. Agar proses keseimbangan berjalan baik. Banyak sekali cara yang bisa ditempuh. Misalnya, mengikutsertakan dalam klub renang, klub bermain atau kegiatan masjid," jelas Marnio Pudjono lebih lanjut.

Selain itu, orang tua harus jeli dan pandai memilih produk mainan. Karena jenisnya saat ini banyak sekali. Jenis produk mainan yang baik, sebaiknya dipilihkan yang bisa merangsang perkembangan intelektualitas anak. Tidak hanya sekedar bagus, mahal dan baru."Sejauh pengamatan saya, selama ini orang tua banyak yang lupa. Kalau gerakan motorik anak berpengaruh pada tingkat intelegensi anak. Anak yang gerakan saraf motoriknya optimal, perkembangan saraf otaknya juga akan optimal. Jangan lekas melarang balita yang sedang berlari-lari atau memanjat kursi. Selama masih aman, biarkan saja," kata Marnio Pudjono. Permainan keseimbangan sangat dianjurkan pada balita dan anak TK. Karena merangsang saraf-saraf keseimbangan. Pakar psikologi percaya, jika saraf motorik berkembang, saraf keseimbangan juga ikut berkembang.

Sel-sel otak terutama nukleus pestibularis juga berkembang. Tidak dipungkiri kalau fasilitas untuk hal tersebut memang mahal. "Inilah pentingnya menurut saya adanya klub bermain yang lengkap. Dapat diupayakan di TK atau play group. Sehingga orang tua tidak terlalu terbebani. Karena dibeli secara bersama-sama. Sekaligus dapat belajar bersosialisasi," terang Marnio Pudjono.Dolanan Anak Menengok pada permainan anak tempo dulu, seperti dolanan anak, Marnio Pudjono rupanya agak pesimistis bila ada usaha untuk memunculkannya lagi. Karena jenis permainan ini semakin luntur dimakan jaman, kurang dikenal maupun diminati anak-anak sekarang. Walaupun dia tidak memungkiri kalau sebenarnya permainan semacam itu memang bagus untuk memupuk sosialisasi antar anak. "Selain itu anak di era dulu, kalau ingin punya mainan harus membuat sendiri. Hal ini memang membangkitkan kreativitas dalam dirinya.
Dibandingkan anak sekarang yang hanya tinggal memilih dan membeli berbagai macam produk mainan," ujarnya.Namun naif rasanya kalau para orangtua harus membendung perubahan orientasi dunia bermain anak di masa sekarang. Jalan yang paling bijak menurut Marnio Pudjono, orangtua harus sering-sering mendampingi anak. Setidaknya seperti dikatakan I Gede Eddy Purwaka, tetap mendorong anak supaya mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya.

Sumber : e-Psikologi.Com
e-SmartSchool

Rabu, 16 Desember 2009

Memilih Mainan Sesuai Usia Anak

Saat Anda memasuki toko mainan, Anda mungkin terpana melihat begitu banyaknya jenis mainan yang disediakan. Begitu banyak, hingga Anda mengurungkan niat untuk membeli mainan untuk anak Anda. Toh, si kecil juga tetap asyik meskipun "mainannya" hanya toples berisi permen yang berulangkali dituang dan dimasukkan kembali. Atau, serbet yang berulangkali diseretnya dengan kaki ke sana-kemari.

Namun, Anda perlu mengingat, mainan yang baik haruslah yang mendorong tumbuh-kembang anak. Mainan tersebut juga harus disesuaikan dengan karakter anak. Apa yang cocok untuk anak lain, belum tentu disukai anak Anda. Mainan tidak boleh terlalu sulit, karena akan membuatnya frustrasi. Jika terlalu mudah, akan membuatnya bosan. Kemudian, menurut Alvin Eden, M.D., profesor klinis di jurusan Pediatrics, Weil Medical College of Cornell University, New York, saat memilih mainan anak, Anda harus mempertimbangkan tingkat keamanannya. Pada dasarnya mainan tidak boleh memiliki sudut yang tajam, bagian-bagian yang mudah dilepas, tidak mudah patah atau pecah, berukuran cukup besar sehingga tidak dapat dimasukkan ke mulut dan ditelan.

Berikut adalah beberapa permainan sesuai usia anak, sesuai saran Eden:

Usia 0-1 tahun
Pastikan mainan tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan dapat dicuci. Boneka binatang sebaiknya merupakan satu bagian; bila ada tangan atau kaki juga tersambung dengan aman. Bagian wajah sebaiknya dilukis atau dibordir, sehingga tidak ada mata dari kancing yang bisa ditarik dan dilepas lalu ditelan. Mainan yang kecil dan ringan lebih mudah dipegang dan dipeluk oleh anak usia ini.

Mainan yang bergerak membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk menaruh perhatian pada obyek. Bola yang mengeluarkan suara atau memiliki bagian-bagian yang bergerak di dalamnya memberikan stimulasi motorik, visual, dan pendengaran, serta membantu mengembangkan gerakan mata, merangkak, dan meningkatkan kemampuan motorik. Namun pastikan ia tidak dapat mengeluarkan bagian yang bergerak-gerak tersebut. Mainan yang bergemerincing juga akan menarik perhatian bayi melalui warna, suara, sentuhan, dan rasanya. Gelang-gelang yang didesain untuk merangsang pertumbuhan gigi boleh diberikan, asal tidak mudah patah, tidak ada bagian yang longgar, dan dapat dicuci.

Usia 12-18 bulan

Pada tahap ini, bayi sudah bisa berdiri dan duduk, namun ada yang belum bisa berjalan sendiri. Mereka senang memindah-mindahkan obyek, seperti mainan yang bisa ditarik-ulur dan menimbulkan bunyi, mainan yang bisa dibuka-tutup, memencet tombol, dan main ciluk-ba. Bayi juga senang bermain menyusun kotak, namun pilih kotak yang ditutup dengan kain yang lembut dan ringan. Tak perlu menyediakan terlalu banyak kotak, karena akan membingungkan anak.
Bayi senang dengan mainan yang dapat ditumpangi seperti mobil-mobilan, namun mainan ini berbahaya untuk anak yang belum bisa berjalan. Pastikan anak dapat naik-turun mainan dengan mudah, dan dapat melakukan manuver sendiri. Mainan yang bisa ditarik-ulur juga baik untuk anak yang sudah bisa berjalan.

Usia 18-24 bulan
Anak usia ini sudah mulai berbicara, dan tertarik dengan ukuran dan peletakan barang. Menyusun kotak berukuran besar akan menarik hatinya. Mulailah dengan satu set berukuran kecil, dan ganti dengan yang berukuran besar begitu minat anak berkembang. Kotak yang diberi wadah membuatnya asyik memasukkan dan mengeluarkan.
Mainan telepon memberikan anak terlibat dalam kegiatan orang dewasa, dan anak suka dengan suaranya. Bentuknya yang menyerupai tokoh kartun membantu anak tetap tertarik. Mainan mengenal bentuk mendorong anak untuk menggabung-gabungkan potongannya. Hal ini membantu mengembangkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencari pasangannya, dan mengenali bentuk. Namun potongan mainan sebaiknya tidak terlalu banyak.
Mainan lain yang cukup baik antara lain bus dengan penumpang yang bisa dikeluarkan, hand puppets, atau boneka. Bermain dengan boneka bayi dan trolley-nya membantu anak mengembangkan imajinasi, bermain peran, dan membangun kemampuan sosial, selain membantu meningkatkan kemampuan motoriknya.

Usia 2-3 tahun
Anak sudah semakin kreatif. Mereka menyukai kegiatan orang dewasa, dan mainan yang realistis akan menstimulasi otak mereka. Kelompok usia ini juga menggemari mainan yang membutuhkan gerak dan ketangkasan.

Mainan atau boneka yang bisa berbicara, atau mainan instrumen musik juga populer. Semakin banyak fitur yang ditampilkan, semakin anak suka, selama masih mudah digunakan. Mobil-mobilan seperti truk baik untuk kegiatan di dalam atau luar rumah, begitu juga sandbox lengkap dengan ember dan sekop untuk menggali atau mengeruk pasir. Kereta api juga menyenangkan, karena anak bisa belajar meletakkan dan memungut kereta dari relnya.

Anak juga sudah bisa bermain puzzle yang sederhana. Permainan ini menguatkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencocokkan, dan mengenali bentuk, serta akan membuatnya terus penasaran, sejauh sesuai dengan tingkat kemampuannya. Potongannya sebaiknya tidak terlalu kecil, supaya tidak mudah dimasukkan ke mulutnya juga. Mainan yang menunjukkan profesi, seperti perangkat kedokteran, atau memasak, juga mendorong kreativitasnya.

Usia 3-5 tahun
Anak-anak usia ini mulai menikmati kegiatan menggambar, mencoret-coret, dan memberi warna. Memberikan kertas dan krayon juga akan mendorong kemampuannya menulis. Mencoret-coret akan meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan menjadi sarana yang baik untuk mengekspresikan emosinya.

Permainan yang menggunakan papan (board games) seperti ular tangga mempertajam kemampuan visualisasi dan memorinya, karena membutuhkan imajinasi atau perhitungan mental. Permainan lain yang bisa mulai diperkenalkan adalah buku cerita, mainan untuk membangun sesuatu, mengenakan pakaian pada boneka dan berbagai aksesorinya, rumah-rumahan, puzzle dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan, dan sepeda.

Sumber: Kompas

Senin, 19 Oktober 2009

CARA MEMILIH KOMPUTER YANG SESUAI


Para orang tua yang belum memiliki komputer di rumah bisa merencanakan untuk membeli komputer. Dalam menetapkan anggaran untuk komputer Anda, akan lebih baik kalau mempertimbangkan syarat-syarat kegunaannya di masa sekarang dan yag akan datang.
Informasi berikut akan membantu bagi Anda yang sekiranya masih kurang mengerti teknologi dalam menilai model-model komputer yang berbeda-beda.

Komponen-komponen Internal Inti PC

Processor
Processor adalah komponen utama PC yang memuat daya processing seluruh PC tersebut. Pada dasarnya, PC dengan kecepatan processing lebih tinggi akan bisa menjalankan program-program atau aplikasi lebih cepat. Jika Anda menggunakan PC Anda untuk menjalankan program-program yang membutuhkan daya processing yang cepat, misalnya program-program yang digunakan oleh seniman grafis, atau jika Anda menjalankan game-game PC terbaru di pasaran, maka kecepatan processor lebih tinggi sangat dibutuhkan. Pada waktu mencetak buku ini, kecepatan processing diukur GigaHertz (GHz).

Memory
Memory PC atau Randoom Acces Memory (RAM) memungkinkan aplikasi-aplikasi bisa disimpan sementara dalam memory ini ketika sebuah aplikasi sedang dijalankan. Memory yang lebih tinggi akan berarti bahwa PC tersebut memiliki kapasitas lebih untuk menyimpan sebuah aplikasi atau berbagai aplikasi ketika pengguna sedang bekerja pada PC tersebut. Informasi yang disimpan dalam RAM terhapus jika informasi itu tidak disimpan dalam hard drive (Harddisk).
Jika PC digunakan untuk program-program intensif game dan grafis, atau pengguna biasanya menggunakan banyak aplikasi pada waktu bersamaan, maka akan dibutuhkan lebih banyak memori. Sekarang, memory diukur dalam bentuk MegaBytes (Mb). Jika ingin yang lebih tinggi lagi Anda bisa memilih dengan ukuran Gigabyte (Gb).

Hard Drive
Hard drive secara permanent menyimpan semua program-program, operating system dan data yang ingin Anda simpan, yang dapat dicari dan digunakan kembali ketika Anda mengaktifkan lagi PC. Secara sederhana semakin besar hard drive berarti PC tersebut memiliki lebih banyak ruang untuk menyimpan program-program dan data. Sekarang, ukuran Hard drive adalah diukur DigaBytes (Gb).

Graphics Board
Graphic Board menyimpan memory yang digunakan untuk menghasilkan grafis yang disusun untuk dapat tampil di layer komputer Anda. Kapasitas graphics board juga di ukur dalam MegaBytes (Mb). Graphics board dengan kapasitas lebih tinggi akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar lebih tajam, gambar-gambar yang lebih bergetar dan juga animasi lebih halus. Umumnya, program intensif gambar akan membutuhkan memory lebih besar dari graphics board.

Sistem Operasi ( Operating System )
Operating System adalah program paling penting dalam komputer. Operating System mengopersaikan, menjalankan dan mengelola program-program lain yang digunakan dalam PC tersebut. Operating System juga mengelola input dan output PC. Contoh-contoh input meliputi klik mouse dan ketikan dari keyboard, sedangkan contoh-contoh output adalah huruf-huruf yang tersusun pada layer komputer Anda.
Output juga mengendalikan kerja komponen-komponen PC, seperti menulis di hard drive dan alokasi memory pada program-program yang berbeda. Operating system yang paling umum digunakan sekarang adalah Microsoft Windows.

Hardware PC Eksternal
Monitor
Monitor adalah layer tampilan untuk gambar-gambar yang merupakan output dar PC. Monitor memiliki berbagai ukuran, yang paling lazim digunakan adalah 15 inchi dan 17 inchi. Semakin besar monitor akan semakin mudah di mata, akan tetapi hanya jika kualitas outputnya baik. Dalam memilih monitor, pertimbangan paling penting adalah monitor yang sesuai dengan penglihatan anak Anda.

Unit Sistem
Unit system memiliki dua desain. Anda dapat menggunakan desain casing model desktop atau tower. Dengan model desktop, Anda dapat meletakkan di atas meja dengan monitor berada di atasnya. Sebagian orang, menganggap desktop lebih cocok karena unit sistemnya bisa diakses dengan mudah, sedangkan orang lain menganggap model desktop memiliki pemborosan ruang di atas meja.
Casing tower duduk dengan indah di dalam atau di samping meja. Kalau model casing ini mungkin ideal dalam beberapa situasi, catatlah bahwa komputer model ini sekarang mudah diraih oleh anak-anak yang baru belajar atau anak-anak kecil.

Keyboard dan Mouse
Keyboard dan mouse merupakan komponen penting untuk menyelesaikan seluruh system komputer. Anpa dua instrument ini, kita tidak akan bisa memasukkan berbagai informasi ke dalam komputer. Juga, mereka adalah dua alat yang paling sering digunakan. Di sini, sangat penting meluangkan waktu untuk memahami berbagai tipe keyboard dan mouse yang ada.
Kalau kita menginginkan keyboard yang standard, maka sebaiknya memilih keyboard yang memiliki desain ergonomic. Keyboard ergonomic di desain nyaman di pikiran dan mempertimbangkan posisi ideal tangan kita ketika menggunakan keyboard sehingga tekanannya tidak di tangan dan bagian-bagian lain tubuh kita.
Juga ada keyboard yang dirancang secara khusus uuntuk anak-anak, dengan ikatan tombol-tombol penuh warna yang kelihatan “mengundang” anak-anak untuk menekannya dan mulai “memainkan” komputer itu.
Untuk mouse yang paling lazim digunakan saat ini adalah mouse USB dan mouse PS/2. Dua tipe mouse ini praktis dan memberi tujuan dasar bagi orang dewasa, mungkin perlu juga ekstra investasi kecil untuk memiliki mouse mainan untuk anak Anda. Mouse mainan muncul dengan desain yang lucu unutk menarik perhatian anak. Dengan demikian mambantu mengeliminir berbagai keengganan anak-anak bisa menggunakan mouse.


Mempertimbangkan Membeli Printer

Ada banyak printer yang dapat Anda beli dari toko komputer terdekat Anda. Ketika printer dot matrix telah mendominasi di tahun 1980-an, sebagian besar printer di rumah saat ini menggunakan teknologi printer ink-jet atau buble. Semua printer ini dapat mencetak dengan warna hitam atau dengan berwarna.

Ketika membeli printer, Anda harus mempertimbangkan tipe pencetakan yang akan Anda lakukan

Pertanyaan yang perlu Anda tanyakan kepada diri Anda adalah :

Apakah saya perlu mencetak berwarna?

Kualitas cetakan yang bagaimana yang ingin saya lihat ?

Seberapa cepat saya menginginkan printer saya dapat mencetak? Berapa halaman per menit?

Berapa ukuran kertas yang akan saya gunakan ?

Apakah saya perlu mencetak dokumen double-sided?

Akankah saya membutuhkan features yang canggih seperti sorting?

Terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah berapa anggaran yang saya miliki ?

Minggu, 11 Oktober 2009

Televisi Bagi Perkembangan Anak


Berdasarkan penelitian, anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi ketimbang berinteraksi bersama orang tuanya. Hasil penelitian pada 1900-an menunjukkan, anak-anak rata-rata menghabiskan 26 jam seminggu untuk menonton televisi. Padahal, terlalu lama menonton televisi dapat mengurangi kebugaran fisik anak dan mengurangi waktu yang digunakan untuk mengerjakan PR. Yang mengejutkan,menjelang anak lulus SMA, mereka telah menghabiskan waktu 20.000 jam untuk menonton televisi. Jumlah tersebut lebih lama ketimbang wakyu yang dihabiskan di ruang kelas.

Berikut ini ada beberapa tips yang diberikan oleh Drs Martadi MSn dalam forum Klinik Pendidikan di harian terkemuka surabaya yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak negatif menonton televisi dan meningkatkan dampak positifnya terhadap perkembangan anak.

  1. Bantu anak mengembangkan kebiasaan menonton televisi yang baik sejak dini. Pilihkan acara yang sesuai dengan perkembangan umur dan pola berpikirnya. Tunjukkan sikap dan jarak yang baik saat menonton televisi. Misalnya, jangan menonton TV dengan jarak yang terlalu dekat.
  2. Pantau kebiasaan menonton si anak dan atur acara apa yang harus mereka lihat. Jangan biarkan anak menonton secara acak. Bicaralah dengan anak secara efektif
  3. Pilihlah acara televisi yang menampilkan anak-anak seusia anak Anda.
  4. Jangan sampai kebiasaan menonton televisi mejadi ganti bagi aktivitas lainnya. Tetapi beri kesempatan anak-anak bersosialisasi dengan teman sebaya, bermain peran, membaca buku atau aktivitas lain. Hal tersebut tetap penting untuk di fasilitasi.
  5. Lakukan diskusi dengan anak tentang tema-tema acara televisi yang sensitif. Beri mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang acara televisi tersebut.
  6. Seimbangkan antara kegiatan membaca dan menonton. Anak dapat diminta "menindaklanjuti" acara televisi yang menarik dengan mengeceknya melalui buku yang menjadi sumber dari acara televisi itu. Anak bisa diminta mencari cerita lain yang ditulis oleh penulis buku tersebut.
  7. Bantu anak-anak menyusun jadwal yang seimbang, yakni kapan menonton acara pendidikan, komedi, kartun, seni, olahraga, dan lain-lain. Pastikan anak-anak tidak mengutamakan tontonan yang berisi kekerasan dan seks.
  8. Tunjukkan contoh positif tayangan televisi yang memperlihatkan bagaimana beragam kelompok etnis dan kultural bisa memberi sumbangan untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.

Minggu, 13 September 2009

Bermain Tetris Tingkatkan Efisiensi Otak

Pernah bermain game tetris ? Jenis permainan yang pernah booming pada era 90-an itu ternyata sangat berguna untuk melatih otak. Penelitian tersebut dilakukan BMC Research. Hasilnya, bermain menyusun balok digital itu dapat meningkatkan efisiensi otak karena terjadi penebalan pada korteks.
Penelitian manfaat tetris itu dilakukan pada 26 gadis remaja. Mereka diminta memainkan tetris selam 30 menit tiap hari selama tiga bulan. Gadis-gadis yang berlatih itu menunjukkan otak yang lebih besar daripada gadis-gadis yang tidak berlatih.
Bidng-bidang otaknya menjadi lebih tebal. Di antaranya, bagian brodmann area (BA) 6 di lobus frontal kiri, BA 22, dan BA 38 di lobus temporal kiri. Bagian-bagian tersebut dipercaya para ilmuwan berperan mengoordinasi gerakan tubuh. Baik mengoordinasi otak secara visual, taktil, auditori, maupun memberikan informasi fisiologis internal.

(Sumber : Jawa Pos)