<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091</id><updated>2012-02-17T08:30:28.340+07:00</updated><category term='Teaching'/><category term='Media Pembelajaran'/><category term='Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><category term='Pendidikan Anak'/><category term='Computer For Kids'/><category term='Gaya Belajar'/><category term='Cpns'/><category term='Percobaan Sains'/><category term='Budaya Baca'/><category term='Children'/><category term='Teknologi'/><category term='Internet For Kids'/><category term='Intelligence (Kecerdasan)'/><category term='BERBAGI CERITA'/><category term='Info'/><category term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><category term='Ujian Nasional'/><category term='Guru'/><title type='text'>GALLERY PENDIDIKAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>80</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-829850452238387467</id><published>2011-12-21T10:33:00.010+07:00</published><updated>2011-12-21T12:10:28.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Children'/><title type='text'>Mendongeng Untuk Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin sebagian besar dari kita tidak tahu bahwa betapa besar manfaat mendongeng untuk anak. Dan mungkin sekali kegiatan ini jarang dilakukan bahkan sama sekali tidak pernah dilakukan kepada si buah hati. Tentu saja kita mugkin mempunyai berbagai macam alasan untuk tidak mendongeng di hadapan si anak seperti pekerjaan yang menyita waktu, anggapan bahwa mendongeng adalah sebuah kegiatan yang sia-sia dan berbagai macam alasan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;mendongeng bagi anak seharusnya menjadi salah satu pekerjaan yang menyenangkan bagi setiap orang tua. Karena dengan aktifitas mendongeng ini secara tidak langsung kita akan memiliki ikatan yang lebih kuat antara orang tua dan anak. Anak akan merasa dimanjakan dan disayangi sehingga timbul timbal balik  berupa rasa kasih dan sayang yang dalam kepada kedua orangtuanya. Di  sini, orangtua juga dapat memperhatikan perkembangan dan kekurangan si  anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari semua itu, mendongeng bagi anak juga ternyata memiliki  manfaat yang sangat bagus bagi anak. Itulah mengapa hendaknya orangtua  dapat menghapus rasa enggan mereka untuk mendongengkan cerita kepada  anak mereka. Berikut beberapa contoh manfaat yang dapat dipetik dari  aktivitas mendongeng bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dapat Memberikan Teladan&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu manfaat yang dapat diambil melalui aktivitas mendongeng  bagi anak adalah, orangtua dapat memberikan teladan yang bai&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;k bagi anak  mereka. Orangtua dapat memberikan contoh sikap-sikap atau  perbuatan-perbuatan terpuji yang harus dikembangkan dan sikap-sikap atau  perbuatan-perbuatan buruk yang tidak boleh dilakukan oleh si anak.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Memotivasi Anak&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, seorang anak ketika mendengarkan sebuah cerita atau dongeng  ia kemudian akan berimajinasi sebagai tokoh protagonis yang berhasil  memecahkan masalah dalam cerita tersebut. Seorang anak senantiasa  membayangkan dirinya sebagai jagoan atau Hero dalam sebuah cerita. Di  sinilah kesempatan orangtua untuk dapat&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; menyemangati dan memotivasi anak  mereka melalui sebuah dongeng.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mengajarkan Berkomunikas&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;i&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengajarkan anak berbicara sudah bisa dimulai sejak awal kehamilan,  karena orangtua yang mengajak anaknya berbicara akan dir&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;espons &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;oleh otak  anak dan berusaha untuk menyerap suara serta bahasa yang digunakan  ibunya.&lt;br /&gt;Membacakan dongeng atau cerita  bagi anak yang belum dapat berbicara juga dapat menjadi media  pembelajaran bagi si anak untuk berbicara. Dengan menceritakan dongeng  maka akan merangsang kemampuan berkomunikasi verbal anak.  Jika kebiasaan mendongengkan anak ini berlanjut, maka akan  mendorong anak untuk berbicara dan mengembangkan kemampuan bahasanya.  Cara ini merupakan salah satu&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; teknik belajar yang menyenangkan bagi  anak.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membantu menenangkan ana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;k ya&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; menang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;is&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membacakan dongeng adalah salah satu cara penghilang stres  yang efektif. Biasanya orangtua akan membacakan cerita dalam suas&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;ana  santai dan nyaman, dramatisasi dengan membuat intonasi nada yang berbeda  akan membuat anak tertarik untuk mendengarkan cerita. Lama kelamaan  anak-anak akan merasa nyaman&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; sehingga tingkat stresnya berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membantu meningkatkan IQ anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada anak yang baru belajar memba&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;ca, mendongengkan buku cerita yang sama  berulang-ulang bisa membantunya mengajarkan bahasa, meningkatkan memori  dan mengembangkan imajinasi. Saat pertama kali mendengarkan cerita,  anak tidak bisa menangkap semuanya. Tapi jika diulang-ulang, maka anak  akan memperhatikan pola dan urutan dari cerita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua harus memperhatikan jenis buku cerita yang akan didongengkan  pada anak, misalnya tidak boleh membacakan cerita yang terlalu  merangsang atau menakutkan bagi anak. Serta lakukan dengan cara yang  positif dan menye&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;nangkan agar bisa bermanfaat bagi anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Membantu anak agar cinta de&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;ngan buku&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membacakan sebuah cerita sebelum&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; anak tidur akan membuat anak mencintai  buku dan menjadi senang membaca. Jika anak sudah cinta dengan buku, maka  anak akan melihat buku sebagai teman yang menyenangk&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;an seperti halnya  mainan. Buku merupakan salah satu media aktif yang dapat menjaga kerja  otak anak dan membantu anak menjadi lebih kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membantu mengembangk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;an ket&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;erampilan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendengarkan anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak ingin memahami isi dari buku yang didongengkan, maka anak  harus mendengarkan ceritanya. Karena itu anak akan menyiapkan pikirannya  untuk menyerap kata-kata yang diucapkan orangtua dan mencip&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;takan&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; kata  sendiri untuk memahaminya. Jadi anak akan mendengarkan dengan seksama  dan berusaha menguasai keterampilan ini. Selain itu, cara ini juga  membantu meningkatkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah beberapa manfaat atau keuntungan yang dapat diperoleh dari  membacakan dongeng atau cerita bagi anak. Jadi, dongeng buk&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;anlah  seringan yang banyak dipikirkan kebanyakan orang, hanya sebatas cerita  yang tidak akan memberikan manfaat apa-apa. Dan ternyata,  keuntungan-keuntungan yang telah disebutkan di atas adalah keuntungan  yang sangat berharga sekali bagi orangtua dan bagi sang anak tent&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;unya.  Untuk itu, tidak ada salahnya untuk &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;mulai membacakan dongeng atau cerita  bagi anak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan sekarang ini orang tua bisa&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; kreatif mendongeng dengan menggunakan alat peraga berupa boneka jari yang disesuaikan dengan tokoh yang ada dalam cerita. Hal ini bisa jadi semakin menambah rasa senang si anak dengan kegiatan mendongeng, siapa tahu si anak pun bisa belajar sendiri untuk mendongeng, apalagi ada boneka di jarinya yang bisa d&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;imainkan untuk mendongeng.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BfD56BzDeIo/TvFknqctI6I/AAAAAAAAARM/nd9l31SYsTM/s1600/Bonjar%2BHewan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BfD56BzDeIo/TvFknqctI6I/AAAAAAAAARM/nd9l31SYsTM/s320/Bonjar%2BHewan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688438436918010786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BfD56BzDeIo/TvFknqctI6I/AAAAAAAAARM/nd9l31SYsTM/s1600/Bonjar%2BHewan.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-41mBta_sMI0/TvFli462fNI/AAAAAAAAARk/2I8XEcU3jSk/s1600/Bonjar%2BFamily%2BMuslim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-41mBta_sMI0/TvFli462fNI/AAAAAAAAARk/2I8XEcU3jSk/s320/Bonjar%2BFamily%2BMuslim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688439454414830802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Zv_kL4E-c6o/TvFlTySqesI/AAAAAAAAARY/GQW_0HejfCE/s1600/Bonjar%2BFamily.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zv_kL4E-c6o/TvFlTySqesI/AAAAAAAAARY/GQW_0HejfCE/s320/Bonjar%2BFamily.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688439194937621186" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk menarik perhatian si anak, orang tua pun bisa mengikutsertakan background cerita sehingga kegiatan mendongeng menjadi semakin s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Zv_kL4E-c6o/TvFlTySqesI/AAAAAAAAARY/GQW_0HejfCE/s1600/Bonjar%2BFamily.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;eru.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Zv_kL4E-c6o/TvFlTySqesI/AAAAAAAAARY/GQW_0HejfCE/s1600/Bonjar%2BFamily.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wet4OOWVMn8/TvFmij_QySI/AAAAAAAAARw/yAZo_uN4kzk/s1600/Background%2BBonjar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wet4OOWVMn8/TvFmij_QySI/AAAAAAAAARw/yAZo_uN4kzk/s320/Background%2BBonjar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688440548307814690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wet4OOWVMn8/TvFmij_QySI/AAAAAAAAARw/yAZo_uN4kzk/s1600/Background%2BBonjar.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dK7z9kBTYVk/TvFm74VMvZI/AAAAAAAAAR8/naKynVu_gbs/s1600/Background%2BBonjar%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dK7z9kBTYVk/TvFm74VMvZI/AAAAAAAAAR8/naKynVu_gbs/s320/Background%2BBonjar%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688440983265262994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Selamat Mendongeng Bunda...&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : www.ibudanbalita.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-829850452238387467?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/829850452238387467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/12/mendongeng-untuk-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/829850452238387467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/829850452238387467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/12/mendongeng-untuk-anak.html' title='Mendongeng Untuk Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BfD56BzDeIo/TvFknqctI6I/AAAAAAAAARM/nd9l31SYsTM/s72-c/Bonjar%2BHewan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6276234372101353714</id><published>2011-10-14T08:36:00.004+07:00</published><updated>2011-10-14T09:18:56.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Baca'/><title type='text'>Cara Membangkitkan Minat Baca Pada Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ty4imUo4fB0/TpebKsP_JXI/AAAAAAAAAQE/z-H3O1jze5s/s1600/child%2Breading%2Bkids%2Bbook.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ty4imUo4fB0/TpebKsP_JXI/AAAAAAAAAQE/z-H3O1jze5s/s320/child%2Breading%2Bkids%2Bbook.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663165664420898162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang tua pasti senang jika si anak mempunyai gairah membaca yang tinggi. Di bandingkan dengan bermain game atau berjam-jam berada di depan televisi, kegiatan membaca bagi si anak mungkin dirasa lebih bermanfaat bahkan mampu untuk menambah pengetahuannya. Dan sebagai orang tua pun tak perlu cemas akan aktifitas si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana dengan anak kita di rumah ? apakah mereka senang membaca ?. Coba mari kita amati perilaku mereka, apakah mereka tertarik membaca satu saja baris judul koran yang tergeletak di meja ? apakah mereka ingin dibelikan buku cerita ketika kita ajak mereka ke toko buku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika jawabannya tidak, tentu saja kita perlu cara agar si anak mempunyai keinginan membaca yang tinggi. Karena di dalam dunia pendidikan di Indonesia kegiatan membaca merupakan hal yang utama bahkan wajib untuk dilakukan mengingat penyelenggaraan ujian di sekolah-sekolah yang berbentuk essay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bunda, yuuk ikuti beberapa tips di bawah ini untuk membangkitkan minat baca anak :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pada waktu anak diajak jalan-jalan, pancinglah dia untuk membaca huruf yang ada di depan matanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering-seringlah membacakan cerita kepada anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciptakan suasana di rumah dengan kegiatan membaca bagi orang tua. Jika si anak melihat bahwa orang tuanya senang membaca, maka dia pun akan berusaha menirunya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang peru diperhatikan bagi orang tua:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh mana si anak senang membaca, sedikitnya tergantung pada perilaku dan bimbingan dari orang tua. Secara sadar atau tidak sadar, sebaiknya orang tua memengaruhinya sejak usia dini, yaitu sejak anak belum masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika si anak minta untuk dibacakan cerita, hendaknya orang tua jangan cepat bosan ataupun marah.&lt;br /&gt;Kadangkala anak melontarkan pertanyaan yang aneh-aneh, janganlah gusar jika mendapati anak demikian, karena artinya si anak sudah mulai berpikir kritis. Untuk memberikan jawaban pada anak, hendaknya usahakan yang dapat dimengerti oleh anak. Upayakan pula agar anak merasa puas dengan jawaban orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bunda, semoga tips di atas bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6276234372101353714?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6276234372101353714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/10/cara-membangkitkan-minat-baca-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6276234372101353714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6276234372101353714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/10/cara-membangkitkan-minat-baca-pada-anak.html' title='Cara Membangkitkan Minat Baca Pada Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ty4imUo4fB0/TpebKsP_JXI/AAAAAAAAAQE/z-H3O1jze5s/s72-c/child%2Breading%2Bkids%2Bbook.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-2186026892413324292</id><published>2011-09-26T09:04:00.006+07:00</published><updated>2011-09-26T09:20:29.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Benang Ajaib</title><content type='html'>Siapkan bahan-bahan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alat dan Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1  piring atau mangkuk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benang, panjang 20 cm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Es batu berukuran kecil secukupnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Garam dapur secukupnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah-langkah pembuatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Letakkan satu bongkah es batu ke atas piring&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-X0xs1duU7Zg/Tn_e-iBT1PI/AAAAAAAAAPc/X2aBo4RXOAs/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-X0xs1duU7Zg/Tn_e-iBT1PI/AAAAAAAAAPc/X2aBo4RXOAs/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656484822866187506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Letakkan ujung benang di atas permukaan es batu, kemudian taburkan sedikit garam di atasnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nv_b1aIRPIo/Tn_fQcaCQWI/AAAAAAAAAPk/iz2pyNpc1eA/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nv_b1aIRPIo/Tn_fQcaCQWI/AAAAAAAAAPk/iz2pyNpc1eA/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656485130596925794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tunggu beberapa menit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Angkat benang tersebut&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-I0HehQJXjeI/Tn_fsoZPJnI/AAAAAAAAAP0/32pNIFSgawk/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-I0HehQJXjeI/Tn_fsoZPJnI/AAAAAAAAAP0/32pNIFSgawk/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656485614851139186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sSxRMz5CfCg/Tn_fbvfCZ5I/AAAAAAAAAPs/djHy_SKlEyM/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sSxRMz5CfCg/Tn_fbvfCZ5I/AAAAAAAAAPs/djHy_SKlEyM/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656485324696741778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Amati apa yang terjadi pada benang dan es&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lLKHYYK9Zx4/Tn_f8QZXonI/AAAAAAAAAP8/6xBZD0J_BbY/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lLKHYYK9Zx4/Tn_f8QZXonI/AAAAAAAAAP8/6xBZD0J_BbY/s320/5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656485883287151218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penjelasan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es batu akan terangkat oleh benang setelah ditaburi dengan garam dapur. Garam menyeabkan penurunan titik beku pada es batu sehingga bagian es batu yang ditetesi garam akan mencair kemudian membeku kembali pada suhu di bawah titik beku yaitu 0 derajat Celcius. Benang akan terperangkap di dalam es yang membeku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-2186026892413324292?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/2186026892413324292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/09/benang-ajaib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2186026892413324292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2186026892413324292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2011/09/benang-ajaib.html' title='Benang Ajaib'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-X0xs1duU7Zg/Tn_e-iBT1PI/AAAAAAAAAPc/X2aBo4RXOAs/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4101533953539006477</id><published>2010-02-16T07:38:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T07:54:24.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet For Kids'/><title type='text'>Tips &amp; Trik Internet Sehat Bagi Pengusaha  Warnet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nrno7WJ8I/AAAAAAAAAO8/IdOCpLUCM3I/s1600-h/peluang-usaha-ahasu-gnaulep.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nrno7WJ8I/AAAAAAAAAO8/IdOCpLUCM3I/s200/peluang-usaha-ahasu-gnaulep.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438637091260344258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada tips dan trik internet sehat bagi pengusaha warnet&lt;br /&gt;yang ingin menjalankan bisnisnya secara sehat dan memberikan akses yang sehat pula bagi pelanggannya,  semoga dapat berguna mengurangi beban bw ( bagi warnet yang belum menerapkan limit ) akibat akses ke beberapa situs porno yang notabene sangat memakan bw&lt;br /&gt;terutama video streaming spt live chat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tips &amp;amp; trik yang bisa diterapkan antara lain :&lt;br /&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. Membatasi akses situs porno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat semacam himbauan berupa tulisan yang bisa dipasang diruang warnet maupun dicover billing masing-masing client ( kebetulan kami pakai billing explorer jadi mudah untuk&lt;br /&gt;pasang covernya ) sehingga mudah terbaca oleh user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu himbauan bisa mirip peringatan dibungkus rokok :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PERINGATAN : Membuka situs porno secara berlebihan dapat menyebabkan komputer hank, serangan virus, koneksi melambat dan gangguan pikiran kotor dan nafsu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah dengan memblok situs yang terindikasi berbau pornografi lewat squid maupun proxy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga jangan bosan-bosan memberikan edukasi kepada user pemula baik pelajar maupun  masyarakat umum, akan kerugian dan bahaya bila membuka situs porno, karena kebanyakan dari pemula biasanya lebih cenderung untuk coba-coba buka situs porno/xxx. Kalau sudah jor-joran tentu user lain dan warnet itu sendiri yang rugi karena bw kesedot oleh satu user yang kebetulan lagi asyik lihat situs xxx dengan digendongi oleh popup yang berjibun, sehingga koneksi terasa lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbasnya buka halaman web seperti yahoo/FS/hotmail atau sudah masuk dalam tahap login ke mail yahoo / FS akan tampil "The page cannot be displayed". Kalau user lain tidak tahan biasanya akan segera keluar dari warnet dengan pertanyaan "Kok koneksinya lambat ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila warnet bisa memangkas situs xxx dan membiasakan user untuk membuka situs yang lebih berguna tentu image warnet akan lebih bagus, karena sebagian orang awam masih memandang warnet sumbernya gambar-gambar porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin sedikitnya yang membuka situs xxx koneksi internet akan semakin lancar dan user pun akan jadi betah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. Carding / CYBER-CRIME &amp;amp; Judi online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carder saat ini makin lihai dalam melakukan aksinya, sehingga bila tanpa pengawasan yang ketat suatu saat warnet akan kecolongan dan bisa berurusan dengan pihak berwajib karena kebetulan ip address warnet dipakai untuk transaksi carding / card fraud dan juga judi online&lt;br /&gt;yang lagi marak seperti tangkas.net, bola tikus dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasang tulisan "STOP CYBER-CRIME" dipintu masuk warnet atau diruangan dan mengawasi lewat radmin atau fasilitas billing yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak dengan adanya tulisan seperti diatas para carder akan berpikir dua kali untuk melakukan aksinya diwarnet tersebutdan juga warnet turut serta memerangi kejahatan didunia maya yang telah mencoreng nama Indonesia dimata dunia terutama negara-negara yang telah jadi korban dari carder Indonesia.&lt;br /&gt;Juga membantu aparat dalam memerangi judi di Indonesia walau sangat sulit untuk menghilangkan judi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, tips dan trik yang bisa diterapkan di warnet, semoga dapat membantu rekan-rekan warnet yang baru terjun maupun baru mau menjalani bisnis warnet.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4101533953539006477?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4101533953539006477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/tips-trik-internet-sehat-bagi-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4101533953539006477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4101533953539006477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/tips-trik-internet-sehat-bagi-pengusaha.html' title='Tips &amp; Trik Internet Sehat Bagi Pengusaha  Warnet'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nrno7WJ8I/AAAAAAAAAO8/IdOCpLUCM3I/s72-c/peluang-usaha-ahasu-gnaulep.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5105926350670291295</id><published>2010-02-16T07:14:00.004+07:00</published><updated>2010-02-16T07:57:14.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet For Kids'/><title type='text'>Mengenalkan Internet di Usia 12 hingga 17 Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nkmIHUDZI/AAAAAAAAAO0/HP0udwon7UA/s1600-h/Kids+and+Internet+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nkmIHUDZI/AAAAAAAAAO0/HP0udwon7UA/s200/Kids+and+Internet+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438629368690904466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut ini adalah kiat mengenalkan Internet bagi anak-anak usia 12 hingga 17 tahun: &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Usia 12 s/d 14 tahun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah saat anak-anak mulai aktif menjalani kehidupan sosialnya. Bagi yang menggunakan Internet, kebanyakan dari mereka akan tertarik dengan online chat (chatting). Tekankan kembali pada kesepatakan dasar tentang penggunaan Internet di rumah, yaitu tidak memberikan data pribadi apapun, bertukar foto atau melakukan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenal melalui Internet, tanpa sepengetahuan dan/atau seijin orang tua.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 102, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pada usia ini anak-anak harus sudah memahami bahwa faktanya seseorang di Internet bisa jadi tidaklah seperti yang dibayangkan atau digambarkan. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak pada usia ini juga sudah saatnya mulai tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Sangatlah alamiah apabila seorang anak mulai tertarik dan penasaran dengan lawan jenisnya. Mereka akan mencoba melakukan eksplorasi untuk memenuhi rasa ketertarikan dan penasaran mereka. Dalam masa ini, orang tua harus waspada terhadap apa yang dilakukan anaknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang tua tidak harus berada di ruangan yang sama dengan sang anak ketika anak tersebut tengah menggunakan Internet. Tetapi anak tersebut harus tahu bahwa orang tua berhak untuk keluar-masuk ke dalam ruangan tersebut kapan saja dan menanyakan apa yang dilakukan anak tersebut ketika sedang online.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Janganlah terkejut apabila anak-anak mulai tertarik dengan materi-materi seksual. Bagaimana orang tua menghadapi hal tersebut, tentu saja tergantung kepada penilaian masing-masing orang tua terhadap materi tersebut. Yang harus diperhatikan adalah materi-materi seksual yang dapat ditemukan ditemukan di Internet adalah berbeda dan kerap lebih berani ketimbang yang bisa didapatkan di media cetak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang anak melakukan eksplorasi yang mendalam di Internet, bisa saja dia mendapatkan situs, chatroom atau mailing-list yang mengeksplorasi fantasi seksual, yang justru dapat mengganggu ataupun menakutkan bagi orang tua maupun anak yang bersangkutan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini menguatkan pendapat mengenai pentingnya pemasangan software filter, keterlibatan orang tua yang intensif, menekankan nilai dan norma keluarga serta meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antara orang tua dan anak. Masa ini merupakan masa yang tepat bagi kebanyakan orang tua untuk bercerita dan berbagi informasi tentang hal-hal seksual kepada anaknya. Tetapi di sisi lain, pemasangan software filter secara diam-diam ataupun tanpa persetujuan sang anak, bisa berdampak pada timbulnya resistansi sang anak kepada orang tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu kejujuran kepada sang anak menjadi penting, sehingga mereka tahu apa yang orang tua mereka lakukan dengan komputer mereka dan mengapa hal tersebut dilakukan. Jika orang tua ingin memasang software filter, haruslah dijelaskan kepada anaknya bahwa hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka dari materi-materi yang berbahaya atau tidak layak. Seperti keputusan untuk tidak membiarkan anaknya bepergian ke suatu tempat yang cenderung berbahaya, orang tua memiliki hak pula untuk melindungi anaknya melakukan surfing ke situs-situs yang negatif di Internet.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Usia 14 s/d 17 tahun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masa ini adalah masa yang paling menarik dan menantang dalam kehidupan seorang anak remaja dan orang tua. Seorang remaja akan mulai matang secara fisik, emosi dan intelektual. Mereka haus akan pengalaman yang terbebas dari orang tua. Ikatan-ikatan dengan keluarga tidak terlalu diperketat lagi, tetapi tetap tidak menghilangkan peranan pengawasan orang tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan remaja sangatlah rumit, sehingga mereka membutuhkan kebebasan sekaligus arahan pada waktu yang bersamaan. Remaja kerap melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, baik online maupun offline. Tidak jarang remaja memutuskan untuk bertemu muka dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet, tentu saja tanpa pengawasan orang tua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu perlu ditekankan benar-benar kepada remaja bahwa siapapun yang mereka kenal di Internet belumlah tentu seperti apa yang mereka bayangkan dan bisa jauh berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terkadang sulit untuk memberikan pemahaman kepada remaja, tidak jarang mereka memahami bahwa mereka pun sejatinya membutuhkan perlindungan terhadap pihak-pihak yang bermaksud mengeksploitasi mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 102, 255); text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Remaja haruslah diberikan pemahaman bahwa kontrol tetap berada di tangan mereka dengan cara tetap waspada terhadap keberadaan pihak yang dapat merugikan mereka.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahaya yang terbesar adalah jika seorang remaja putri bertemu dengan seseorang yang baru saja dikenalnya melalui Internet. Jika remaja putri tersebut tetap memaksa ingin bertemu, maka dia haruslah mengajak seorang sahabat atau teman dekatnya untuk menemaninya. Pertemuan tersebut haruslah di tempat publik yang terbuka dan banyak orang. Bagi orang tua, berpikir dan bertindaklah dengan berkacamata pada masa remaja dulu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapkan harapan yang masuk akal dan jangan berlebihan apabila suatu ketika anak remajanya melakukan sesuatu di Internet yang melanggar peraturan keluarga yang telah ditetapkan. Ini bukan berarti orang tua tidak boleh menanggapi secara serius dan menegakkan pengawasan serta disipilin, tetapi cobalah memandang sesuatu secara lebih luas lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika seorang remaja menceritakan sesuatu kepada orang tua tentang hal-hal negatif yang ditemuinya di Internet, respon orang tua janganlah mencabut hak anak remaja tersebut dalam menggunakan Internet. Orang tua harus bertindak sportif dan bekerjasama dengan anak remajanya untuk mencegah hal-hal yang negatif terulang lagi di kemudian hari. Ingatlah, tidak lama lagi seorang anak remaja akan berangkat dewasa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka tidak sekedar harus tahu tentang bagaimana cara bersikap yang baik, tetapi juga harus tahu bagaimana cara membuat pertimbangkan mana yang baik dan yang tidak, baik online maupun offline. Hal tersebut akan lebih bermanfaat dan sesuai bagi kehidupan mereka di masa depan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Internet Sehat&lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5105926350670291295?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5105926350670291295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/mengenalkan-internet-di-usia-12-hingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5105926350670291295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5105926350670291295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/mengenalkan-internet-di-usia-12-hingga.html' title='Mengenalkan Internet di Usia 12 hingga 17 Tahun'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3nkmIHUDZI/AAAAAAAAAO0/HP0udwon7UA/s72-c/Kids+and+Internet+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8763479759262601400</id><published>2010-02-15T13:58:00.002+07:00</published><updated>2010-02-15T14:02:34.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet For Kids'/><title type='text'>Mengenalkan Internet di Usia 2 hingga 12 Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3jxf8m_4RI/AAAAAAAAAOs/Yl972mvfiJQ/s1600-h/Internet+Safety.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3jxf8m_4RI/AAAAAAAAAOs/Yl972mvfiJQ/s200/Internet+Safety.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438362081197809938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kiat mengenalkan Internet bagi anak-anak usia 2 hingga 12 tahun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Usia 2 s/d 4 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usia balita, anak yang memulai berinteraksi dengan komputer harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Ketika banyak aktifitas dan situs yang bersesuaian dengan usia balita ini, melakukan surfing bersama orang tua adalah hal yang terbaik. Hal tersebut bukan sekedar persoalan keselamatan anak, tetapi juga untuk meyakinkan bahwa anak tersebut bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkuat ikatan emosional antara sang anak dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masuk usia ketiga, beberapa anak akan mendapatkan keuntungan jika mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan pengalaman baru dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya sendiri. Hal tersebut bukan berarti mereka dibiarkan menggunakan Internet secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik adalah orang tua tetap memilihkan situs yang cocok untuk mereka kunjungi dan tidak membiarkan sang anak untuk keluar dari situs tersebut ketika masih menggunakan Internet. Kita pun tidak perlu terus-menerus berada di samping sang anak,, selama kita yakin bahwa dia berada di dalam sebuah situs yang aman, layak dan terpercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Usia 4 s/d 7 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak mulai tertarik untuk melakukan eksplorasi sendiri. Meskipun demikian, peran orang tua masih sangat penting untuk mendampingi ketika anak menggunakan Internet. Dalam usia ini, orang tua harus mempertimbangkan untuk memberikan batasan-batasan situs yang boleh dikunjungi, berdasarkan pengamatan orang tua sebelumnya. Untuk mempermudah hal tersebut, maka orang tua bisa menyarankan kepada anaknya untuk menjadikan sebuah direktori atau search engine khusus anak-anak sebagai situs yang wajib dibuka saat pertama kali terhubung dengan Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan mendapatkan pengalaman yang positif jika berhasil meningkatkan penemuan-penemuan baru mereka di Internet. Inti permasalahan di sini bukanlah terpusat pada bagaimana menghindari situs-situs negatif, tetapi bagaimana caranya agar anak dapat tetap leluasa mengeksplorasi Internet dan mengunjungi sejumlah situs yang bermanfaat tanpa timbul rasa frustrasi atau ketidak-nyamanan pada dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Usia 7 s/d 10 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri, meskipun tak berarti tanpa adanya partisipasi dari orang tua. Tempatkan komputer di ruang yang mudah di awasi, semisal di ruangan keluarga. Ini memungkinkan sang anak untuk bebas melakukan eksplorasi di Internet, tetapi dia tidak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan pula untuk menggunakan software filter, memasang search engine khusus anak-anak sebagai situs yang boleh dikunjungi ataupun menggunakan browser yang dirancang khusus bagi anak. Pada masa ini, fokus orang tua bukanlah pada apa yang dikerjakannya di Internet, tetapi berapa lama dia menggunakan Internet. Pastikan bahwa waktu yang digunakannya untuk menggunakan komputer dan Internet tidaklah menyerap waktu yang seharusnya digunakan untuk variasi aktifitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah hal yang baik apabila anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk melakukan satu kegiatan saja, bahkan untuk hanya membaca buku ataupun menggunakan Internet sekalipun. Salah satu cara mencegah hal tersebut adalah dengan membatasi waktu online mereka, bisa dengan cara menggunakan aturan yang disepakati bersama atau dengan memasang software yang dapat membatasi waktu online. Penting pula diperhatikan bahwa saat mereka online, upayakan agar mereka mengunjungi berbagai macam situs, tidak sekedar satu-dua situs favorit mereka saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Usia 10 s/d 12 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pra-remaja ini, anak yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dan kebebasan. Inilah saat yang tepat untuk mengenalkan fungsi Internet untuk membantu tugas sekolah ataupun menemukan hal-hal yang berkaitan dengan hobi mereka. Perhatian orang tua tidak hanya pada apa yang mereka lihat di Internet, tetapi juga pada berapa lama mereka online. Tugas orang tua adalah membantu mengarahkan kebebasan mereka. Berikanlah batasan berapa lama mereka bisa mengggunakan Internet dan libatkan pula mereka pada kegiatan lain semisal olahraga, musik dan membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 12 tahun, anak-anak mulai mengasah kemampuan dan nalar berpikir mereka sehingga mereka akan membentuk nilai dan norma sendiri yang dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dianut oleh kelompok pertemanannya. Sebelumnya, norma keluargalah yang banyak berpengaruh. Pada usia ini, sangatlah penting untuk menekankan konsep kredibilitas. Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua yang dilihatnya di Internet adalah benar dan bermanfaat, sebagaimana belum tentu apa yang disarankan oleh teman-temannya memiliki nilai positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Internet Sehat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8763479759262601400?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8763479759262601400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/mengenalkan-internet-di-usia-2-hingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8763479759262601400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8763479759262601400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/mengenalkan-internet-di-usia-2-hingga.html' title='Mengenalkan Internet di Usia 2 hingga 12 Tahun'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3jxf8m_4RI/AAAAAAAAAOs/Yl972mvfiJQ/s72-c/Internet+Safety.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7069344547340931814</id><published>2010-02-15T13:16:00.005+07:00</published><updated>2010-02-15T14:03:01.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet For Kids'/><title type='text'>Tips Berinternet Secara Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3juGqawxFI/AAAAAAAAAOk/_SqXziJcXF0/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 90px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3juGqawxFI/AAAAAAAAAOk/_SqXziJcXF0/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438358348283036754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Belum lagi hilang dalam ingatan kita tentang peristiwa yang menimpa seorang remaja belia berumur 14 tahun yang kabur bersama teman lelakinya yang dikenal lewat situs pertemanan Facebook, kali ini nasib naas juga menimpa empat siswa kelas XI IPA 3 SMAN 4 Tanjungpinang yang telah berani mengkritik salah seorang gurunya lewat Facebook sehingga berakibat dikeluarkannya keempat siswa tersebut dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Facebook telah disalahgunakan oleh para penggunanya untuk hal-hal yang negatif. Kejadian seperti ini tentu saja perlu ditindaklanjuti sehingga ke depan tidak ada lagi pelanggan-pelanggan facebook yang memanfaatkan situs jejaring sosial tersebut untuk hal-hal yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua atau pendidik, kita perlu membekali diri dengan memberikan arahan kepada mereka atau setidaknya kita bisa memantau atau mengawasi perilaku anak-anak kita ketika sedang asyik menggunakan internet, agar mereka tidak melakukan perbuatan yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak salah langkah, mari kita ajak anak-anak kita untuk melakukan sembilan cara berinternet yang sehat, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, ingatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di Internet melakukan hal tersebut. Jadi, ketika sedang menggunakan internet atau chatting, berhati-hatilah. Karena kita tidak akan pernah tahu ketika ada orang yang mengaku a/s/l (age/sex/location) – nya adalah “19/f/jkt” (baca: umur 19 tahun, female/perempuan, berlokasi di Jakarta) dan bersekolah atau berkuliah di suatu tempat, sebenarnya adalah “40/m/anywhere” dan pengangguran, alias sama sekali bukan orang yang kita bayangkan atau kita imajinasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, janganlah mudah terpengaruh dengan data-data pribadi orang lain di internet yang menarik perhatianmu. Di internet banyak sekali orang iseng yang berpura-pura menjadi orang lain, entah menjadi lebih muda/tua ataupun mengaku perempuan/lelaki hanya untuk bercanda dan menjahili orang lain, hingga untuk menjebak atau membuat malu orang lain. Waspadalah dengan siapapun yang ingin tahu terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, tidak ada satu pun aturan di dunia yang mengharuskan kamu untuk bercerita jujur tentang jati diri kepada orang lain di internet. Simpanlah baik-baik informasi tentang nama, usia, alamat rumah, alamat sekolah dan nomor telepon. Jangan pedulikan permintaan dari orang yang baru dikenal di Internet. Percayakan pada instingmu, jika seseorang membuatmu tidak nyaman, tinggalkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, curahkan perasaanmu pada sahabatmu. Jika kamu berencana bertemu dengan seseorang yang kamu kenal di internet, ajaklah sahabatmu atau orang yang kamu percaya untuk menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;, pastikan agar sahabatmu di dunia nyata mengetahui apa yang tengah kamu pikirkan atau lakukan. Bahkan jika ada masalah, baik terhadap keluarga, sekolah maupun pacar, ceritakanlah pada sahabat atau orang yang kamu percaya di kehidupan nyata, bukan yang hanya kamu kenal di Internet. Bercerita kepada sahabatmu di kehidupan nyata jauh lebih baik dan lebih terpercaya daripada seseorang asing yang kamu kenal di sebuah chat room.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;, jka kamu menerima kiriman e-mail, file ataupun gambar-gambar yang isinya mencurigakan dari seseorang yang  tidak dikenal dan kamu tidak percaya, langsung hapus saja kiriman-kiriman tersebut. Perlakukan kiriman tersebut seperti layaknya sebuah e-mail sampah. Kamu bisa mendapatkan rugi yang besar hanya gara-gara mempercayai seseorang yang sama sekali belum pernah ditemui atau kenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;, hal tersebut juga berlaku pada link atau URL yang tampak mencurigakan. Janganlah kamu meng-klik apapun yang tidak kamu yakini sumbernya dan keamanannya, walaupun dengan alasan sekedar ingin mencari jawab atas rasa keingin-tahuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kedelapan&lt;/span&gt;, jauhi chat room atau mailing-list yang isinya provokatif ataupun berisi hal-hal negatif lainnya. Jangan mudah terperdaya rayuan-rayuan seseorang di internet yang mencoba mempengaruhi kamu agar menjadikannya seorang teman sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kesembilan&lt;/span&gt;, jangan pula mudah terpancing dengan provokasi seseorang yang memanas-manasi kamu untuk bertengkar di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan juga, Facebookers  tidak sembarangan mengumbar data di jejaring pertemanan ini. Karena memasang profil lengkap memang memudahkan kita untuk mendapat teman. Namun di sisi lain data itu justru bisa disalahgunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7069344547340931814?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7069344547340931814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/tips-berinternet-secara-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7069344547340931814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7069344547340931814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/02/tips-berinternet-secara-sehat.html' title='Tips Berinternet Secara Sehat'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S3juGqawxFI/AAAAAAAAAOk/_SqXziJcXF0/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-659686268696704446</id><published>2010-01-25T21:11:00.005+07:00</published><updated>2010-01-25T22:16:50.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Air Asin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S121Xdoh9uI/AAAAAAAAAOc/DcQ8Tt6wA3s/s1600-h/salt.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S121Xdoh9uI/AAAAAAAAAOc/DcQ8Tt6wA3s/s200/salt.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430696140374931170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ingin tahu bagaimana air laut memperoleh garam ? kali ini Gallery Pendidikan akan menghadirkan percobaan sains yang sangat menari untuk di coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: center;"&gt;&lt;li&gt;2 gelas kertas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pensil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;piring&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 lembar karton, warna hitam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;garam dapur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penyaring kopi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sendok pengukur, sendok makan (15 ml)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tanah liat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buatlah 6 lubang pada dasar gelas kertas dengan ujung pensil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempatkan kertas penyaring kopi di dalam gelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam gelas kertas yang satu lagi, campurkan satu sendok (15 ml) tanah dengan satu sendok (15 ml) garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuangkan campuran tanah dan garam ke dalam gelas yang dipasangi kertas penyaring kopi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan karton manila hitam di piring.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari tanah liat, buatlah kaki-kaki untuk menopang gelas di atas karton hitam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuangkan 3 sendok air ke atas campuran tanah dan garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan air menetes dari dalam gelas ke atas karton hitam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan kertas agar kering. Akan lebih cepat bila kertas diletakkan di bawah sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hal apakah yang akan terjadi dari percobaan di atas ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kristal-kristal garam berwarna putih akan terbentuk pada karton hitam.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mengapa bisa demikian ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mengalir menembus tanah, garam laut dalam air akan terkumpul di atas karton hitam. Bila air menguap dari kertas, garam kering tertinggal. Di alam, air hujan melarutkan garam yang terdapat dala tanah. Jika air ini masuk ke sungai yang mengalir ke laut, garam yang dibawanya akan ditambahkan ke dalam air laut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-659686268696704446?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/659686268696704446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/air-asin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/659686268696704446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/659686268696704446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/air-asin.html' title='Air Asin'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S121Xdoh9uI/AAAAAAAAAOc/DcQ8Tt6wA3s/s72-c/salt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-371860873341403849</id><published>2010-01-22T18:27:00.005+07:00</published><updated>2010-01-23T06:30:44.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI CERITA'/><title type='text'>Enaknya Jadi Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1o1Emp9n4I/AAAAAAAAAOU/1WTGpGsNmT4/s1600-h/teacher.jpg.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1o1Emp9n4I/AAAAAAAAAOU/1WTGpGsNmT4/s200/teacher.jpg.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429710653960855426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika sedang ada diskon  30% all item di Gramedia TP, sayapun tak mau ketinggalan untuk ikut meramaikan event tersebut. Mumpung ada buku desain graphic Corel Draw dan Photoshop yang saya inginkan sejak lama, berhubung harganya yang terlalu mahal sehingga untuk membelinya harus pikir-pikir dulu dan akhirnya ada juga kesempatan untuk memilikinya. Lumayan dalam kesempatan tersebut saya mendapatkan dua buah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil mendapatkannya, sambil ikut berdesak-desakan, satu persatu saya memperhatikan rak-rak pajangan yang berjejer. Tak sengaja pandangan saya tertumbuk pada sebuah buku yang terpajang di rak bagian Pendidikan. Melihat judulnya saja membuat minat saya tergugah untuk membacanya. Buku yang menarik perhatian saya tersebut berjudul "&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Inspiring Education&lt;/span&gt;" yang berisi Kumpulan Kisah Nyata Pembelajaran Anak SD serta Teori dan Tips Solusi untuk guru dan orang tua (Wah sepertinya menarik sekali). Karena tidak ingin seperti membeli kucing dalam karung saya mencoba untuk membuka segel buku tersebut karena  saya takut kecewa isi di dalamnya kurang bagus. Namun selintas pintas membaca isi yang terkandung di dalamnya semakin membuat hati ingin terus membacanya. Muncullah bisikan dalam hati untuk membelinya meskipun waktu berangkat saya niatkan hanya membeli buku yang menjadi incaran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dorongan hati inilah sayapun lantas mengeluarkan anggaran tambahan untuk membeli satu buku lagi. Plong rasanya hati ini setelah mendapatkan buku tersebut. Meskipun saya agak-agak takut untuk mengintip kocek yang ada di dalam dompet dan berapa yang tersisa dari kocek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah buku tersebut langsung saya lahap, dan dua buku desain graphic yang ingin saya pelajari langsung tersingkir (ditunda dulu membacanya). Dari berbagai kisah yang dihadirkan di dalam buku tersebut, kisah-kisahnya memang mampu memberikan inspirasi bagi kita sebagai orang tua maupun pendidik, terutama dengan adanya gambaran dari pengalaman penulis ketika memperhatikan dunia pendidikan disekitarnya agar kita pun turut serta memikirkan kemajuan pendidikan di tanah air kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pengunjung setia Gallery Pendidikan tidak penasaran, dan terutama sebagai bahan perenungan para pendidik, berikut ini akan saya hadirkan cuplikan dari kisah yang terdapat dalam buku tersebut dengan judul "Enaknya Jadi Guru"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Enaknya Jadi Guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah sangat khawatir dengan anaknya yang tidak pernah mengutarakan cita-citanya. Saat ini, anaknya yang bernama Badi itu kelas 5 SD. Sudah berkali-kali sang ayah bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Badi, kalau besar, kamu mau jadi apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Badi hanya menggelengkan kepala. Namun, pernah juga dia merespon sesekali, "Nggak tahu, deh." Atau dengan kalimat yang semakna, "Terserah saja" dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ayah Badi sangat khawatir jika ada kelainan pada diri anaknya. Berdasarkan pengalaman beliau dengan para kakak Badi, pada usia itu mereka sudah pernah menyebut, paling tidak satu cita-cita. Contohnya Badu, yang sejak TK ingin jadi astronot. Atau Budi, waktu kelas 3 SD bercita-cita menjadi dokter, dan Sri yang saat kelas 2 SD bersemangat ingin menjadi penjahit ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang ayah sebenarnya tak pernah memaksa anak-anaknya untuk memilih pofesi tertentu. "Yang penting baik dan halal," kata beliau menjelaskan. tapi sikap Badi memang unik, sekaligus membuat ayahnya bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi bagaimana Bu Psikolog, cara saya bertanya pada anak saya tentang cita-citanya? Apakah memang anak saya tipe yang tidak suka ditanya? Atau mungkin dia bosan dengan pertanyaan saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Psikolog pun menyarankan sang ayah untuk mencari strategi lain yang menghindarkan kesan bagi Badi bahwa dia merasa dites dan digurui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bagaimana jika sesekali dalam situasi santai, Bapak dan Ibu bercerita tentang pengalaman keluarga meraih cita-cita? Kita tidak usah bertanya pada anak-anak, mereka mau jadi apa jika besar nanti. Jadi untuk tahap ini, sekadar sharing. Semoga ini bisa menjadi pancingan awal. Dalam kesempatan lain, baru kita bisa mulai bertanya pendapat anak-anak tentang cita-cita tertentu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Orangtua Badi mengangguk setuju. Dari wajahnya sang ibu mau mencoba cara ini. "Perlahan tapi pasti ya Bu?" katanya seolah mengingatkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa minggu kemudian, orang tua Badi kembali berkunjung ke biro psikologi. Masih tampak rasa kekhawatiran pada wajah mereka. Bahkan kali ini, ada gurat kekecewaan yang cukup mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bu Psikolog, kami mau curhat lagi,"ayah Badi memulai pembicaraan. "Beberapa hari lalu, anak kami Badi spontan mengemukakan cita-citanya. kami ikuti saran Ibu untuk bercerita santai dulu beberapa kali. Ibu benar, tanpa ditanya, akhirnya Badi mau terlibat dalam pembicaraan bersama akak-kakaknya. Dia bilang ingin menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Psikolog mengucapkan pujian. "Cita-cita sebagai guru itu kan mulia. Tapi kenapa Bapak dan Ibu tampak kecewa?" tanyanya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Awalnya kami juga sangat gembira Bu, bahkan suami saya sempat terharu hingga menitikkan air mata," kata Ibu Badi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Sayangnya tak lama kemudian, Badi memberi tahu kami alasannya mau jadi guru. Dia bilang "Ayah, aku kalau sudah besar mau jadi guru aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Wah, ayah sangat bangga sama kamu Nak, begitu dong. Guru adalah pekerjaan yang mulia, "kata suami saya. Badi mengangguk setuju dan menambah komentarnya, "iya jadi guru enak. Nggak usah pintar juga nggak apa-apa."&lt;br /&gt;"Suami saya kaget dengan penuturan anak kami. Beliau bertanya, "Kata siapa jadi guru tak usah pintar ? Justru guru itu harus pintar karena harus mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya, Nak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tapi anak saya tidak mau kalah. 'Ah, guruku nggak pintar kok, Yah. Kalau rajin masuk memang iya. Tiap hari menyuruh temanku yang menjadi sekretaris kelas supaya menulis di papan tulis, dan yang lain mencatat. Setelah itu, mengerjakan tugas. Terus, kalau sudah selesai dapat tanda tangan deh dari guru. Enak banget jadi guru. Kerjanya santai, terus gajinya kan sekarang gede.' Nah, begitu Bu, kata anak saya dengan penuh kekaguman. Waktu itu, ayahnya sampai tak bisa berkata-kata. Beliau tak menyangka alasan Badi menjadi guru ternyata karena melihat sisi negatifnya. Saya pun khawatir apakah guru itu begitu 'spesial' sehingga menjadi 'inspirasi' bagi anka bungsu kami." Ibu Badi tampak prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Saya tak tahu, Bu Psikolog. Apakah harus kecewa sama guru anak saya atau kecewa dengan anak saya. Saya tak menyangka, sekian lama saya tunggu apa sebenarnya cita-citanya, ternyata ingin menjadi guru yang tidak profesional, "kata ayah badi berapi-api. "Yang lebih menyedihkan lagi, ternyata sekian tahun anak saya bersekolah di sana, dia mendapatkan guru yang model mengajarnya kurang sesuai dengan harapan kita. Sayangnya sudah telanjur, Bu. Jadi apa yang bisa saya lakukan supaya pemahaman anak saya tentang guru tidak seperti itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sesaat psikolog menatap kedua orangtua itu dengan keyakinan yang tidak utuh. "Ada banyak hal yang harus kita kondisikan, Pak. Perlu usaha keras bagi kita untuk meyakinkan Badi bahwa tidak semua guru memiliki kebiasaan menyuruh para siswanya banyak mencatat. Kita pun perlu me,beri contoh konkret bagi Badi sehingga bisa mengubah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt;-nya tentang seorang guru. Tantangannya adalah bukan hanya Badi yang perlu dijelaskan, tapi apa yang bisa kita lakukan agar para guru itu mendapatkan semacam pencerahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang psikolog terdiam. Sesat beliau mengingat kata-kata John Gardner yang mengatakan : W&lt;span style="font-style: italic;"&gt;e teach who we are&lt;/span&gt;. Jelas-jelas cara guru mengajarkan para siswanya secara monoton seeprti itu merupakan refleksi kemampuannya yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;Sumber : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Inspiring Educatio&lt;/span&gt;n by Lara Fridani &amp;amp; APE Lestari, Penerbit Elex Media Komputindo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-371860873341403849?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/371860873341403849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/enaknya-jadi-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/371860873341403849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/371860873341403849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/enaknya-jadi-guru.html' title='Enaknya Jadi Guru'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1o1Emp9n4I/AAAAAAAAAOU/1WTGpGsNmT4/s72-c/teacher.jpg.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4162748385714047750</id><published>2010-01-22T07:11:00.003+07:00</published><updated>2010-01-22T07:29:55.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><title type='text'>Salahkah metode flashcard ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1jwq14pAoI/AAAAAAAAAOM/C-CW0FqsqA0/s1600-h/flashcard3-big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1jwq14pAoI/AAAAAAAAAOM/C-CW0FqsqA0/s200/flashcard3-big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429353969604952706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memberikan stimulasi kepada bayi atau anak dengan metode flash card saat ini sering dipraktekkan. Di kalangan para ahli psikologi dan perkembangan anak, memberi stimulasi dengan metode flash card ini mengundang pro dan kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menilai metode ini baik selama sifatnya tidak memaksa dan disesuaikan dengan tahapan. Namun ada pula yang berpendapat stimulasi dengan cara flash card bukanlah stimulasi alami seperti halnya aktivitas bermain pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ahli yang menentang metode stimulasi flash card adalah Psikolog dan Playtherapist dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si. Dalam pandangannya, mengajarkan anak dengan flash card termasuk kategori overstimulation atau stimulasi yang berlebihan. "Tidak benar menyuruh bayi belajar, misalnya dengan flash card karena ini adalah overstimulation. Seorang pakar bermain Brian Sutton-Smith menegaskan ini sudah termasuk cognitive child labor atau secara kognitif anak sudah dipekerjakan terlalu keras," ungkap Mayke di Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Mayke, ketika orang tua menyodorkan flash card berarti anak harus diam dan diminta memperhatikan sehingga anak sudah dituntut untuk belajar. "Di sana yang lebih ditekankan adalah faktor kognitifnya. Padahal di usia awal pertumbuhan yang harus dikembangkan adalah senses-nya (sensomotorik), bukan memori. Artinya, bukan melatih memori secara khusus dengan diperlihatkan flash card. Itu sudah termasuk belajar yang sepertinya ada target yang ingin dicapai. Jadi sudah bukan bermain lagi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayke mengakui bahwa dengan pemberian metode flash card yang sifatnya singkat-singkat, mungkin anak akan cepat menangkap, mengingat dan mempelajarinya. Ada banyak penelitian yang mendukung maupun yang menentang metode ini. "Tentu penelitian itu ada yang pro dan kontra. Ada yang mengatakan itu bagus. Tetapi kontra juga sudah mengatakan bukti-bukti bahwa itu tidak baik bagi perkembangan anak karena masa anak adalah masa bermain di mana mereka tak bisa dituntut untuk diam dan belajar dengan suatu materi," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayke juga menilai dengan metode flash card hanyalah membantu percepatan kemampuan untuk sementara, dan yang dikhawatirkan justru anak akan jenuh sebelum waktunya. "Dari hasil penelitian menunjukkan, rangsangan terlalu dini yang sifatnya overstimulation ketika anak sudah bisa membaca hanya merupakan percepatan yang bersifat sementara. Tetapi saat mereka sudah menginjak kelas 4 SD dan prestasinya dibandingkan, tidak ada perbedaan yang signifkan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti penelitian yang kontra dengan metode flash card tersebut, kata Mayke, salah satunya adalah yang dimuat film berjudul Smart Babies dari Discovery Health Channel. "Di situ, apa dikemukakan Glenn Doman dimentahkan, melalui penelitian psikologis. Para ahli yang dilibatkan dalam riset itu adalah psikiater, ahli neurologi, psikolog anak, pendidik anak," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga dikhawatirkan, kata Mayke, bila orang tuanya ambisius, mereka menginginkan target tertentu. "Ketika anaknya diajarkan, lalu mereka frustasi, nah itu bahayanya. Metode ini juga dapat memancing orang tua untuk membenarkan bahwa sejak bayi anak harus belajar" ujarnya.&lt;br /&gt;Yang lebih baik, lanjut Mayke, anak diberikan metode dengan apa yang mereka alami secara faktual bukan melalui gambar. "Flash card hanya gambar, gambar yang tidak faktual. Lebih baik mereka belajar misalnya apa itu bola dengan cara memagang dan memainkannya. Karena yang penting dalam tahap ini adalah sensomotor, semua indera perlu dirangsang, Jadi anak tidak hanya belajar dengan melihat dan mengingat kartu-kartu itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menekankan kembali bahwa pada usia batita yang perlu dirangsang adalah sensomotoriknya karena kemampuan berpikirnya masih pra-operasional sehingga yang harus diberikan adalah sesuatu yang konkret, nyata, dialami, dirasakan. Akan lebih baik bila anak-anak atau bayi diterjunkan langsung dengan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun mau memperkenalkan gambar kepada anak, lanjut Mayke, orang tua mungkin dapat melakukannya dengan cara menghubungkannya langsung dengan sesuatu yang nyata. "Pada anak usia setahun misalnya sambil dipangku, kita perlihatkan gambar mobil lalu lihat juga mobil ayah seperti apa. Jadi related to something very completely real," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : kompas.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4162748385714047750?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4162748385714047750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/salahkah-metode-flashcard.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4162748385714047750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4162748385714047750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/salahkah-metode-flashcard.html' title='Salahkah metode flashcard ?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1jwq14pAoI/AAAAAAAAAOM/C-CW0FqsqA0/s72-c/flashcard3-big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5709518434904081538</id><published>2010-01-20T18:46:00.004+07:00</published><updated>2010-01-20T19:38:59.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Children'/><title type='text'>Sifat Anak dan Cara Mengarahkannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1b4jvVT5uI/AAAAAAAAAOE/8rZuHFnVYJ0/s1600-h/stockphotopro_994171GUM_no_title.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1b4jvVT5uI/AAAAAAAAAOE/8rZuHFnVYJ0/s200/stockphotopro_994171GUM_no_title.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428799693726672610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap anak memiliki dasar bibit sifat atau watak yang berbeda-beda. Jika tidak diarahkan secara tepat, bisa saja bibit mendasar itu berubah menjadi sifat negatif, seperti pemalas, cuek, dan egois.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali lebih dini bibit sifat itu memudahkan orang tua dan pendidik dalam mengarahkan anak untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa sifat negatif yang perlu "diluruskan" sejak dini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Anak Egois&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal utama yang terlihat dari seorang anak egois adalah sikap keras kepala. Biasanya, orang cepat kehilangan kesabaran saat menghadapi anak seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak cenderung ingin menang sendiri, tidak mau mendengarkan orang lain dan harus dituruti keinginannya. Bila tidak, biasanya anak akan mengeluarkan berbagai macam ancaman-ancaman, seperti : mogok makan, menangis berteriak-teriak, berguling-guling, dan ada yang menyakiti dirinya sendiri, misalnya membenturkan badan atau kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menemukan anak seperti ini, bagaimana cara menanganinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan panik saat anak berulah. Hadapilah anak secara sabar. Hal yang penting yang ingin didapatkan oleh anak seperti ini adalah perhatian. Jadi, saat ia berubah pastikan saja ia mengerti bahwa anak sedang memerhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Anak Perajuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempunyai watak yang cepat ngambek. Hampir mirip seperti anak egois. Hanya saja, anak perajuk tidak menunjukkan sikap yang keras. Padahal , ini disebabkan karena anak merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Anak Pemalas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah anak yang enggan melakukan kewajibannya. Anak cenderung mengendalikan orang lain untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Jika anak-anak menunjukkan gelagat seperti ini, langkah yang baik untuk mengatasinya adalah memberikan contoh, sekaligus pengertian secara konsisten. Berikan padanya tanggung jawab sejak dini, paling tidak yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Misalnya, merapikan mainannya, atau meletakkan baju kotor ke tempat yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak Pendendam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia dini, anak yang bersifat pendendam cenderung terlihat membalas perlakuan seseorang padanya secara kasar demi memuaskan kekesalannya. Jika tidak ditangani secara tepat, sifat ini bisa terbawa hingga dewasa dan anak merasa hal yang dilakukan itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Anak Pemalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri anak pemalu dalah jarang memulai pembicaraan sebelum diajak berbicara, anak pemalu cenderung menutup diri, sehingga sulit ditebak keinginannya. Selain itu anak pernah terkesan kurang sosialisasi.&lt;br /&gt;Sebagai pendidik, khususnya di usia dini harus dengan sabar melatih anak agar tidak takut mengemukakan pendapatnya. Ajaklah anak untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan di luar rumah sehingga terbuka peluang bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : Pendidikan Anak Usia Dini 'Antara Teori dan Praktik' by Danar Santi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5709518434904081538?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5709518434904081538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/sifat-anak-dan-cara-mengarahkannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5709518434904081538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5709518434904081538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/sifat-anak-dan-cara-mengarahkannya.html' title='Sifat Anak dan Cara Mengarahkannya'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1b4jvVT5uI/AAAAAAAAAOE/8rZuHFnVYJ0/s72-c/stockphotopro_994171GUM_no_title.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6979757319501828584</id><published>2010-01-19T18:37:00.008+07:00</published><updated>2010-01-19T20:58:48.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Mengapa Air Laut Di Kutub Tidak Membeku ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1W6AUB7gZI/AAAAAAAAAN8/Eq0obUQCOco/s1600-h/air+beku3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1W6AUB7gZI/AAAAAAAAAN8/Eq0obUQCOco/s320/air+beku3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428449440404570514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Coba siapa yang tahu mengapa air laut di kutub yang terkenal dingin itu tidak membeku ? Bingung mecari jawabannya ? Nah di percobaan sains kali ini Gallery Pendidikan akan mengajak Anda dan putra-putri untuk melakukan suatu percobaan yang tak kalah asyiknya. Tapi pertama-tama siapkan dulu Alat dan bahan-bahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Alat dan Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: center;"&gt;&lt;li&gt;2 gelas plastik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;garam dapur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sendok pengukur, sendok makan (15 ml)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;spidol&lt;/li&gt;&lt;li&gt;lemari es&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: center;"&gt;&lt;li&gt;Isi kedua gelas masing-masing setengahnya dengan air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Larutkan 1 sendok garam ke dalam air salah satu gelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berilah tanda huruf G pada gelas yang berisi air garam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taruhlah kedua gelas dalam ruang pembeku lemari es.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amati kedua gelas setelah 24 jam.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1W5L2lVyXI/AAAAAAAAAN0/o7WXEKERjig/s1600-h/air+beku+4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 166px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1W5L2lVyXI/AAAAAAAAAN0/o7WXEKERjig/s200/air+beku+4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428448539146832242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Coba amati bagaimana hasilnya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya...ternyata hasilnya adalah air garam tidak membeku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204); font-weight: bold;"&gt;Mengapa demikian ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya air murni membeku pada suhu 0 derajat Celcius, tetapi air larutan garam membeku pada suhu lebih rendah. makin banyak garam yang terlarut, lebih rendah suhu yang diperlukan untuk membekukan larutan. Garam yang terlarut menghalangi molekul-molekul air bergabung membentuk kristal es. Air asin di lautan akan membeku bila suhu cukup rendah. Ketika terbentuk balok-balok es di kutub, garam tertinggal dalam air, sehingga air makin dan lebih sukar membeku. Karena itu masih ada cair pada suhu di bawah nol derajat Celcius.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6979757319501828584?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6979757319501828584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/mengapa-air-laut-di-kutub-tidak-membeku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6979757319501828584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6979757319501828584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/mengapa-air-laut-di-kutub-tidak-membeku.html' title='Mengapa Air Laut Di Kutub Tidak Membeku ?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S1W6AUB7gZI/AAAAAAAAAN8/Eq0obUQCOco/s72-c/air+beku3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8152865677160616965</id><published>2010-01-15T09:02:00.003+07:00</published><updated>2010-01-15T09:17:29.150+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Faktor Pendukung Kecerdasan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0_P2POEDvI/AAAAAAAAANc/9ScvXOjnb_4/s1600-h/child_genius430x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0_P2POEDvI/AAAAAAAAANc/9ScvXOjnb_4/s200/child_genius430x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426784606710140658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak yang cerdas bukan hanya karena faktor keturunan, banyak hal lain yang bisa medukung anak menjadi pintar. Faktor-faktor pendukung kecerdasan anak itu antara lain dapat diasah dan dibentuk dari dalam diri anak atau dari hasil didikan orang tua. Di bawah ini beberapa contoh yang mendukung kecerdasan anak tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Motivasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi adalah bagaimana cara orang tua untuk memberi semangat kepada anak agar mereka mau belajar, karena tanpa hal tersebut maka anak akan menjadi pribadi mudah menyerah dan putus asa sehingga anak menjadi malas untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    IQ (intelectual Quotient) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seorang anak untuk belajar menggunakan kepintaran otak kiri dan kanannya. Setiap anak mempunyai IQ yang berbeda tergantung dari latihan-latihan dan kemampuan otak nya untuk menyerap pelajaran yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    EQ (Emotional Quotient) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seorang anak untuk mengusai dirinya dan dapat mengendalikan emosi sehingga memiliki kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Kecerdasan visual &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seorang anak untuk menuangkan apa yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk kreatifitas, misal: Menggambar, mewarnai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Faktor lingkungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lingkungan yang baik dan positif baik dirumah dan sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku anak untuk membantu mereka mengembangkan kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Kecerdasan berkomunikasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melatih anak dalam berkomunikasi yang baik dapat membuat anak belajar dan berani dalam menuangkan pikiran dan gagasanya dalam bentuk kata-kata sehingga dapat melatih anak memiliki kepercayaan diri bila bicara di depan umum. Orangtua dapat memberikan contoh dengan berbicara yang baik dan sopan kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.    Makanan bergizi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang memberikan anak gizi yang baik dengan memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna tentu akan membuat anak memiliki tubuh yang kuat,sehat dan perkembangan otak yang sempurna sehingga anak menjadi pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.    Membaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan anak buku-buku yang bermanfaat dapat menambah pengetahuan dan wawasannya dan juga melatih anak senang membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.    Kemampuan bersosialisasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan melarang anak untuk bermain, karena dengan bergaul dengan teman-temannya anak melatih kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang sehingga medapat mendukung keberhasilannya di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10.    Kecerdasan Perilaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang diajarkan untuk berperilaku yang baik dan sopan juga melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain sehingga anak menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang disekitarnya. Selain semua itu dukungan dan perhatian dari orang tua adalah faktor yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan anak, kembangkan kecerdasan anak dari berbagai cara yang positif demi keberhasilan anak dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : e-SmartSchool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8152865677160616965?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8152865677160616965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/faktor-pendukung-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8152865677160616965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8152865677160616965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/faktor-pendukung-kecerdasan-anak.html' title='Faktor Pendukung Kecerdasan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0_P2POEDvI/AAAAAAAAANc/9ScvXOjnb_4/s72-c/child_genius430x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1661585203840245423</id><published>2010-01-14T09:49:00.015+07:00</published><updated>2010-01-14T12:29:37.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Laptop Buat Si Kecil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan serba canggih membuat kita harus siap untuk menerimanya. Sebagai orang tua kita juga seharusnya bisa mengikuti perkembangan tersebut guna memantau perilaku anak yang semakin hari juga semakin kritis dan melek akan keberadaan alat-alat teknologi. Tentunya Anda juga ingin mengajari anak Anda cara menggunakan komputer dan internet agar mereka lebih mengenal alat-alat tersebut dan cara penggunaannya secara aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda ingin membelikan sebuah komputer atau laptop maupun netbook untuk si kecil, Anda pasti bingung bagaimana barang yang cocok bagi mereka dan aman serta apa saja spesifikasi yang harus dimiliki oleh barang tersebut.  Dengan banyaknya laptop atau netbook yang beredar dipasaran Anda memang dituntut jeli dalam memilihnya agar Anda tidak kecewa dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa kini telah hadir sebuah netbook yang memang didesain khusus untuk anak-anak. Netbook adalah komputer jenis laptop. Bedanya , netbook biasanya berukuran lebih mungil daripada laptop. Selain itu, netbook seringkali tidak dilengkapi pemutar CD/DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netbook memang dibuat lebih sederhana daripada laptop sesungguhnya.  Netbook dirancang dengan tujuan utama agar para penggunanya dapat mengakses internet secara mudah. Laptop mungil ini memang sengaja di buat untuk menjelajah internet (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;net browsing&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Anda tidak bingung dan bimbang dalam memilih sebuah lapoto untuk si kecil, gallery pendidikan akan memberikan Anda ulasan mengenai beberapa produk laptop yang memang khusus didesain untuk anak-anak. Keterangan berikut ini mungkin cocok buat si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;DELL&lt;/span&gt; MINI INSPI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ON NICKELODEON EDITION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06q_4royYI/AAAAAAAAANM/idI8qkY1agk/s1600-h/dell-inspiron-mini-nickelodeon-edition.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06q_4royYI/AAAAAAAAANM/idI8qkY1agk/s200/dell-inspiron-mini-nickelodeon-edition.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426462615551920514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak Anda tentu tidak asing lagi dengan serial-serial kartun seperti Spongebob Squarepants, Dora The Explorer, Jimmy Neutron, Atau Avatar : The Legend of Aang. Jika Anda  ingin anak-anak Anda bisa selalu "terhubung" dengan tokoh-tokoh kesayangannya tadi, laptop yang satu ini cocok untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dell Inspiron Mini Nickelodeon Edition adalah salah satu laptop baru buatan Dell yang memungkinkan si kecil mengakses konten-konten terbaru dari Nickelodeon selaku pembuat serial-serial kartun di atas dengan konsep mobile entertainment.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dell Inspiron Mini Nickelodeon Edition dirilis dengan dua pilihan jenis prosesor, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Intel Atom N270 (1.6GHz/533MhzFSB/512K L2Cache)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intel Atom N280 (1.66GHz/667MHz&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Memori : 1 GB DDR 2 SDRAM, 533 MHz.&lt;br /&gt;Untuk keperluan grafik, laptop ini menggunakan chipset integrated intel 945GSE UMA Graphics Media  Accelerator dan layar LCD 10.1" dengan resolusi 1024x600.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan media penyimpanan Internal berupa Hard Disk Drive SATA 2.5" 5400 RPM berkapasitas 160 GB, laptop ini juga sudah dilengkapi Integrated Webcam 1.3 mega pixel, baterai Li-Ion 3 sel 24Whr serta konektivitas Bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pilihan koneksi Wi-Fi, tersedia dua pilihan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dell 1397 WLAN 802.11g - Half mini-card.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dell 1510 WLAN 802.11g/n Mini Card.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bobot laptop dengan dimensi tinggi 26,8 (depan) - 28,3 mm (belakang), panjang 261 mm, serta lebar 182 mm ini terbilang cukup ringan, hanya 3 pon (termasuk baterai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan-pilihan port konektivitas peripheral cukup lengkap, Tersedia 3-in-1 Card Rider, 3 port USB, serta jack audio (microfon dan speaker).&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Fitur-Fitur Ekstra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, selain desain yang menarik dengan warna hijau cerah, fitur andalan Dell Inspiron Mini Nickelodeon Edition ini juga berhubungan dengan Nickelodeon. Di antaranya akses langsung ke situs &lt;a href="http://www.nick.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Nick.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang memungkinkan anak-anak langsung mengakses konten asli Nickelodeon seperti wallpaper, desktop gadget, maupun game yang tentu saja berisi karakter-karakter dari Nickelodeon.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06cWniuXDI/AAAAAAAAAME/fndbWyvPuRU/s1600-h/dell-nickelodeon-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06cWniuXDI/AAAAAAAAAME/fndbWyvPuRU/s200/dell-nickelodeon-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426446513413708850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06rRLqN29I/AAAAAAAAANU/uwO4bV_YBVs/s1600-h/Dell-Mini-10v-Nickelodeon-Edition.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06rRLqN29I/AAAAAAAAANU/uwO4bV_YBVs/s200/Dell-Mini-10v-Nickelodeon-Edition.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426462912704011218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada pula akses media streaming untuk acara-acara Nickelodeon melalui Nickelodeon broadband media player.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur lain yang patut dicoba adalah akses ke &lt;a href="http://www.whyville.net/smmk/nice"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Whyville&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sebuah lingkungan virtual yang memungkinkan anak-anak berinteraksi, bermain dan belajar dengan anak-anak lain dari seluruh dunia melalui berbagai aktivitas edukatif secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang ditawarkana dipasaran berkisar $329 atau sekitar Rp 3.300.000. Harga  tersebut sudah termasuk sistem operasi Genuine Windows XP Home SP3 dan lisensi McAfee Security Center yang berlaku selama 15 bulan.&lt;br /&gt;Harga bisa berubah jika Anda melakukan personalisasi laptop dengan mengganti tipe baterai, mengganti lisensi McAfee, menambah drive optik eksternal, menambah mouse, maupun tas. Personalisasi ini bisa dilakukan bila Anda membeli secara online di &lt;a href="http://ecomm.dell.com/dellstore/basket_saved.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;s=bsd&amp;amp;itemtype="&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Dell Online Store&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kelebihan dan Kekurangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelebihan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harga lebih murah, desain ramping, webcam 1.3 MP, tersedia akses streaming media secara online, dimensi layar lebih besar, Bluetooth, tersedia opsi personalisasi untuk pembelian secara online.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kekurangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak tersedia drive optik internal, hanya tersedia satu pilihan warna, tidak ada aplikasi "ekstra" dari Nickelodeon, bobot sedikit lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ASU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt; DI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SNEY NETPAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalau Dell menggandeng Nickelodeon, ASUS pun tidak mau ketinggalan dengan menggandeng Disney untuk merilis sebuah netbook yang diberi nama Disney Netpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netbook yang sebenarnya merupakan varian dari ASUS EeePC ini dirancang untuk menunjang kegiatan berkomputer bagi anak-anak agar terasa lebih menyenangkan dan lebih aman saat berselancar di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disney Netpal menggunakan prosesor Intel Atom N270 dan RAM 1 GB DDR 2. Layar yang digunakan adalah LCD 8.9" dengan resolusi 1024x600.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedia dua tipe Disney Netpal, yaitu MK 90 dengan media penyimpan internal berupa SSD 16 GB  dan tipe MK 90H yang dilengkapi HDD berkapasitas 160 GB. Untuk konektivitas peripheral, tersedia 3 buah port USB, port VGA-out, Ethernet, jack audio (mikrofon dan speaker) dan multicard reader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disney Netpal juga dilengkapi webcam 0.3 Mega Pixel dan dukungan jaringan Wi-Fi (802.11b/g/n). Netbook seberat 2.2 pon ini diklaim memiliki ketahanan baterai hingga 5 jam. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows XP Home yang telah dirancang khusus. Dan seperti kebanyakan netbook, Disney Netpal juga tidak dilengkapi drive optik internal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Fitur-Fitur Ekstra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06qkzhP3QI/AAAAAAAAANE/mqndImK5waY/s1600-h/3634391342-b6c364b504.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06qkzhP3QI/AAAAAAAAANE/mqndImK5waY/s200/3634391342-b6c364b504.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426462150309698818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan Disney Netpal tampaknya sengaja di desain agar benar-benar bernuansa Disney. Mulai dari dua pilihan warna, Princess Pink dan Magic Blue, yang keduanya dilengkapi logo Disney, hingga tampilan user Interface unik bernuansa Disney yang tentu akan membuat kegiatan berkomputer lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06opNjL_kI/AAAAAAAAAMs/Kkue8C6Hx0U/s1600-h/asus_disney_netpal_netbook2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06opNjL_kI/AAAAAAAAAMs/Kkue8C6Hx0U/s200/asus_disney_netpal_netbook2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426460026993376834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;Princess Pink&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06ppyS5N4I/AAAAAAAAAM8/XMVuwOLavt0/s1600-h/disney-netpal-asus-magic-blue-netbook-0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06ppyS5N4I/AAAAAAAAAM8/XMVuwOLavt0/s200/disney-netpal-asus-magic-blue-netbook-0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426461136368777090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Magic Blue&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika si kecil bosan, tampilan desktop-nya pun dapat dipersonalisasi dengan themes film-film Disney seperti Toy Story, Cars, Lili &amp;amp; Stich atau Hanah Montana. Dalam desktop-nya sendiri tersedia berbagai widget menarik yang akan memudahkan si kecil mengakses beragam aplikasi yang ada maupun berkunjung ke situs-situs favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur andalan lainnya adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disney Pix&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disney Mix&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disney Pix&lt;/span&gt; Si kecil dapat melakukan pengeditan gambar dengan mudah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06nE2CLmuI/AAAAAAAAAMc/F_X3ykGo3-k/s1600-h/asus-disney-netpal-fun-cam-090816.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06nE2CLmuI/AAAAAAAAAMc/F_X3ykGo3-k/s200/asus-disney-netpal-fun-cam-090816.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426458302694005474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06n5T5RmmI/AAAAAAAAAMk/NLlwM-Eeucw/s1600-h/asus-disney-netpal-disney-pix-090816.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 245px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06n5T5RmmI/AAAAAAAAAMk/NLlwM-Eeucw/s200/asus-disney-netpal-disney-pix-090816.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426459204062911074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disney Pix&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disney Mix&lt;/span&gt;  adalah aplikasi manajemen media yang memungkinkan anak-anak Anda dapat mengakses berbagai musik, gambar, video, bahkan berbelanja film-film Disney secara online.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06mSY0qtcI/AAAAAAAAAMU/mrfZ0nd_I3g/s1600-h/Disney-Mix-Central.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06mSY0qtcI/AAAAAAAAAMU/mrfZ0nd_I3g/s200/Disney-Mix-Central.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426457435859236290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Disney Mix&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan netbook ini para orang tua juga tak perlu kuatir jika si kecil justri mengakses situs-situs berbahaya atau menjalankan game yang tidak sesuai dengan usianya, karena di dalamnya sudah tersedia fasilitas Parental Control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Harga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat membeli Disney Netpal lewat online di situs toysrus.com dan amazon.com dengan harga $349.99 atau sekitar 3.500.000, karena hingga saat ini produk tersebut belum di rilis di pasaran Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kelebihan dan Kekurangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelebihan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tersedia dua pilihan warna dan tipe, user interface lebih menarik, lebih ringan, Parental Control, akses dan pembelian konten secara online, baterai tahan lama, ada aplikasi "ekstra" dari Disney, tersedia banyak desktop widget.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kekurangan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harga sedikit lebih mahal, webcam hanya 0.3 Mega Pixel, dimensi layar lebih kecil, tak ada opsi personalisasi untuk pembelian secara online, tak ada drive optik internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : Tabloid Gado-Gado&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1661585203840245423?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1661585203840245423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/laptop-buat-si-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1661585203840245423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1661585203840245423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/laptop-buat-si-kecil.html' title='Laptop Buat Si Kecil'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S06q_4royYI/AAAAAAAAANM/idI8qkY1agk/s72-c/dell-inspiron-mini-nickelodeon-edition.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3872407532004527840</id><published>2010-01-13T18:24:00.003+07:00</published><updated>2010-01-13T18:59:17.936+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Membuat Kilat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S020Kn5D-wI/AAAAAAAAAL8/wIV3VQ2n3-c/s1600-h/2400-4570lightning-striking-tree-posters.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S020Kn5D-wI/AAAAAAAAAL8/wIV3VQ2n3-c/s200/2400-4570lightning-striking-tree-posters.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426191220651326210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah gallery pendidikan menghadirkan percobaan sains bagaimana cara &lt;a href="http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/membuat-pelangi.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;membuat pelangi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, kali ini gallery pendidikan mencoba untuk mengajak Anda dan anak didik atau buah hati Anda untuk melakukan percobaan sains cara membuat kilat. Sebelumnya kita akan membahas sedikit tentang kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar kilat adalah percikan raksasa. Kilat berasal dari awan yang berisi listrik statis yang sangat besar jumlahnya. Kita bisa membuat kilat kecil dengan membuat listrik statis. Hal ini mudah dilakukan dan tidak membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Alat dan Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Malam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertas Minyak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benda dari logam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunting&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isolasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baskom dari logam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Potong kertas minyak, lipat menjadi dua dan lekatkan dengan isolasi pada meja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan malam di baskom sebagai pegangan. Pegang dan gosokan baskom pada kertas minyak. (berulang-ulang).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dekatkan benda dari logam ke baskom, kilatan kecil akan muncul. Kita bisa melihatnya dengan jelas di tempat gelap.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3872407532004527840?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3872407532004527840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/membuat-kilat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3872407532004527840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3872407532004527840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/membuat-kilat.html' title='Membuat Kilat'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S020Kn5D-wI/AAAAAAAAAL8/wIV3VQ2n3-c/s72-c/2400-4570lightning-striking-tree-posters.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4629445494703033535</id><published>2010-01-12T07:15:00.002+07:00</published><updated>2010-01-12T08:54:09.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teaching'/><title type='text'>Tips mengajar anak-anak/remaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0vWJt8lM_I/AAAAAAAAAL0/ZXESCInUnwM/s1600-h/teaching.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0vWJt8lM_I/AAAAAAAAAL0/ZXESCInUnwM/s320/teaching.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425665638538753010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Memanfaatkan cara otak belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui bagaimana otak bekerja memberi kesempatan kepada pendidik untuk membuat lingkungan belajar yang bisa memberi tingkat keberhasilan belajar yang tinggi bagi murid. Dengan memanfaatkan prinsip pembelajaran berdasarkan cara kerja otak berikut ini, bisa meningkatkan hasil murid di kelas.&lt;br /&gt;Murid-murid punya gaya belajar yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;50% adalah pelajar visual (penglihatan), mereka lebih menyukai dan mengerti gambar-gambar, grafik, dan tulisan di buku dibandingkan dengan ceramah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;30% adalah pelajar kinestetik (perabaan, gerakan), mereka lebih membutuhkan aktivitas yang berdasarkan perabaan dan pergerakan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;20% adalah pelajar auditori (suara/pendengaran), mereka belajar dengan baik ketika mereka berbicara tentang apa yang mereka pelajari &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak bekerja lebih baik saat berada pada keadaan emosi yang positif. Murid harus merasa aman secara fisik dan emosi sebelum otaknya siap untuk belajar. Guru bisa membuat situasi lingkungan belajar yang positif dengan memberi dorongan dan pujian pada usaha –usaha yang dilakukan murid. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak belajar informasi baru melalui modul-modul kecil. Penelitian tentang otak menyatakan bahwa anak-anak usia antara 5-13 tahun belajar paling baik saat mereka diberi informasi 2-4 modul. Anak-anak usia 14 ke atas bisa belajar sampai dengan 7 modul pada saat yang sama. Guru harus merencanakan batasan ini dan mengajarkan materi dalam bentuk modul-modul kecil. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otak juga bekerja menurut jadwal waktu tertentu. Anak-anak usia 5-13 tahun belajar paling baik dengan penambahan waktu 5-10 menit. Anak usia 14 tahun ke atas belajar dengan peningkatan waktu sampai dengan 10-20 menit. Kadang-kadang, guru bisa menambahkan batasan waktu ini melalui bantuan yang positif. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak-anak belajar dengan baik jika materi baru diajari lebih dulu dan materi sebelumnya diulang saat akhir pelajaran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangat baik bagi guru untuk mengajar pada unit-unit yang pendek (1-2 bagian pada satu waktu) dan kemudian memberi waktu aktivitas bagi murid. Murid memerlukan waktu untuk mempraktekkan keahlian yang mereka pelajari. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Murid memerlukan sedikit waktu untuk mengistirahatkan otaknya terhadap tugas tertentu. Memberi waktu bebas antara satu pelajaran ke pelajaran lain bisa meningkatkan fokus murid. Sebagai contoh, memberi murid waktu untuk berdiri dan meregangkan otot, mengobrol sekitar 2 menit, dan lain-lain. Otak akan lebih siap untuk tugas dan menyimpan informasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membiarkan murid untuk minum air putih selama waktu belajar. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan cairan menyebabkan kadar garam yang lebih tinggi di dalam darah yang bisa meningkatkan tekanan dalam darah dan ketegangan. Kekurangan cairan juga menyebabkan berkurangnya perhatian. Idealnya murid harus minum 6-8 gelas air sehari supaya cukup cairan tubuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambil kesempatan saat energi murid sedang tinggi. Ada saat-saat level energi tinggi dan rendah selama waktu sekolah. Misalnya, kebanyakan murid energinya rendah saat pagi hari (terutama pada remaja) dan lebih tinggi setelah makan siang. Tingginya level energi berhubungan dengan naiknya level perhatian. Guru harus mengambil kesempatan saat level energi sedang tinggi untuk mengajar materi yang lebih penting di saat tersebut. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyediakan ruang pribadi yang cukup untuk murid. Lebih banyak ruang pribadi mengurangi ketegangan pelajar. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sediakan waktu saat akhir pelajaran untuk berpikir dan berdiskusi tentang topik yang dipelajari. Mengerti topik tidak harus langsung saat diajarkan, tapi bisa terjadi nanti. Memanfaatkan waktu dan pengulangan sangat penting pada lingkungan belajar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : e-SmartSchool&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4629445494703033535?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4629445494703033535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/tips-mengajar-anak-anakremaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4629445494703033535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4629445494703033535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/tips-mengajar-anak-anakremaja.html' title='Tips mengajar anak-anak/remaja'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0vWJt8lM_I/AAAAAAAAAL0/ZXESCInUnwM/s72-c/teaching.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-9090722116229580100</id><published>2010-01-11T07:13:00.003+07:00</published><updated>2010-01-11T07:19:03.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Indikator Anak Berbakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0puV8CRDtI/AAAAAAAAALs/Zbhhj3gxBYk/s1600-h/ibu-dan-anak-1-299x296.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 299px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0puV8CRDtI/AAAAAAAAALs/Zbhhj3gxBYk/s320/ibu-dan-anak-1-299x296.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425270024293125842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua mana yang tak ingin punya anak berbakat? Bagaimana, sih, cara mendeteksi bakat si cilik? "Anak sulung saya luar biasa aktif. Dia juga pintar dan suka sekali bertanya. Kadang, pertanyaannya bikin kami kewalahan. Teman-teman saya bilang, si sulung termasuk anak berbakat," tutur Andika, ayah dua anak tentang putra sulungnya yang berusia 4 tahun. Banyak orang dengan mudah menyimpulkan si A, si B, atau si C anak berbakat. Entah karena ia selalu jadi juara kelas, juara lomba, dan sebagainya. Bahkan, anak yang belum pernah menunjukkan prestasinya di bidang tertentu pun, sering dikatakan anak berbakat. Misalnya, suaranya merdu saat menyanyi. Sebenarnya, seperti apa sih, yang dimaksud anak berbakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beda Pintar &amp;amp; Berbakat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. "Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu," jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya anak berbakat. "Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang." "Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang." Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam," jelas guru besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak hiperaktif, jelasnya,"Konsentrasinya kurang terfokus. Jadi, hanya gerak fisiknya yang aktif tapi tak menunjukkan kelincahan intelektual. Aktivitasnya pun sering tanpa tujuan." Kendati dia suka bertanya, tapi tak berkonsentrasi pada jawabannya. Konsentrasinya mudah buyar jika ada hal lain yang menarik perhatiannya. Lain hal dengan anak berbakat. "Jika ia lari ke sana-sini, pasti ada tujuannya. Jika ia tertarik pada sesuatu, ia akan duduk diam dalam waktu yang lama, asyik sendiri mengerjakan sesuatu," terang Ketua Yayasan Indonesia untuk Pendidikan dan Pengembangan Anak Berbakat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkembangan Lebih Cepat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat anak, lanjut Utami, berkaitan dengan kerja belahan otak kiri dan kanan. Belahan otak kanan berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, intuisi. Sedangkan belahan yang kiri untuk kecerdasan. Nah, anak berbakat umumnya menunjukkan IQ di atas rata-rata, yaitu minimal 130. "Namun tak berarti anak dengan IQ rata-rata, yaitu 90-110, tak akan berbakat," tukas Utami. Anggapan orang bahwa IQ menetap seumur hidup, menurutnya, sama sekali tak benar. "Ada, kok, anak yang sebelumnya ber-IQ di bawah rata-rata, tapi dengan stimulasi dan pendekatan yang baik bisa berubah jadi di atas rata-rata," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi IQ bukan satu-satunya yang menentukan seorang anak disebut berbakat atau tidak. Masih ada faktor lain lagi, yaitu CQ atau kreativitas, yang juga harus di atas rata-rata, minimal 250. Selain itu, tambah Utami, "Ia juga harus memiliki task commitment, yakni kemampuan pengikatan diri terhadap tugas atau motivasi. Jadi, ada keinginan dan ketekunan untuk menyelesaikan sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mendeteksi apakah seorang anak berbakat atau tidak, menurut Utami, bisa dilihat dari perkembangan motoriknya. Anak berbakat, perkembangan motoriknya lebih cepat dibanding anak biasa. Entah dalam berbicara, berjalan, maupun membaca. Misalnya, umur 9 bulan sudah bisa jalan (normalnya, usia 12,5 bulan). Selain itu, ia juga cepat dalam memegang sesuatu dan membedakan bentuk serta warna. Untuk kemampuan membaca, kadang anak berbakat memperolehnya dari belajar sendiri. Yaitu dari mengamati dan menghubung-hubungkan. Misalnya dari memperhatikan lalu-lintas, teve, atau buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak berbakat juga senang bereksplorasi atau menjajaki. "Jadi, kalau ia mempreteli barang-barang, bukan karena dia nakal tapi karena rasa ingin tahunya," terang Utami. Tentang rasa ingin tahu yang tinggi ini, terangnya lebih lanjut, memang pada umumnya dimiliki anak kecil. Hanya, pada anak berbakat, cara mengamatinya lebih kental dibanding anak-anak biasa. Hal lain yang menjadi karakteristik anak berbakat ialah bicaranya bisa sangat serius. Pertanyaannya sering menggelitik dan tak terduga. Kadang ia tak puas dengan jawaban yang diberikan, sehingga terus berusaha mencari jawaban-jawaban lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pentingnya Stimulasi Lingkungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Utami menyarankan orang tua tak lantas mudah melakukan generalisasi. "Mentang-mentang perkembangan motorik anaknya lambat, lantas dikira tak berbakat. Belum tentu, lo," katanya. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda. Ada yang cepat dalam perkembangan bicara dan bahasanya tapi motoriknya lambat, dan sebagainya. "Bisa saja terjadi, anak yang dulu perkembangan bicaranya lambat, ternyata ketika besar menjadi sarjana sastra yang terkenal," ujarnya. Dengan kata lain, meski perkembangannya lambat, bisa saja nantinya ia berkembang menjadi anak berbakat dan mengejar ketinggalannya. Hanya saja, hal itu tak akan terjadi dengan sendirinya. "Semuanya tergantung dari lingkungan. Bagaimana stimulasi lingkungan akan sangat mempengaruhi perkembangan bakat anak," tukas Utami. Semakin dini orang tua memberikan stimulasi, akan semakin baik. Misalnya, dengan mengajak anak bercakap-cakap sejak ia masih bayi. "Banyak orang tua menganggap, bayi belum mengerti apa-apa sehingga belum perlu diajak bicara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, mengajak anak sering-sering berbicara sangat perlu. "Itu akan merangsang perkembang bahasanya dan berarti membuatnya terangsang untuk berbicara," tutur Utami. Begitu juga untuk mengembangkan keinginan anak akan eksplorasi. Sejak usia bayi hal ini sudah dapat dilakukan. Misalnya, tempat tidur bayi tak dibiarkan kosong melompong, tapi "diisi" dengan mainan gantung yang dapat merangsangnya. "Sesekali, dekatkan benda-benda yang terang ke dekat matanya agar ia bisa melihat jelas atau menyentuhnya. Ini sama dengan melatih koordinasi antara tangan dan matanya," kata Utami. Selain itu, tambah pakar kreativitas ini, beri ia kesempatan untuk melatih berbagai keterampilannya. Saat membacakan cerita, misalnya, "Orangtua tak melulu membaca tapi juga mengajukan pertanyaan agar si anak terbiasa berpikir kreatif."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cukup Alat Sederhana &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana dan prasarana pendidikan di rumah yang memungkinkan bakat si anak tercium, tentu saja perlu. Buku bacaan, alat musik/olahraga, atau mainan edukatif, sangat penting. Dari benda-benda itulah, akan terlihat ke mana bakat si anak. Apakah pada musik, olahraga, teknik, atau intelektual. "Dari situ juga akan terlihat derajat besarnya bakat tiap anak." Memang, aku Utami, tak semua orang mampu membeli alat-alat musik yang mahal. Untuk mendeteksi bakat musik, tak perlu punya piano. "Cukup dengan radio atau teve. Dari cepatnya si kecil menghapal nyanyian bahkan untuk melodi yang sulit-sulit, itu sudah menunjukkan bakatnya," terang penulis buku Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah ini. Selain itu, asalkan orang tua kreatif, alam pun sudah menyediakan berbagai sarana. Misalnya, membuat mainan dari biji-bijian atau dedaunan. "Sebaiknya dalam melakukan permainan, orang tua juga ikut terjun bermain. Sehingga anak dapat menikmati kegiatan itu dan mempunyai kepercayaan diri untuk mengembangkannya," kata Utami.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perlakuan Khusus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah bakat anak ditemukan, orang tua seyogyanya memberi peluang pada anak untuk mengembangkan bakatnya. Yakni, dengan menciptakan lingkungan yang mendorong perkembangan bakat itu. Seperti sudah disinggung di atas, sekalipun seorang anak berbakat namun lingkungannya tak mendukung, maka ia tak akan berkembang. "Memang anak berbakat akan belajar lebih cepat dan melakukan segala sesuatu lebih baik ketimbang anak biasa, sehingga tampaknya tak perlu mendapatkan perhatian khusus. Padahal, tidak demikian," kata Utami. Setiap anak, lanjutnya, entah ia berbakat atau tidak, punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang menarik dan menantang. Tapi karena kebutuhan, minat, dan perilaku yang "lebih" dibanding anak lainnya, mau tak mau, anak berbakat harus mendapatkan pengarahan khusus. Hanya, Utami mengingatkan, jangan sampai perlakuan khusus itu merugikan. Baik bagi si anak itu sendiri maupun anak lain. Misalnya, orang tua sering menonjol-nonjolkan anaknya yang berbakat dibanding anaknya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dampak buruknya, ego si anak semakin menghebat dan bisa juga ia rasakan sebagai beban. Sebab, seperti anak-anak lainnya, ia pun punya masalah emosional," terangnya. Sebaliknya bagi anak lain, bisa timbul rasa persaingan antara saudara. "Kok, dia melulu yang dipuji?" Karena itu, Utami menganjurkan orang tua bersikap tak menunjukkan si berbakat itu istimewa, tapi lebih pada memberikan rangsangan-rangsangan istimewa. Sebetulnya, yang paling penting dilakukan orang tua, kata Utami, "Mencoba menemukan bakat pada setiap anaknya karena masing-masing anak punya kekuatan tersendiri sehingga anak tak perlu merasa iri satu sama lain." Nah, tunggu apalagi? Semakin cepat dan semakin sering kita memberi rangsangan pada si kecil, bakat terpendamnya pun akan segera kita temukan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri Intelektual/Belajar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi. Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri Kreativitas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri Motivasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah "orang dewasa" (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : E-Smart School&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-9090722116229580100?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/9090722116229580100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/indikator-anak-berbakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/9090722116229580100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/9090722116229580100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/indikator-anak-berbakat.html' title='Indikator Anak Berbakat'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0puV8CRDtI/AAAAAAAAALs/Zbhhj3gxBYk/s72-c/ibu-dan-anak-1-299x296.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4120589607917882951</id><published>2010-01-08T14:25:00.009+07:00</published><updated>2010-01-11T07:20:35.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><title type='text'>10 Cara Kreatif Mengajar Matematika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini ada beberapa aktifitas di kelas untuk menumbuhkan kreativitas dalam pengajaran matematika. Dalam pengajaran, sering-seringlah mengajukan pertanyaan kritis seperti “Apakah Kamu mencoba ini?” “Apa yang akan terjadi jika ada ini ?” “Apakah kamu dapat?” untuk meningkatkan pemahaman anak-anak dari ide-ide dan kosakata matematika. Berikut beberapa aktifitas yang mungkin dapat dipraktekkan di kelas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;1. Gunakan dramatisasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaklah anak-anak berpura-pura berada di sebuah bola (sphere) atau kotak (prisma), merasakan sisi-sisinya, ujung-ujungnya, dan sudutnya dan menyandiwarakan secara sederhana masalah aritmatika seperti: Tiga katak melompat dalam kolam dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;2. Menggunakan anggota tubuh anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyarankan agar anak-anak menunjukkan berapa banyak kaki, mulut, dan sebagainya. Ketika diminta untuk menampilkan “tiga tangan,” mereka akan menanggapi dengan protes keras, dan kemudian menunjukkan berapa banyak tangan yang mereka memiliki( “membuktikan”) ini. Kemudian mengajak anak-anak untuk menampilkan nomor dengan jari, dimulai dengan pertanyaaan sederhana, “Berapa usia Kamu?” Kemudian siswa diminta menunjukkan angka yang diminta guru. Selain itu guru menampilkan angka dalam berbagai cara (misalnya, menunjukkan lima dengan tiga pada jari tangan kiri dan dua di jari tangan kanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;3. Menggunakan permainan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melibatkan anak-anak bermain yang memungkinkan mereka untuk melakukan matematika dalam berbagai cara, termasuk pengurutan, menciptakan bentuk simetris dan bangunan, membuat pola, dan sebagainya. Kemudian memperkenalkan permainan jual-beli di toko, menunjukkan anak-anak permainan membeli dan menjual mainan atau benda kecil lainnya, belajar menghitung, aritmatika, dan konsep uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;4. Menggunakan mainan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendorong anak-anak untuk menggunakan “adegan” dan mainan untuk simulasi kejadian nyata, seperti tiga mobil di jalan, atau misalnya, untuk menunjukkan ada dua monyet di atas pohon dan dua di atas tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;5. Menggunakan cerita anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerita tentang sebuah kisah menarik yang didalamnya berisi konsep matematika. Jika perlu diperagakan khususnya untuk memperjelas konsep matematikanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;6. Gunakan kreativitas alami anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggali ide anak tentang matematika harus didiskusikan dengan mereka. Misal seorang anak 6 tahun ditanya begini: “Pikirkan angka terbesar yang kamu tahu, lalu tambah angka itu dengan lima. Bayangkan kamu memiliki coklat sejumlah angka itu”. “Wow, itu 5 angka lebih besar yang kamu tahu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;7. Menggunakan kemampuan pemecahan masalah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan anak-anak untuk menjelaskan bagaimana mereka mengetahui masalah-masalah seperti mendapatkan hanya cukup untuk mereka gunting tabel atau berapa banyak makanan ringan mereka perlu jika tamu yang bergabung dengan grup. Mendorong mereka untuk menggunakan jari-jari mereka sendiri atau apapun yang mungkin berguna untuk memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;8. Menggunakan berbagai strategi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah matematika dimanapun di dalam kelas, dari menghitung jumlah anak-anak di pagi hari, menghitung meja kursi, meminta anak-anak untuk membersihkan barang yang ada nomor tertentu, atau membersihkan barang yang berbentuk geometris tertentu dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;9. Menggunakan teknologi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah gunakan kamera digital untuk memotret hasil kerja anak, permainan dan aktifitas yang dilakukan, dan kemudian menggunakan foto untuk diskusi dengan anak-anak, perencanaan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Gunakan juga teknologi lain, seperti komputer secara bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;10. Gunakan assessment untuk mengukur penilaian anak-anak belajar matematika. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan observasi, diskusi dengan anak-anak, dan kelompok-kecil untuk kegiatan belajar anak-anak tentang matematika dan berpikir untuk membuat keputusan tentang apa yang mungkin setiap anak dapat belajar dari pengalaman. Juga mencoba menggunakan komputer untuk penilaian menggunakan program secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber: http://www2.scholastic.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4120589607917882951?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4120589607917882951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/10-cara-kreatif-mengajar-matematika.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4120589607917882951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4120589607917882951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/10-cara-kreatif-mengajar-matematika.html' title='10 Cara Kreatif Mengajar Matematika'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-411159232577403845</id><published>2010-01-08T13:50:00.004+07:00</published><updated>2010-01-11T07:20:52.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><title type='text'>Menjadikan Matematika Sebagai Pelajaran Yang Menyenangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bZvZNpT8I/AAAAAAAAALc/2bf80FcWM1M/s1600-h/1334229p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bZvZNpT8I/AAAAAAAAALc/2bf80FcWM1M/s200/1334229p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424262209459539906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;anyak cara membuat Matematika menjadi pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Dari yang tradisional menggunakan batang lidi, sampai yang mutakhir ala Glenn Doman. Kuncinya cuma kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Djomon Bapila, Kepala SD 008 Kalampising, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, ini misalnya. Djomon mengaku, dia mewajibkan para siswa kelas I untuk membawa batang-batang lidi ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, saya minta mereka mengikatnya dengan jumlah untuk masing-masing ikat sebanyak 10 lidi. Itulah alat hitung mereka," ujar Djomon, awal Oktober lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sederhana memang, tetapi hanya itu yang termurah, tercepat, dan termudah untuk diserap oleh siswa. Dengan lidi-lidi ini, mereka menjadi aktif belajar dan tak sadar bisa menghitung dengan tangkas," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Djomon, lain pula Sugimun. Guru Matematika SMPN I Lumbis, Kabupaten Nunukan, ini punya cara jitu untuk membuat siswanya tertarik dan mudah mengerti pelajaran Matematika yang ia ajarkan. Salah satunya, Sugimun mengajak para siswa bermain gaple atau yang lebih akrab disebut domino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, "domino Matematika". Sugimun sudah membuktikan bahwa domino tersebut bisa memudahkan siswa mengenal pelajaran Matematika tentang bilangan pecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ubahnya bermain domino, setelah kartu pertama dilempar, kartu berikutnya akan mengikuti. Namun, jika pada domino sesungguhnya berisi kumpulan atau urutan angka-angka, maka kartu pada "domino Matematika" berisi berbagai bilangan pecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berpikir, apa pun yang ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan rumah maupun sekolah bisa dimanfaatkan. Sederhananya, Matematika itu tidak rumit dan mudah dimengerti siswa, asalkan gurunya bisa memudahkan siswa menyerapnya," ujar Sugimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah, waktu pelajaran tentang bangun bidang, seperti kubus, balok, segitiga, atau kerucut, saya minta siswa melihat ke semua sisi bangunan (sekolah), mulai dari dinding sampai atap, ternyata itu lebih mudah dimengerti ketimbang hanya teori di papan tulis," ujar lulusan Universitas Mulawarman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glenn Doman&lt;br /&gt;Khusus anak balita, mereka memerlukan sistem pembelajaran, metode, dan sarana yang tepat supaya bisa merasa senang dan mudah saat mempelajari Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari fungsi otak yang memiliki kemampuan menyerap informasi yang luar biasa pada seorang anak, Dr Glenn Doman menunjukkan betapa mudahnya mengajarkan Matematika ke anak balita dan menjadikan proses belajar tersebut begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Irene F Mongkar, seorang praktisi metode Glenn Doman, pada masa tiga tahun pertama, otak balita mengalami perkembangan yang sangat pesat. Akibatnya, stimulasi yang diberikan pada masa ini akan merangsang kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana metode ini mampu membuat pelajaran Matematika menjadi begitu menarik dan menyenangkan buat anak-anak Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tahap Pertama, Perkenalkan Jumlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlihatkan kepada anak, kartu-kartu putih berukuran 28 x 28 cm dengan gambar dot (lingkaran berdiameter 2 cm) berwarna merah, mulai dari kartu berjumlah dot 1 sampai dengan 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkenalkan jumlah, cukup dengan memberikan 5 kartu, dengan sangat cepat (2 kartu untuk 1 detik) dan diulang maksimum sebanyak 3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tahap Kedua, Perkenalkan Persamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kita menunjukkan kartu-kartu dot, misalnya dot berjumlah 7, 5, dan 12. Tunjukkan kartu tersebut dengan mengatakan ”tujuh ditambah lima sama dengan dua belas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan tiga persamaan dalam setiap pengajaran, dan sehari berikan 3 kali pengajaran. Harus dicatat, setiap persamaan tidak diulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tahap ketiga, Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan kartu dot berjumlah 4, 7, 11, dan 16. Lalu, tunjukkan kartu tersebut dengan mengatakan ”Empat ditambah tujuh sama dengan 11 atau 16?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan si anak memilih, dan berikan dia cukup waktu berpikir dan menunjukkan jawabannya. Berikan anak balita kesempatan untuk menggunakan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tahap keempat, Pengenalan Angka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan ini prinsipnya seperti pada tahap 1. Adapun pada tahap kelima, perkenalkan persamaan dengan angka yang ditulis dalam karton panjang berukuran 10 x 50 cm, dengan berbagai jenis persamaan, misalnya 7 + 1 + 11 – 5 + 2 – 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara yang sederhana, waktu yang singkat, sikap gembira dan menyenangkan, kita dapat mengenalkan Matematika kepada anak balita. Dengan begitu, anak balita akan mulai menyenangi Matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber: Kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-411159232577403845?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/411159232577403845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/menjadikan-matematika-sebagai-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/411159232577403845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/411159232577403845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/menjadikan-matematika-sebagai-pelajaran.html' title='Menjadikan Matematika Sebagai Pelajaran Yang Menyenangkan'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bZvZNpT8I/AAAAAAAAALc/2bf80FcWM1M/s72-c/1334229p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1262183852760693052</id><published>2010-01-08T12:47:00.002+07:00</published><updated>2010-01-08T13:47:28.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gaya Belajar'/><title type='text'>Gaya Belajar Efektif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bUwi3b7CI/AAAAAAAAALM/vTKinoAZtq0/s1600-h/boystudy.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bUwi3b7CI/AAAAAAAAALM/vTKinoAZtq0/s200/boystudy.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424256731672472610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;etiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Nah, artikel berikut menjelaskan tujuh gaya belajar yang mungkin beberapa diantaranya bisa di terapkan pada anak didik kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;1. Belajar dengan kata-kata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;2. Belajar dengan pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan. &lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;3. Belajar dengan gambar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;4. Belajar dengan musik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;5. Belajar dengan bergerak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;6. Belajar dengan bersosialisasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;7. Belajar dengan Kesendirian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : e-Smart School&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1262183852760693052?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1262183852760693052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/gaya-belajar-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1262183852760693052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1262183852760693052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/gaya-belajar-efektif.html' title='Gaya Belajar Efektif'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0bUwi3b7CI/AAAAAAAAALM/vTKinoAZtq0/s72-c/boystudy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-262308929934710815</id><published>2010-01-08T07:16:00.004+07:00</published><updated>2010-01-08T07:35:46.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Tidak Ada Anak 'Bodoh'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Z9AzW8z0I/AAAAAAAAALE/4My1mGViikQ/s1600-h/medmari-kids51247451077.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Z9AzW8z0I/AAAAAAAAALE/4My1mGViikQ/s200/medmari-kids51247451077.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424160253954281282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nak yang memiliki nilai kurang dalam suatu mata pelajaran misalnya matematika atau bahasa, belum tentu ia 'kurang' dalam hal lain. Hindarkan tergesa-gesa mencap 'bodoh' pada anak. Menurut teori gardner 1983, pada diri anak terdapat kemampuan lain yang dapat digali oleh pendidik (orangtua dan guru) yaitu, kecerdasan bahasa, matematika, kinestetik, musik, spasial, intrapersonal, interpesonal, dan naturalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa waktu yang lalu gallery pendidikan telah memberikan postingan tentang bagaimana cara memahami  kecerdasan anak. Untuk mengingatkan kembali Anda bisa membuka artikel &lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/memahami-kecerdasan-anak.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Dengan memahami masing-masing kecerdasan anak sebagai orang tua ataupun pendidik tentunya bisa melaukan langkah-langkah untuk menggali lebih dalam kecerdasan anak tersebut. Selain dengan cara melakukan seperti apa yang tertuang di artikel ini, ada alternatif lain yang juga bisa Anda lakukan yang sebelumnya pernah ada di postingan gallery pendidikan, yaitu&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/bagaimana-menstimulasi-kecerdasan-anak.html"&gt; bagaimana menstimulasi kecerdasan anak&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa upaya yang dapat orangtua atau guru lakukan untuk menggali kemampuan kecerdasan anak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1.    Kecerdasan Linguistik atau Bahasa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Kenalkan anak pada buku-buku cerita bergambar.&lt;br /&gt;-    Bacakan dongeng dan suruh anak untuk mengulang isi dongeng terebut.&lt;br /&gt;-    Mintalah anak untuk menceritakan pengalamannya di sekolah atau tempat bermainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;2.    Kecerdasan Logis Matematis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Mengenalkan bentuk angka, penjumlahan dan pengurangan ringan misalnya berhitung dengan jari atau mainan angka&lt;br /&gt;-    Berikan anak permainan yang memerlukan pemikiran, seperti ular tangga&lt;br /&gt;-    Ajaklah anak melakukan eksperimen dengan benda padat seperti es bisa berubah menjadi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3.    Kecerdasan Spasial &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Untuk melatih imajinasi anak, biasakan ia mendengarkan dongeng tanpa gambar misalnya di radio.&lt;br /&gt;-    Beri permainan yang dapat mengasah kecerdasan spasialnya seperti puzzle atau menggambar sesuai dengan minatnya.&lt;br /&gt;-    Latih anak ntuk membayangkan suatu benda dengan menutup matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;4.    Kecerdasan Kinestetik Jasmani &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Libatkan dalam kegiatan atau pemainan yang membutuhkan aktivitas fisik seperti main tali, mengikat tali sepatu atau masukkan dalam klub olah raga.&lt;br /&gt;-    Latih gerak motoriknya misalnya melepas kancing pakaian,membentuk tanah liat dan membangun sesuatu dengan balok-balok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;5.    Kecerdasan Musik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Ajak anak untuk mengubah syair lagu.&lt;br /&gt;-    Menghafal lagu-lagu yang sesuai dengan usianya.&lt;br /&gt;-    Motivasi anak agar masuk klub musik.&lt;br /&gt;-    Perkenalkan dengan alat-alat musik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;6.    Kecerdasan Interpersonal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agar tumbuh sikap empati ajaklah anak menengok keluarga yang terkena musibah.&lt;br /&gt;-    Mengajarkan utuk berbagi dengan saudara ataupun teman (misalnya makanan).&lt;br /&gt;-    Membangun kepercayaan diri anak misalnya dengan mengikutsertakan anak dalam berbagai&lt;br /&gt;     lomba atau tampil di depan umum misalnya di ulang tahun temannya.&lt;br /&gt;-    Membiasakan anak untuk menyapa atau memberi salam pada orang lain terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;7.    Kecerdasan Intrapersonal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan sesering mungkin tentang perasaan anak anda jika ekspresi wajahnya terlihat berubah.&lt;br /&gt;-    Berikan pekerjaan yang bisa dikerjakan sendiri oleh anak misalnya mewarnai gambar atau merapikan piring-piring plastik.&lt;br /&gt;-    Bimbing anak agar mengenali dirinya sendiri seperti menggambar wajah tentang kondisi perasaannya (wajah sedih, gembira, marah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;8.    Kecerdasan Naturalis (Alam) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-    Ajaklah anak untuk melakukan kegiatan di luar rumah seperti berkebun, menyiram tanaman, melihat serangga.&lt;br /&gt;-    Kenalkan benda-benda alam yang ada di sekitarnya seperti batu, daun atau nama berbagai jenis tanaman).&lt;br /&gt;-    Biarkan anak memelihara binatang seperti kucing, hamster (semacam marmut), ikan, kura-kura.&lt;br /&gt;-    Ajaklah anak untuk menonton film flora dan fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : perkembangananak.com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-262308929934710815?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/262308929934710815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/tidak-ada-anak-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/262308929934710815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/262308929934710815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/tidak-ada-anak-bodoh.html' title='Tidak Ada Anak &apos;Bodoh&apos;'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Z9AzW8z0I/AAAAAAAAALE/4My1mGViikQ/s72-c/medmari-kids51247451077.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6560900851619117621</id><published>2010-01-07T13:38:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T13:49:51.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Mutu Pendidik yang Mengecewakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0WD2YW0ukI/AAAAAAAAAK8/Vr2SHqtDR3Y/s1600-h/teacher1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0WD2YW0ukI/AAAAAAAAAK8/Vr2SHqtDR3Y/s200/teacher1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423886296511986242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;K&lt;/span&gt;inerja guru tampak meningkat saat mengurus proses sertifikasi. Namun, setelah itu, mereka kembali bertugas seperti semula, tak ada perbaikan performans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, guru yang baik, yang telah maupun belum mendapat sertifikasi, perlu terus mendapat pelatihan, aktif mengikuti seminar atau lokakarya untuk mendapat wawasan tambahan guna memperbaiki kinerjanya di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari, perjalanan sertifikasi pendidik hingga kini belum berjalan mulus. Sebagian guru kesulitan memenuhi syarat mengajar 24 jam seminggu, padahal ini merupakan prasyarat dibayarkannya dana sertifikasi. Di lain pihak, meski sudah mengajar 24 jam, dana sertifikasi belum rutin keluar, dirapel empat atau enam bulan sekali. Entah di mana mismanajemen terjadi. Departemen Pendidikan Nasional berdalih, dana sudah dialokasikan sampai kabupaten atau kota dan keterlambatan pembayaran sertifikasi bukan salah pemerintah pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, banyak guru masih harus bersabar menunggu realisasi pencairan uang sertifikasi. Jika pembayaran hak-hak guru tersendat-sendat, kinerja guru pasti juga terseok-seok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meneliti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain terkait kinerja pendidik adalah keinginan guru untuk mampu meneliti. Ini jauh panggang dari api. Selama ini, guru tak pernah disiapkan sebagai peneliti. Guru tidak seperti dosen yang tugasnya tecermin dalam tridarma perguruan tinggi (mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sebagian guru pangkat atau golongannya stagnan pada golongan IVa. Untuk naik ke pangkat lebih tinggi, guru wajib membuat karya ilmiah (sebagian merupakan hasil penelitian). Hal ini memaku guru pada posisi golongan IVa dan sulit naik golongan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kenyataan, saat ini dana Depdiknas cukup berlebih daripada tahun-tahun lalu. Alangkah baiknya jika guru diberi pelatihan intensif cara membuat proposal penelitian, cara meneliti, dan cara menulis karya ilmiah. Selain itu, Depdiknas harus mengalokasikan dana riset bagi guru dengan topik-topik terkait masalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, keinginan guru agar meningkatkan performansnya dapat terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei mengungkapkan, kini banyak generasi muda bercita-cita menjadi guru. Perguruan tinggi pencetak guru yang dulu disebut IKIP kini bakal naik daun. Di balik kepiluan guru menanti uang sertifikasi, ternyata profesi ini akan kian diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, logis jika kini nasib guru tak lagi memilukan. Berpuluh tahun bangsa ini mengabaikan nasib guru. Guru menjadi kurang terhormat karena nyambi pekerjaan di mana-mana, mulai dari memberi les privat, tukang ojek, bahkan ada yang menjadi pemulung. Amat ironis, karena kita sadar, tidak ada presiden tanpa ada guru, tidak ada orang hebat tanpa guru. Karena itu, menghargai profesi guru dan meningkatkan kesejahteraan guru seharusnya dilakukan sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profesi yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru adalah profesi yang harus dibedakan dengan profesi pegawai negeri sipil lainnya. Guru adalah penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kebijakan yang tidak memihak guru atau sekadar menyamakan guru dengan PNS lain akan berdampak buruk bagi kemajuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang kurang menghargai pendidik dan menomorduakan pendidikan akan terpuruk Indeks Kemajuan Manusia (HDI)-nya. Kenyataannya, kita selalu di peringkat rendah dalam hal HDI. HDI rendah adalah cermin karut-marutnya pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru harus menjadi profesi yang membanggakan. Jika PNS nonguru bergaji rendah lalu korupsi melalui kegiatan proyek, guru dan kepala sekolah jangan ikutan korupsi. Bila guru dan kepala sekolah korupsi, sirnalah penjaga moral bangsa, tak ada yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidik di kalangan perguruan tinggi mungkin kaget membaca berita di media, tunjangan sertifikasi dosen dan guru besar dapat dihentikan. Baru berapa bulan dan berapa ribu dosen yang menikmati uang sertifikasi, muncullah aneka ancaman yang tidak perlu. Dikatakan, dosen harus melaksanakan tugas setara 12 SKS agar tunjangan sertifikasinya dapat dibayarkan. Sebenarnya ini bukan hal sulit karena aktivitas dosen bukan hanya mengajar, tetapi juga menulis buku, membuat proposal riset, meneliti, menjadi pemakalah seminar, sebagian menjadi anggota senat dan lainnya. Mayoritas dosen PTN dapat memenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sejak tahun lalu Depdiknas meningkatkan ketersediaan dana riset bagi dosen hingga Rp 1 triliun. Hal ini memudahkan dosen menerapkan tugas tridarma. Bahkan, para dosen yang mau mengirimkan karya ilmiahnya di jurnal internasional diberi dana Rp 30 juta-Rp 40 juta per artikel yang akan dimuat. Insentif semacam ini penting guna meningkatkan indeks penghargaan dan publikasi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang sedemikian luas dengan ratusan perguruan tinggi ternyata hanya menempatkan satu perguruan tinggi— UI—yang menembus peringkat 200-an sebagai perguruan tinggi terkemuka di dunia. Depdiknas dan pimpinan universitas-universitas besar di Indonesia harus memacu kinerja lembaganya agar gelar universitas berkelas dunia segera diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, para dosen PTN jangan tergiur untuk mengajar di universitas negara tetangga dengan iming-iming gaji Rp 20 juta-Rp 25 juta. Depdiknas kini mampu membayar guru besar setara Rp 13 juta sebulan. Apalagi yang kau cari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ALI KHOMSAN&lt;/span&gt; Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;KOMPAS &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6560900851619117621?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6560900851619117621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/mutu-pendidik-yang-mengecewakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6560900851619117621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6560900851619117621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/mutu-pendidik-yang-mengecewakan.html' title='Mutu Pendidik yang Mengecewakan'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0WD2YW0ukI/AAAAAAAAAK8/Vr2SHqtDR3Y/s72-c/teacher1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3797303858739349785</id><published>2010-01-07T07:43:00.004+07:00</published><updated>2010-01-07T07:57:49.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><title type='text'>Flash Card dan Dot Card</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0UwPS_JYlI/AAAAAAAAAKs/ULShlR2CykU/s1600-h/flash_card_array.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0UwPS_JYlI/AAAAAAAAAKs/ULShlR2CykU/s200/flash_card_array.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423794365590495826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0UxR_DmB6I/AAAAAAAAAK0/9S1dpsMUs2s/s1600-h/image.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0UxR_DmB6I/AAAAAAAAAK0/9S1dpsMUs2s/s200/image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423795511291676578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Bagaimana mungkin flashcards dan dotcards bisa meningkatkan kecerdasan anak ?"&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sangat wajar tentunya, karena penerapan permainan flashcards/dotcards di Indonesia masih di lingkungan yang sangat terbatas. (catatan: untuk selanjutnya, flashcards dan dotcards ditulis dengan "F/D")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban langsung dan singkatnya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan F/D yang dilakukan dengan menunjukkan gambar secara cepat (1 gambar per detik) akan men-trigger OTAK KANAN untuk aktif menerima informasi yang muncul di hadapan mata.&lt;br /&gt;Mengapa harus otak kanan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawabnya, kita perlu tahu dulu apa perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1968, Dr. Roger Sperry pertama kali menemukan perbedaan fungsi otak yang berbeda antara belahan kiri dan kanan. Secara garis besarnya, fungsi yang dikendalikan oleh masing-masing belahan otak adalah sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OTAK KIRI mengendalikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o    pikiran sadar&lt;br /&gt;o    analisa, logika, rasional&lt;br /&gt;o    bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OTAK KANAN mengendalikan :&lt;br /&gt;o    pikiran bawah sadar&lt;br /&gt;o    emosi&lt;br /&gt;o    kreatif, intuitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah mendengar dimana para ahli mengatakan bahwa kita HANYA menggunakan 3% dari seluruh kemampuan otak. Mengapa ? Karena sebagian besar kemampuan otak terkunci di dalam pikiran bawah sadar, yang merupakan bagian dari otak kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dijabarkan lebih lanjut, otak kanan akan mengendalikan fungsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    photographic memory&lt;br /&gt;2.    speed reading, listening&lt;br /&gt;3.    automatic mental processing&lt;br /&gt;4.    mass-memory&lt;br /&gt;5.    multiple language acquisition&lt;br /&gt;6.    computer-like math calculation&lt;br /&gt;7.    creativity in movement, music and art&lt;br /&gt;8.    intuitive insight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda lihat, betapa powerfulnya kemampuan yang tersimpan di otak kanan, sementara hampir seluruh kehidupan kita, baik mulai dari sekolah sampai dengan kegiatan sosial sehari-hari hanya menekankan pada kemampuan otak kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, sistem pendidikan dan masyarakat saat ini hanya menfokuskan pada kemampuan otak kiri saja. Perkembangan otak kanan seakan-akan ditinggalkan begitu anak masuk Sekolah Dasar.&lt;br /&gt;Anda lihat, begitu masuk SD, anak selalu dituntut untuk selalu berpikir logis, rasional, dst., yang merupakan sifat dari fungsi berpikir otak kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah paham !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya TIDAK mengatakan bahwa perkembangan otak kiri itu tidak diperlukan. Kemampuan otak kiri yang baik SANGAT diperlukan. Tetapi, perkembangan otak kanan JANGAN sampai ditinggalkan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kita perlu menyeimbangkan kemampuan kedua belahan otak, supaya kecerdasan anak berkembang dengan maksimal. Dan sebelum anak-anak kita terlanjur terjun ke dunia otak kiri di sebagian besar hidupnya nanti, maka tugas kitalah untuk mengembangkan otak kanan anak.&lt;br /&gt;Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perkembangan otak kanan, antara lain yaitu image training (latihan imajinasi), visualisasi, dll., termasuk juga permainan F/D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai permainan dotcards, ada sebuah pertanyaan yang sangat sering ditanyakan, yaitu,&lt;br /&gt;"Kita orangtua saja tidak bisa mengerti berapa jumlah dot yang diatur secara acak itu.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin anak balita bias menerima dan mengerti ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah perbedaan orang dewasa dengan anak balita. Kita orang dewasa sangat cenderung menggunakan otak kiri untuk menerima segala informasi, sedangkan anak balita sangat mudah menerima informasi dengan menggunakan otak kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, jika saya katakan no.telp. saya adalah 89678524, apakah anda langsung ingat sekarang ? Saya yakin sebagian besar dari kita tidak akan ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ? Karena kita menerima informasi tersebut dengan otak kiri yang kemampuan menyimpan memorinya sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Makoto Shichida, seorang spesialis perkembangan anak balita, dalam bukunya "Right Brain Education in Infancy" menjelaskan sebuah hasil studi di Nippon Medical Center oleh Prof. Shinagawa terhadap seorang anak yang bernama Yuka Hatano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuka Hatano adalah seorang juara dunia menghitung cepat, yang mampu menghitung 16 digit soal LEBIH CEPAT daripada kalkulator ! Ketika Yuka melakukan perhitungan tersebut, melalui "PET scan" terlihat bahwa yang mengendalikan fungsi otaknya adalah otak kanan bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kehebatan dari otak kanan yang telah berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah Shichida, saya melihat bagaimana anak-anak SD mampu membaca 1 jilid buku hanya dalam waktu 3-5 menit saja, dan dia tahu persis apa isi buku yg dibacanya. Menurutnya, dia seperti memotret tiap-tiap halaman buku tsb, dan ketika ditanya, dia akan membuka tiap-tiap halaman bukunya di dalam otaknya untuk mencari jawabannya dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kita berikan stimulasi-stimulasi kepada anak-anak kita sehingga perkembangan otaknya, baik kiri maupun kanan bisa tumbuh dengan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : balitacerdas.com&lt;br /&gt;Sumber : e-SmartSchool&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3797303858739349785?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3797303858739349785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/flash-card-dan-dot-card.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3797303858739349785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3797303858739349785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/flash-card-dan-dot-card.html' title='Flash Card dan Dot Card'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0UwPS_JYlI/AAAAAAAAAKs/ULShlR2CykU/s72-c/flash_card_array.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8807281187361240158</id><published>2010-01-07T07:28:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T07:43:28.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Pendidikan Plus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Us8huOgCI/AAAAAAAAAKk/QVKtxNdL0GI/s1600-h/Education+Sites1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Us8huOgCI/AAAAAAAAAKk/QVKtxNdL0GI/s200/Education+Sites1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423790744593661986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan anak dewasa ini semakin menjadi perhatian utama dan prioritas para orang tua. Ada beberapa penyebab : Kesadaran akan pentingnya “bersekolah” dan kesadaran akan arti “sekolah”, namun tidak jarang ada pula penyebab lain, yakni ingin menyerahkan beban pendidikan / tugas pendidikan ke sekolah (dan para pendidik) – entah karena memahami adanya “value added” di sekolah, atau karena frustrasi, sulit mengarahkan anaknya sendiri di rumah (jadi biar tidak pusing-pusing, anaknya di sekolahkan saja)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasan kita para orang tua dalam menyekolahkan anak, seyogyanya kita memahami prinsip bahwa : Keluarga adalah tempat pertama dan utama pendidikan seorang anak. Keluarga = sekolah plus. Selama ini, kita mencari sekolah plus, untuk bisa mengatasi “kekurangan” yang ada di rumah atau di dalam pola asuh kita terhadap anak. Namun, kita sering lupa, setelah kita memasukkan anak ke sekolah “plus”, kita tidak mempelajari dan mengambil “nilai plus-nya” untuk diterapkan di rumah. Akibatnya, di rumah tetap minus dan “plus”-nya tertinggal di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsekuensi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika musim sekolah telah berjalan, timbul beberapa kesulitan dan masalah – yang tanpa sadar merupakan dampak dari tertinggalnya nilai “plus” di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Problem belajar&lt;br /&gt;2.    Problem motivasi&lt;br /&gt;3.    Problem perilaku&lt;br /&gt;4.    Problem emosional&lt;br /&gt;5.    Problem sosial&lt;br /&gt;6.    Problem nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang harus dilakukan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua perlu mencari benang merah dan sinkronisasi beberapa hal yang utama, yang membantu anak mengembangkan hal-hal dasar dalam kepribadiannya. Sebagaimana orang tua memilih sekolah yang sesuai dengan orientasi nilai dan harapan mereka, begitu juga orang tua seyogyanya mengadaptasikan pola-pola pendidikan yang konstruktif dan positif dari sekolah. Paling tidak, di antara keduanya, saling mengisi – dan bukan saling meniadakan. Untuk itu lah, komunikasi orang tua dengan anak, dan komunikasi antara orang tua dengan pihak sekolah, menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Kita tidak bisa bersikap “tahu beres” baik terhadap anak maupunn pihak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, ketika terjadi ketidakberesan, kita tidak bisa semata-mata menunjuk pihak sekolah sebagai “biang keladi” dari persoalan yang dihadapi anak. Bisa saja persoalan dimulai / terjadi di sekolah, namun kita harus melihatnya secara bijaksana, karena reaksi seorang anak terhadap sesuatu, sangat dipengaruhi oleh proses belajar yang dilaluinya dan pola asuh yang paling mendominasi bentukan sikap dan kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, keluarga, adalah tempat utama pendidikan dan pengembangan seorang anak. Sekolah, pada dasarnya mengarahkan, memberikan bimbingan dan kerangka – bagi anak untuk belajar, bertumbuh dan berkembang. Sementara keluarga, justru menjadi center of education yang utama, pertama dan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sumber : e-SmartSchool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8807281187361240158?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8807281187361240158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/pendidikan-plus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8807281187361240158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8807281187361240158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/pendidikan-plus.html' title='Pendidikan Plus'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0Us8huOgCI/AAAAAAAAAKk/QVKtxNdL0GI/s72-c/Education+Sites1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8545219921895641981</id><published>2010-01-06T19:56:00.003+07:00</published><updated>2010-01-06T20:14:00.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Membuat Pelangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0SMFCyMm6I/AAAAAAAAAKc/3-sFtY1w1vg/s1600-h/mangkuk2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0SMFCyMm6I/AAAAAAAAAKc/3-sFtY1w1vg/s320/mangkuk2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423613869535566754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;K&lt;/span&gt;ali ini gallery pendidikan menghadirkan percobaan sains membuat pelangi. Sebelum kita mulai mempraktikkan cara membuat pelangi, alangkah baiknya kita perlu mengetahui bagaimana proses terjadinya pelangi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pelangi memiliki 7 warna, yaitu : &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;merah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu&lt;/span&gt;. Pelangi terjadi, jika cahaya matahari dibiaskan secara berganda oleh butir-butir air hujan sehingga terurai menjadi beberapa warna. Kalau kita perhatikan, cahaya matahari yang memancar seolah-olah hanya mempunyai satu warna, yaitu putih. Peruraian cahaya putih menjadi berwarna tersebut disebut dispersi warna. Deretan warna yang dihasilkan oleh dispersi warna disebut spektrum warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menguraikan warna putih matahari menjadi warna pelangi dengan melakukan percobaan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alat dan Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cermin datar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baskom atau bak air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air bening&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertas manila putih&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bawalah semua peralatan ke luar ruangan yang cukup sinar matahri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aturlah baskom, cermin datar, dan kertas manila putih sehingga pantulan cahaya matahari dapat dipanulkan cermin ke kertas manila putih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isilah baskom dengan air bening sampai hampir penuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantulan cahaya putih yang tertangkap layar kertas manila putih akan menjadi beberapa warna pelangi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Mudah bukan cara membuat pelangi ? Selamat melakukan percobaan....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8545219921895641981?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8545219921895641981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/membuat-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8545219921895641981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8545219921895641981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/membuat-pelangi.html' title='Membuat Pelangi'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0SMFCyMm6I/AAAAAAAAAKc/3-sFtY1w1vg/s72-c/mangkuk2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3200780996152938244</id><published>2010-01-06T07:34:00.002+07:00</published><updated>2010-01-06T07:37:20.377+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Kecerdasan Emosional Membawa Anak Menjadi Orang Sukses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PbG4a8HpI/AAAAAAAAAKU/mfHZ58PEnT4/s1600-h/anak-dan-musik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PbG4a8HpI/AAAAAAAAAKU/mfHZ58PEnT4/s320/anak-dan-musik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423419287555284626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;S&lt;/span&gt;ebagian orangtua mungkin ada yang merasa yakin bahwa hanya dengan IQ yang baik, anak akan memiliki peluang hidup sukses lebih besar. Pernyataan tersebut adalah tidak salah, namun kesuksesan seseorang itu bukan hanya diperoleh dari sisi kecerdasan intelektualnya saja. Seseorang dapat dikatakan sukses apabila ia memiliki kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional. Salah satu sikap yang dapat digolongkan ke dalam kecerdasan emosional adalah kemampuan bersosialisasi dengan teman atau lingkungan disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan emosional adalah penting dikenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini. Kemampuan anak dalam berempati dan peka terhadap orang lain akan menjadi suatu kebiasaan apabila hal tersebut dipupuk sejak ia masih kecil. Semakin dewasa anak akan semakin peka dan mampu bersikap empati kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan sehari-hari, terutama bagi anak yang belum memasuki usia sekolah maka orangtua dapat mengajaknya jalan-jalan dan bermain ke suatu tempat di mana banyak anak-anak lain berkumpul dan bermain, misalnya di arena permainan. Kesempatan bersosialisasi tersebut sangat baik untuk mengasah kecerdasan emosional anak. Dengan demikian anak sedikit demi sedikit akan memahami nilai-nilai sosial dan moral yang ada di lingkungannya. Di arena bermain anak akan belajar berbagi dan saling tolong. Ia akan semakin memahami bahwa permainan yang ada adalah milik bersama. Selain itu, anak pun akan belajar untuk membiasakan tertib mengantri atau menunggu giliran ketika hendak membeli tiket atau ingin memainkan suatu mainan yang sedang dipakai temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu bersikap empati dan peka terhadap orang lain. Dengan sikap empati dan peka terhadap orang lain tersebut diharapkan anak akan mampu bekerja sama dengan pihak lain yang kelak akan membawanya ke pintu sukses dalam berkarir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat orangtua ajarkan kepada anak untuk mengasah kecerdasan emosionalnya tersebut. Beberapa di antaranya adalah mengajarkan anak untuk saling membantu dan berbagi rezeki dengan orang yang tidak mampu, mengajak anak untuk berkenalan dengan teman sebayanya, dan membiarkan mereka bermain bersama menjalin persahabatan dengan teman barunya tersebut (Novaria A. I. &amp;amp; Triton P.B., 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang perlu diperhatikan orangtua ketika mengajarkan anak menjalin persahabatan dengan teman sebayanya yaitu mengajarkan kepada anak bagaimana mencari teman yang baik (akhlak baik). Dengan demikian, diharapkan kelak anak tidak akan salah mencari teman atau salah dalam bergaul (yer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : Yusi Elsiano Rosmansyah (www.PerkembanganAnak.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3200780996152938244?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3200780996152938244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/kecerdasan-emosional-membawa-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3200780996152938244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3200780996152938244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/kecerdasan-emosional-membawa-anak.html' title='Kecerdasan Emosional Membawa Anak Menjadi Orang Sukses'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PbG4a8HpI/AAAAAAAAAKU/mfHZ58PEnT4/s72-c/anak-dan-musik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8759348696283634177</id><published>2010-01-06T07:26:00.003+07:00</published><updated>2010-01-06T07:33:20.002+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Children'/><title type='text'>Awasi Jajan Anak Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PaRHop0qI/AAAAAAAAAKM/Y6q8Wfg6beE/s1600-h/jajanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PaRHop0qI/AAAAAAAAAKM/Y6q8Wfg6beE/s320/jajanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423418363926401698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita sebagai Orang tua harus mewaspadai kebiasaan jajan pada anak dan berani bertindak tegas untuk melarang karena kebiasaan ini bisa berpengaruh pada kesehatan dan pola makan anak. Kebiasaan jajan pada anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, terutama lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sebaiknya harus bertindak tegas terhadap kebiasaan kurang baik itu. Bertindak tegas bukan berarti harus dengan cara kekerasan membentak atau lainnya, tetapi dibatasi untuk jajan. Untuk itu, dituntut peran orang tua yang lebih dominan untuk mengawasi apa yang menjadi kegemaran jajan anak, dan bisa memberikan pemahaman tentang bahaya membeli jajan. Bisa saja orang tua memberikan bekal kepada anak seperti apa yang sering ia beli dari jajanan sekitar agar lebih terjamin gizi dan kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku anak, terutama pada usia tiga hingga empat tahun dapat mempengaruhi pembentukan karakternya ke depan, seperti kebiasaan melawan orang tua untuk tetap membeli jajan. Sebaiknya pada usia itu, jangan sampai kita sebagai orang tua yang justru mulai mengenalkan kepada jajan kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan anak dalam melakukan sesuatu hal, lebih banyak disebabkan oleh faktor pendidikan dalam keluarga. Jika dalam keluarga mendapatkan pendidikan dan arahan yang baik, maka jalan pikiran dan kebiasaan anak akan mengikuti hal tersebut.  Tentunya kita harus ingat bahwa tidak ada gunanya melarang anak jajan kalau orang tuanya juga sering jajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8759348696283634177?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8759348696283634177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/awasi-jajan-anak-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8759348696283634177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8759348696283634177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/awasi-jajan-anak-anda.html' title='Awasi Jajan Anak Anda'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0PaRHop0qI/AAAAAAAAAKM/Y6q8Wfg6beE/s72-c/jajanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-750170316240047855</id><published>2010-01-03T11:37:00.004+07:00</published><updated>2010-01-04T08:10:59.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><title type='text'>PAUD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0E_WDzuodI/AAAAAAAAAJ8/TMyRQl7p8oE/s1600-h/paud-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0E_WDzuodI/AAAAAAAAAJ8/TMyRQl7p8oE/s200/paud-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422685074542731730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian PAUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PAUD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; adalah jenjang pendidikan sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, non-formal, dan informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio-emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tujuan utama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; : membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang  tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya, sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tujuan penyerta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; : membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rentang Penyelenggaraan PAUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sistem Pendidikan Nasional No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurt kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Usia Dini melingkupi pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Infant (0-1 tahun).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toddler (2-3 tahun).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Preschool/Kindergarten Children (3-6 tahun).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Satuan Pendidikan Penyelenggaraan PAUD adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Taman Kanak-kanak (TK).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Raudatul Athfal (RA).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bustanul Athfal (BA).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelompok Bermain (KB).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taman Penitipan Anak (TPA).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekolah Dasar Kelas Awal (kelas 1,2,3).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bina Keluarga Balita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pos Pelayan Terpadu (Posyandu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluarga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Pendidikan Anak Usia Dini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar sambil bermain adalah sistem pendidikan yang umum diterapkan di setiap lembaga pendidikan usia dini. Sistem ini telah lama diimplementasikan di Indonesia, utamanya diterapkan tokoh pendidikan sekaligus penyayang anak-anak, Pak Kasur yang bernama lengkap Soerjono. Di TK Mini Pak Kasur di jalan Cikini, Jakarta Pusat, teori dan praktik pendidikan yang diterapkan ialah memadukan cara mengajar "bermain sambil belajar" yang memadukan kurikulum yang digariskan oleh pemerintah yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Cara mengajar melalui nyanyian , misalnya Sayang Semua, Bangun Tidur, Dua Mata Saya, Lihat Kebunku, dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat alat peraga untuk keperluan sekolahnya sendiri dengan bahan-bahan sederhana dan ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Permainan yang dibuat dan diberikan pada anak, bertujuan untuk mengembangkan: kemauan, keterampilan, kemampuan dan kerja sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upacara hormat bendera yang dilakukan setiap pagi sebelum dimulainya sekolah, dengan tujuan untuk menanamkan rasa kebangsaan sejak dini kepada anak, dan melatih anak untuk berani tampil menjadi "Komandan Upacara", sehingga tidak malu atau gugup.  Disini mereka di latih untuk menanamkan rasa percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, konsep dan praktik pendidikan prasekolah yang banyak diterapkan di Indonesia mengadaptasi ide-ide dan praktik yang dikembangkan Maria Montessori.&lt;br /&gt;Bagaimana implementasi konsep montessori pada Pendidikan Usia Dini, Anda bisa membaca di &lt;a href="http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/implementasi-konsep-montessori-pada.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sumber : Buku "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pendidikan Anak Usia Dini antara Teori dan Praktik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;" (oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Danar Santi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;) diterbitkan oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Indeks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-750170316240047855?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/750170316240047855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/paud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/750170316240047855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/750170316240047855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/paud.html' title='PAUD'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/S0E_WDzuodI/AAAAAAAAAJ8/TMyRQl7p8oE/s72-c/paud-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4573550924725568874</id><published>2010-01-02T10:08:00.004+07:00</published><updated>2010-01-02T10:24:54.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Kurang Tidur Pengaruhi Kecerdasan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sz65wFNHf6I/AAAAAAAAAJ0/WaxcVOqfPeY/s1600-h/anak-hiperaktif-bisa-jadi-akibat-kurang-tidur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sz65wFNHf6I/AAAAAAAAAJ0/WaxcVOqfPeY/s320/anak-hiperaktif-bisa-jadi-akibat-kurang-tidur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421975237082709922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ebanyak 41 anak dari 80 anak usia di bawah tiga tahun di Indonesia tercatat sering mengalami gangguan tidur (51,3 persen). Hal ini cukup mengkhawatirkan, lantaran gangguan tidur disinyalir dapat mempengaruhi proses pertumbuhan kecerdasan anak di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Soedjatmiko, SpA(K), Msi, dari Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Departemen Ilmu Kesehatan anak FKUI/RSCM, menyatakan periode emas pertumbuhan otak anak terjadi pada usia dua bulan sebelum kelahiran hingga usia tiga tahun. Saat itu, kata dia, 80 persen sel-sel syaraf di otak -- termasuk sel kecerdasan -- tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya, 20 persen, akan berlangsung sepanjang hayat, atau dihitung sejak bayi usia empat tahun hingga dewasa. Artinya, masa-masa kritis pertumbuhan kecerdasan justru terjadi saat bayi di bawah tiga tahun. Dan untuk tumbuh kembang secara optimal, tidak diragukan lagi, bahwa si bayi harus cukup tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soedjatmiko menerangkan selama masa tidur aktif (Rapid Eye Movement) 75 persen hormon tubuh disekresi. Pada waktu bersamaan, aliran darah ke sel otak meningkat tajam. Fase ini, terang dia, merupakan saat dimana sel-sel otak tumbuh dengan cepat. Bayi membutuhkan kondisi ini untuk pembentukan sel-sel syaraf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Hasil riset menunjukkan cukup tidur pada saat bayi tidak cuma berpengaruh terhadap aspek kognitif (kecerdasan), tapi juga emosi (kepribadian) dia saat dewasa,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset para ahli di Amerika Serikat (AS) pada 1925 juga menunjukkan enam ratus anak ber-IQ di atas 140 tercatat memiliki waktu tidur lebih banyak. Hasil serupa ditunjukkan hasil penelitian di Jepang yang melibatkan 5.500 anak sekolah. Sementara pusat tidur di Kanada pada 1983 memaparkan anak dengan IQ superior mempunyai total tidur lebih lama 30-40 menit setiap malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : http://www.republika.co.id/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4573550924725568874?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4573550924725568874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/kurang-tidur-pengaruhi-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4573550924725568874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4573550924725568874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2010/01/kurang-tidur-pengaruhi-kecerdasan-anak.html' title='Kurang Tidur Pengaruhi Kecerdasan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sz65wFNHf6I/AAAAAAAAAJ0/WaxcVOqfPeY/s72-c/anak-hiperaktif-bisa-jadi-akibat-kurang-tidur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4249070438226005685</id><published>2009-12-30T07:13:00.003+07:00</published><updated>2009-12-30T07:18:04.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Children'/><title type='text'>Mengenali Watak Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szqb8W3YrnI/AAAAAAAAAJs/dNrfDGxWAek/s1600-h/baby+8.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szqb8W3YrnI/AAAAAAAAAJs/dNrfDGxWAek/s320/baby+8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420816562726153842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa Perbedaan Watak Pada Anak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak adalah unik. Salah satunya adalah jika dilihat dari wataknya. Terdapat beberapa watak pada anak yang berbeda antara anak yang satu dengan lainnya. Watak tersebut di antaranya (John Gray, Ph.D., 2004);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Anak sensitif, anak ini mempunyai perasaan lebih kuat, lebih mendalam, dan lebih serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Anak aktif, biasanya anak yang memiliki watak aktif akan memiliki kemauan kuat, berani mengambil resiko, dan ingin menjadi pusat perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Anak responsif cerah, ceria, dan membutuhkan lebih banyak stimulasi; ia berpindah-pindah dari hal yang satu ke hal yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Anak reseptif sopan dan bersikap kooperatif, mengikuti instruksi dengan baik tetapi menentang perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orangtua mengetahui watak setiap anak, maka suatu pertengkaran atau kesalahfahaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari dapat diperkecil kemungkinannya terjadi. Biasanya, orangua yang memahami setiap watak anak akan mampu memenuhi kebutuhan anak, dengan demikian anakpun akan berusaha untuk memenuhi 'kebutuhan' orangtuanya. Misalnya, jika orangtua mengetahui bahwa anaknya suka diperhatikan dan mereka melakukannya, maka pada situasi lain ketika orangtuanya membutuhkan/menginginkan anak untuk dapat bersikap sopan dan manis di depan tamu yang sedang berkunjung ke rumah, maka iapun akan mudah melakukannya (ia akan memenuhi kebutuhan orangtuanya tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, setiap anak ingin selalu dapat menyenangkan orangtuanya yang selalu memberikan perhatian dan pengertian kepadanya. Apabila orangtua mengerti pada apa yang dibutuhkan anak, maka anakpun akan melakukan hal yang sama, patuh kepada orangtuanya (anak memiliki kemampuan meniru yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : perkembangananak.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4249070438226005685?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4249070438226005685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/mengenali-watak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4249070438226005685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4249070438226005685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/mengenali-watak-anak.html' title='Mengenali Watak Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szqb8W3YrnI/AAAAAAAAAJs/dNrfDGxWAek/s72-c/baby+8.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8138133986230528910</id><published>2009-12-30T06:59:00.002+07:00</published><updated>2009-12-30T07:12:11.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Baca'/><title type='text'>Minat Baca Terhalang Teknologi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzqauV0vs0I/AAAAAAAAAJk/piq-BhbYPnU/s1600-h/Cat-CatReadingBook03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzqauV0vs0I/AAAAAAAAAJk/piq-BhbYPnU/s320/Cat-CatReadingBook03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420815222416847682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;erkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih menjadikan minat baca dikalangan anak-anak dewasa mulai berkurang. Hal yang patut disesalkan karena anak-anak semakin tergerus oleh era teknologi yang lebih canggih sehingga mampu mengurangi minata baca mereka terhadap sebuah buku. Keinginan untuk meningkatkan baca dikalangan masyarakat seakan ikut terhambat. Jika Anda memperhatikan tentunya Anda akan sering melihat sebagian besar anak lebih suka bermain handphone atau bermain playstation bahkan hingga berjam-jam duduk di depan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita dituntut untuk melek tentang teknologi tentunya hal ini perlu kita lakukan dengan tidak secara berlebihan sehingga memonopoli waktu dimana seharusnya kita melakukan kegiatan lain seperti belajar, membaca, atau melakukan aktivitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sebagai orang tua, tentu saja kita wajib untuk memperhatikan kebiasaan anak-anak kita. Agar mereka tidak tenggelam oleg dahsyatnya kecanggihan teknologi, kita sebagai orang tua perlu memainkan peran untuk menumbuhkan kembali minat baca pada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan dengan cara membiasakan diri untuk membacakan cerita dongeng kepada anak-anak baik pada saat menjelang tidur, atau pada waktu senggang.&lt;br /&gt;Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh kak Seto Mulyadi, bahwa bercerita atau membacakan buku cerita untuk anak memiliki banyak manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat tersebut, di antaranya meningkatkan kemampuan konseptual, mendengar, berbahasa, berkomunikasi verbal dan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ini juga mampu meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, pengetahuan, serta kecerdasan emosional anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu manfaat lain dari mendongeng adala mempererat hubungan emosional antara para orang tua dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8138133986230528910?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8138133986230528910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/minat-baca-terhalang-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8138133986230528910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8138133986230528910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/minat-baca-terhalang-teknologi.html' title='Minat Baca Terhalang Teknologi'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzqauV0vs0I/AAAAAAAAAJk/piq-BhbYPnU/s72-c/Cat-CatReadingBook03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4388625071276709714</id><published>2009-12-29T07:27:00.003+07:00</published><updated>2009-12-29T07:37:58.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Baca'/><title type='text'>Gemar Membaca Sejak Dini Bagi Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzlPAP7qhqI/AAAAAAAAAJc/lhOQ0mKhd8o/s1600-h/gemar+membaca.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzlPAP7qhqI/AAAAAAAAAJc/lhOQ0mKhd8o/s320/gemar+membaca.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420450492212479650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca merupakan aktivitas yang harus diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka terbiasa dan mencintai buku.&lt;br /&gt;Minat baca seseorang terbagi dua jenis, yakni secara spontan dan terpola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat baca spontan didasari keingintahuan terhadap informasi, sedangkan yang terpola merupakan kegiatan membaca yang direkayasa, misalnya melalui kegiatan „pesta buku“ atau „book fair“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat baca spontan masih sangat jarang ditemui, karena para orang tua tidak mengajarkan anak untuk membaca sejak usia dini.&lt;br /&gt;Cara memotivasi anak agar gemar membaca adalah dengan membiasakan mereka memegang buku sejak bayi, atau dengan membacakan cerita-cerita dongeng menjelang tidur. Cara lain bisa dengan berlangganan surat kabar, majalah dan mendirikan perpustakaan mini di rumah meski koleksi bukunya tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah membangun minat baca, karena membutuhkan waktu yang panjang. Untuk itu peran orang tua menjadi sangat penting dalam menumbuhkan minat baca anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita ingat bahwa kemauan untuk membaca merupakan faktor utama yang mempengaruhi minat baca. Setiap anak pasti punya minat membaca yang tinggi, tetapi bagaimana cara orang tua memancing kemauan si anak itu agar benar-benar gemar membaca.&lt;br /&gt;Sebaiknya mendidik anak agar gemar membaca harus dimulai dari rumah tangga, dengan harapan membaca pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4388625071276709714?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4388625071276709714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/gemar-membaca-sejak-dini-bagi-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4388625071276709714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4388625071276709714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/gemar-membaca-sejak-dini-bagi-anak.html' title='Gemar Membaca Sejak Dini Bagi Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzlPAP7qhqI/AAAAAAAAAJc/lhOQ0mKhd8o/s72-c/gemar+membaca.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8553535568115419559</id><published>2009-12-28T07:11:00.002+07:00</published><updated>2009-12-28T07:17:03.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Menjadi Guru yang Ideal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf4pWITjZI/AAAAAAAAAJU/rQAz7Q6lApM/s1600-h/teacher31.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf4pWITjZI/AAAAAAAAAJU/rQAz7Q6lApM/s200/teacher31.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420074065762422162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Salah satu jendela melihat dunia bagi anak-anak selain peran orang tua, fasilitas modern seperti televisi, internet dan lainnya adalah guru. Tugas seorang pegawai jasa (guru) adalah mengarahkan anak didiknya ke arah kedewasaan melalui beberapa proses development of good values. Banyak beberapa tips agar seorang guru dapat memberikan main process dengan baik dalam menfasilitasi anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, guru bagaikan seorang ahli mekanika yang bekerja di dalam bengkel kendaraan. Setiap harinya diberi amanat untuk menstabilkan masa depan anak didik, sehingga rasa tanggung jawab guru yang dibantu dengan tanggung jawab pengelola sekolah harus bisa melayani pelanggan dengan baik, yakni dalam rangka menjalankan amanat sebagai educator, leader, facilitator, motivator, administrator dan evaluator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah fungsi dan tugas seorang guru sebagaimana yang ditulis oleh Jamal Ma’mur Asmani. Tentu masih banyak fungsi dan tugas selain yang disebutkan Asmani, tetapi minimal fungsi-fungsi itu haruslah ada pada seorang guru selain syarat-syarat administratif untuk menjadi seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada istilah profesionalitas seorang guru, namun istilah tersebut hanya berlaku pada penikmat (siswa). Ketika yang menikmati tidak nyaman dengan guru tersebut, dikatakan bahwa “beliau bukan guru yang professional”, dan pada penikmat (siswa) lain juga ada yang bilang “guru tersebut sangat professional dalam mengajar”. Dengan demikian, berdasarkan kaca mata publik ukuran profesionalitas guru ada pada kriteria guru seorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termuat dalam Asmani penulis buku 'Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif' menyimpulkan kriteria guru berdasarkan pendapat beberapa pakar pendidikan, seperti Prof. Herawati Susilo M.Sc, Ph.D dari Universitas Negeri Malang, Husnul Chotimah (2008), dan Wijaya Kusumah (2009). Pertama, guru ideal adalah guru yang memahmi profesinya sangat mulia, sehingga ketulusan dalam mendidik anak didiknya dengan wajah selalu ceria, senang, dan selalu menerapkan salam, sapa, sopan, senyum dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kriteria pertama tersebut peserta didik pun akan selalu nyaman dalam belajar, tidak seperti beberapa guru yang sering diceritakan oleh para siswa, yakni seperti guru matematika yang umumnya terkenal keras, tidak mudah senyum, mudah menghukum, dan membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, guru yang ideal adalah guru yang rajin membaca dan menulis. Selaras dengan fungsi guru yakni sebagai fasilitator peserta didiknya. Jadi, guru harus dituntut untuk memiliki wawasan yang luas, ibaratnya mesin pencari “Google” di internet. Membaca dan menulis pada seorang guru juga diibaratkan dua sisi mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, guru yang ideal adalah guru yang sangat menghargai waktu “time is money”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, guru yang ideal adalah guru yang kreatif dan inovatif. Menciptakan suasana belajar yang variatif menunjukkan guru tersebut kreatif, tidak monoton dari hari ke hari, hingga tahun ke tahun mengajarnya itu-itu saja. Tidak beda jauh dengan copy and paste, gaya belajarnya selalu sama dari selamanya. Guru yang tidak kreatif tentu ditandakan guru tersebut kurang membaca dan menulis, guru yang malas-malasan, tidak pernah menghargai waktu dengan baik. Hingga mengisi laporan penilaian hasil belajar siswa dikerjakan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) yang ala kadarnya, tidak memperhitungkan aspek proses dalam belajar peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, guru yang ideal adalah guru yang memiliki lima kecerdasan, yakni kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, dan kecerdasan motorik. Kelima kecerdasan tersebut harus seimbang, kesemuaanya saling terkait dalam dunia pendidikan. Baca realita kita, berapa banyak orang berintelektual tinggi yang masuk penjara karena korupsi? Bukti bahwa lima kecerdasannya tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai guru atas diri kita sendiri, sudah seharusnya juga menerapkan kriteria guru sebagaimana yang di atas. Apalagi, kita yang nantinya sebagai seorang orang tua harus mampu menjadi guru dari anak kita. Jadilah guru yang ideal penuh dengan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bayu Tara Wijaya (www.kabarindonesia.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8553535568115419559?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8553535568115419559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/menjadi-guru-yang-ideal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8553535568115419559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8553535568115419559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/menjadi-guru-yang-ideal.html' title='Menjadi Guru yang Ideal'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf4pWITjZI/AAAAAAAAAJU/rQAz7Q6lApM/s72-c/teacher31.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5489043560345134610</id><published>2009-12-28T07:06:00.002+07:00</published><updated>2009-12-28T07:11:07.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Makan Ikan Bikin Anak Cerdas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf3cHkRCQI/AAAAAAAAAJM/ZQSDddHHyfQ/s1600-h/fish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf3cHkRCQI/AAAAAAAAAJM/ZQSDddHHyfQ/s320/fish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420072739003238658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makan ikan membuat anak Anda lebih cerdas, demikian hasil studi ilmuwan Swedia . Studi itu mendapati bahwa remaja laki-laki berusia 15 tahun dan makan ikan sedikitnya satu kali satu pekan mencatat prestasi tinggi dalam uji intelijensi ketika mereka berusia 18 tahun dibandingkan dengan mereka yang kurang sering makan ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menemukan hubungan yang jelas antara seringnya konsumsi ikan dan nilai lebih tinggi ketika remaja memakan ikan sedikitnya sekali satu pekan,” kata peneliti Profesor Kjell Toren dari Sahlgresnka Academy di University of Gotherburg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata, makan ikan sekali satu pekan dapat meningkatkan gabungan nilai intelijensi verbal dan visuospatial sebesar enam persen, sementara makan ikan lebih dari sekali dalam satu pekan meningkatkan nilai itu sampai 11 persen, kata para peneliti tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi itu yang dilandasi atas jawaban dari hampir 4.000 remaja Swedia dan disiarkan dalam Acta Paediatrica terbitan Maret, menduga bahwa asam lemak omega-3 dan omega-6 pada ikan dapat menjadi kunci bagi peningkatan kemampuan kognitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti tersebut juga berencana mengkaji apakah jenis ikan yang dikonsumsi memberi perbedaan hasil. (matanews.Com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5489043560345134610?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5489043560345134610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/makan-ikan-bikin-anak-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5489043560345134610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5489043560345134610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/makan-ikan-bikin-anak-cerdas.html' title='Makan Ikan Bikin Anak Cerdas'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Szf3cHkRCQI/AAAAAAAAAJM/ZQSDddHHyfQ/s72-c/fish.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4719707045532112272</id><published>2009-12-26T07:31:00.003+07:00</published><updated>2009-12-26T07:39:53.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teaching'/><title type='text'>Tolok Ukur Keberhasilan Seorang Guru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVawubgN0I/AAAAAAAAAJE/rZriCMQu8Sw/s1600-h/teaching.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVawubgN0I/AAAAAAAAAJE/rZriCMQu8Sw/s200/teaching.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419337519753869122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tolok ukur keberhasilan seorang guru dapat ditentukan berdasarkan sikap dan perilaku anak-anak didiknya.  Sebagai pendidik, seorang guru akan merasa berhasil apabila anak-nak didiknya mau bekerjasama dalam proses belajar mengajar.  Makna kerjasama adalah bersama-sama melakukan tugas dalam rangka proses pembelajaran.  Tetapi adakalanya sikap dan perilaku anak-anak didik menyebabkan seorang guru tidak tahan dan ingin cepat-cepat menyelesaikan sesi pembelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sikap dan tingkah laku anak-anak yang tidak mau bekerjasama merupakan dampak permasalahan dalam proses perkembangannya.  Banyak anak yang bahkan harus kehilangan masa kanak-kanaknya karena orang tua yang sibuk.  Sementara anak-anak lainnya dibesarkan oleh pengasuh(nanny).  Anak-anak itu diharuskan mandiri sebelum waktunya, akibatnya mereka mengalami stress atau bahkan depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan seorang guru? Sebagai seorang pendidik di sekolah, guru dituntut berperan sebagai orang tua.  Seorang guru harus mengerti bahwa dimanapun anak-anak berada, baik di sekolah maupun di rumah, tidak banyak bedanya.  Berikut adalah tujuh opsi yang sangat bermanfaat dan efektif untuk diterapkan di rumah maupun di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Memberi penjelasan apabila ada masalah atau kejadian insidentil di kelas.  Misalnya, seusai kelas melukis ada cat air yang tumpah di lantai. Sebaiknya seorang guru berkata,”Lihat, di lantai ada tumpahan cat air”. Atau ketika guru mendapatkan kertas ujian tanpa nama. Sebaiknya seorang guru berkata,”Kenapa saya dapat kertas yang tidak ada namanya?” Juga apabila anak-anak asik ngobrol di kelas. Seorang guru boleh permisi keluar kelas sebentar untuk kemudian kembali dan mengatakan bahwa suara mereka sangat jelas terdengar sampai hall atau ruangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Berperan sebagai seorang informan.  Misalnya, suatu hari guru menemukan ada meja yang dicoret atau anak-anak mencoret meja.  Sebaiknya guru mengatakan bahwa meja bukan tempat untuk menuliskan sesuatu, tetapi kertas.  Atau di kelas komputer ada anak yang menggoreskan sesuatu di atas disket komputer. “Disket komputer tidak bisa lagi dipakai jika tergores atau kotor”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Memberikan pilihan/opsi.  Misalnya, setelah seorang anak selesai membuat bentuk bangunan dengan balok atau lego, dia tidak mau membereskannya. “ Bagus sekali istana yang kamu buat! Pasti kamu akan membuat istana lagi besok. Kalau begitu kamu boleh menyimpan balok-balok itu di dalam rak yang sudah disediakan atau ke dalam kotak itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Memberi perintah dengan pesan singkat atau satu kata.  Misalnya, seorang anak tidak memulai kalimat dengan huruf besar. Katakan, “Huruf besar!” Atau setelah seorang anak membuka pintu tetapi tidak menutupnya kembali, “ Pintu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Berkomunikasi dengan gerakan atau bahasa tubuh. Misalnya kelas sangat gaduh, seorang guru menempelkan jari telunjuknya ke mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Mengungkapkan perasaan anda.  Misalnya anda sedang menerangkan pelajaran, sementara anak-anak ngobrol. “ Saya merasa sedih dan frustrasi kalau tidak ada yang mau mendengarkan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       Menyampaikan pesan atau perintah melalui tulisan.  Misalnya guru menyediakan kotak dimana tugas-tugas dikumpulkan; di kotak tersebut dituliskan pesan “ Akan lebih baik kalau mencantumkan nama dan tanggal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4719707045532112272?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4719707045532112272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tolok-ukur-keberhasilan-seorang-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4719707045532112272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4719707045532112272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tolok-ukur-keberhasilan-seorang-guru.html' title='Tolok Ukur Keberhasilan Seorang Guru'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVawubgN0I/AAAAAAAAAJE/rZriCMQu8Sw/s72-c/teaching.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6225089933653464947</id><published>2009-12-25T09:51:00.003+07:00</published><updated>2009-12-25T10:00:09.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><title type='text'>Manajemen Kelas Yang Efektif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQqoP8sy2I/AAAAAAAAAIs/PieJiINox7Y/s1600-h/iStock_000004663162XSmall_crop380w.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQqoP8sy2I/AAAAAAAAAIs/PieJiINox7Y/s200/iStock_000004663162XSmall_crop380w.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419003122597808994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;etiap guru professional setidaknya harus bisa me-manajemen kelas dengan baik, karena manajemen kelas yang tertata dengan rapi akan dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran siswa. Setidaknya guru harus bisa menerapkan manajemen kelas yang efektif yang mampu menghadirkan suasana belajar yang kondusif dan nyaman bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang pernah di ulas oleh Drs Martadi MSn dalam sebuah rubrik “Klinik Pendidikan” di harian terkemuka Jawa Pos, beliau menyatakan bahwa ketika memikirkan manajemen kelas yang efektif, guru yang tidak berpengalaman terkadang mengabaikan lingkungan fisik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Drs Martadi MSn, saat ini ada kecenderungan terjadi perubahan orientasi dalam mengelola kelas. Pandangan lama menekankan pada penciptaan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tindak tanduk murid. Sedangkan trend baru dalam manajemen kelas lebih menekankan pada pembimbingan murid untuk menjadi lebih mau berdisiplin diri dan tidak terlalu menekankan pada control eksternal atas diri murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Ada 4 prinsip dasar yang perlu diperhatikan guru dalam menata kelas, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kurangi Kepadatan di tempat lalu-lalang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya gangguan dapat terjadi di daerah yang sering dilewati. Daerah ini antara lain area belajar kelompok, bangku murid, meja guru, dan lokasi penyimpanan perlengkapan siswa, rak buku, komputer, dan lokasi lain. Pisahkan area ini sejauh mungkin dan pastikan memudahkan untuk diakses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Pastikan bahwa Anda dapat dengan mudah melihat semua murid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tugas manajemen kelas yang penting adalah memantau murid secara cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah diakses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini akan meminimalkan waktu persiapan, memudahkan untuk merapikan kelas, and mengurangi gangguan saat melakukan aktivitas pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentukan di mana Anda dan  murid Anda berada saat presentasi kelas diadakan. Untuk aktivitas ini, murid tidak boleh memindahkan kursi. Untuk mengetahui seberapa baik murid dapat melihat dari tempat mereka, coba duduklah di kursi mereka untuk memastikan murid dapat melihat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : Jawa Pos &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6225089933653464947?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6225089933653464947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/manajemen-kelas-yang-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6225089933653464947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6225089933653464947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/manajemen-kelas-yang-efektif.html' title='Manajemen Kelas Yang Efektif'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQqoP8sy2I/AAAAAAAAAIs/PieJiINox7Y/s72-c/iStock_000004663162XSmall_crop380w.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5887576931166841182</id><published>2009-12-25T09:26:00.003+07:00</published><updated>2009-12-25T09:50:30.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><title type='text'>Cara Menilai Portofolio Siswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQn5q6N64I/AAAAAAAAAIc/xXeHjMeyB0k/s1600-h/portfolio-siswa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQn5q6N64I/AAAAAAAAAIc/xXeHjMeyB0k/s200/portfolio-siswa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419000123358047106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Portofolio siswa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terdiri atas sekumpulan hasil karya murid yang sistematis dan terorganisasi, yang menunjukkan keahlian dan prestasi murid. Sebuah portofolio adalah sekumpulan hasil kerja yang berguna untuk memberi tahu kita tentang kemajuan dan prestasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portofolio lebih dari sekadar kompilasi paper murid yang ditumpuk di map atau kumpulan catatan. Agar bisa disebut portofolio, setiap hasil kerja atau karya haris dibuat dan ditata sedemikian rupa sehingga menunjukkan kemajuan dan mengarah pada satu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portofolio bisa mencakup karya seni, komentar guru, poster, wawancara, puisi, hasil ujian, solusi problem, catatan komunikasi dengan bahasa asing, penilaian diri, dan prestasi-prestasi lain. Portofolio dapat dikumpulkan pada kertas map, foto, rekaman, video, CD, disket atau hard disk komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar penilaian Joan Herman (1996) mengatakan bahwa penilaian portofolio semakin popelar lantaran merupakan cara alami untuk mengintegrasikan instruksi dan penilaian. Empat kelompok bukti yang bisa diletakkan dalam portofolio adalah artifak, reproduksi, kesaksian atau pengesahan karya, dan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artifak&lt;/span&gt; adalah dokumen atau produk seperti paper dan pekerjaan rumah siswa yang dihasilkan selama masa akademik normal di kelas.&lt;br /&gt;2.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reproduksi&lt;/span&gt; adalah dokumentasi kerja murid di luar kelas, seperti proyek spesial atau wawancara. Misalnya, deskripsi murid tentang wawancara dengan ilmuwan lokal atau tokoh tentang kerja sang ilmuwan.&lt;br /&gt;3.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengesahan kary&lt;/span&gt;a atau kesaksian, merepresentasikan dokumentasi kemajuan murid yang dibuat guru atau orang berwenang lainnya. Misalnya, guru menulis catatan evaluasi tentang presentasi lisan siswa dan menempatkannya di portofolio murid.&lt;br /&gt;4.    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Produksi &lt;/span&gt;terdiri atas tiga tipe material, yakni pernyataan tujuan, refleksi, dan caption. Murid membuat pernyataan tujuan tentang kerja mereka dan mendeskripsikan kemajuannya dan membuat caption yang mendeskripsikan setiap hasil kerja mereka dalam portofolio beserta arti pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana menilai portofolio ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; memang dibutuhkan cukup waktu untuk menilai portofolio. Guru harus mengevaluasi bukan hanya setiap item tetapi juga portofolio secara keseluruhan. Bila tujuan portofolio adalah memberi informasi deskriptif tentang murid untuk guru level selanjutnya, portofolio itu tidak perlu diberi nilai atau diringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika tujuannya adalah untuk mendiagnosis, memperbaiki, memberi data untuk instruksi yang efektif, memotivasi murid untuk merefleksikan kinerja mereka, atau memberi nilai (grade) kepada murid, penilaian dan ringkasan harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Jawa Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5887576931166841182?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5887576931166841182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/cara-menilai-portofolio-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5887576931166841182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5887576931166841182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/cara-menilai-portofolio-siswa.html' title='Cara Menilai Portofolio Siswa'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzQn5q6N64I/AAAAAAAAAIc/xXeHjMeyB0k/s72-c/portfolio-siswa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1864027904727184927</id><published>2009-12-24T07:21:00.004+07:00</published><updated>2009-12-24T07:34:16.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Televisi, teman atau musuh ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzK2KiCt_xI/AAAAAAAAAIU/SCxbdrsQZsA/s1600-h/kids-watch-tv.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzK2KiCt_xI/AAAAAAAAAIU/SCxbdrsQZsA/s200/kids-watch-tv.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418593593733283602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;A&lt;/span&gt;nak-anak suka sekali menonton teve. Memang, teve bermanfaat buat anak. Tapi jika tidak dibatasi dan diawasi, justru berbahaya. "Ayo, makan dulu! Dari tadi, kok, di depan teve terus." Kalimat seperti ini, pasti pernah terlontar dari orangtua kepada anaknya. Terutama anak usia prasekolah, yang menurut penelitian memang menunjukkan minat lebih besar pada teve ketimbang anak usia sekolah. Sebabnya? Antara lain, anak balita cenderung terbatas teman bermainnya, masih lebih banyak tinggal di rumah, dan belum mampu bersikap kritis mengenai segala sesuatu yang dilihatnya di layar kaca. Tapi kebiasaan juga pegang peranan dalam hal ini. Banyak anak sudah dibiasakan nonton TV sejak masih bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orangtua menjadikan TV sebagai babysitter karena tak mau repot. Biar anaknya anteng, si kecil didudukkan di depan teve. "Bahkan ada yang untuk makan, harus sambil nonton TV. Kalau tidak, anaknya tak mau makan," kata psikolog Hera L. Mikarsa. Jelas, si kecil tak begitu saja tertarik pada TV jika Anda tak pernah memperkenalkan ia pada TV. Dan ia tak akan pernah kecanduan nonton TV jika Anda tak membiarkan ia nonton kapan saja sesuka hatinya tanpa ada batas. Bukan berarti si kecil dilarang sama sekali nongkrong di muka layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TV, sarana belajar perilaku sosial &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, TV merupakan salah satu media belajar bagi anak dan bisa memberi pengaruh positif terhadap tumbuh kembangnya. Yang penting, mencegahnya agar tak sampai kecanduan nonton TV. Ingatlah, anak usia ini sedang dalam tahap mengembangkan perilaku sosial. Ia harus mendapat banyak kesempatan bermain dengan teman-temannya. Karena itu, tegas Hera, jangan jadikan TV sebagai pengganti bentuk bermain. "Nonton TV itu, kan, cenderung pasif. Tak ada interaksi dua arah. Beda jika ia main dengan teman-temannya. Ia akan aktif, entah fisiknya, komunikasi, atau sosial. Jadi, ada timbal-balik, belajar saling memberi," jelas Ketua Program Profesi pada Fakultas Psikologi UI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, anak usia ini sedang kuat-kuatnya meniru, entah perilaku atau omongan. Apa yang ia dengar dan lihat, ia ucapkan dan lakukan tanpa ia mengerti. Sering, kan, kita melihat serta mendengar, betapa fasihnya (meski masih cadel) si kecil menirukan iklan atau nyanyian yang dilihatnya di teve? CUKUP 40-45 MENIT Untuk mengurangi dampak negatif teve, Hera menganjurkan, batasi waktu nonton TV, sekitar 40-45 menit bagi anak usia ini. Hera juga menyarankan, sebagaimana dianjurkan banyak pakar, dampingi anak saat nonton TV dan pilihkan program-program yang layak untuk ia tonton. "Anda tak bisa menjadikan TV sebagai baby-sitter jika Anda mau mendidik anak menjadi pemirsa yang kritis," tukas Hera. Apa juga, TV hanyalah sebuah benda mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perlu Pendampingan dan Pengawasan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak dapat menyalahkan TV jika anak lebih suka duduk berjam-jam di depan TV ketimbang melakukan aktivitas bermain lainnya atau ia jadi suka berkelahi gara-gara sering menyaksikan adegan kekerasan di TV. Seberapa besar pengaruh TV dan apakah pengaruhnya baik atau buruk terhadap anak Anda, menurut Elizabeth B. Hurlock, pakar psikologi perkembangan, ditentukan oleh jumlah bimbingan dan pengawasan terhadap anak yang menonton TV. Jika Anda menyediakan waktu untuk menafsirkan apa yang dilihat anak di layar TV, ia akan mengerti dan menafsirkan apa yang dilihatnya dengan benar. Selanjutnya, dengan bimbingan dan pengawasan atas program yang akan ditontonnya, ia dapat mempelajari pola perilaku dan nilai yang sehat yang akan membimbing ke arah sosialisasi yang baik dan tidak ke nilai serta pola perilaku yang tak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ia harus didampingi? Kemampuan berpikir anak masih terbatas. Ia akan mengalami kesulitan mengikuti alur cerita karena keterbatasannya membedakan isi yang penting dan pokok dengan isi insidental yang bersinggungan dengan pokok utama. Sebuah isi insidental (Aldo yang gemuk jatuh tertelungkup) bisa tampak sama pentingnya dengan tema utama (Aldo dan kelompoknya hendak membantu seorang anak perempuan yang sedih karena orangtuanya bertengkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mengalami kesulitan untuk memadukan unsur-unsur cerita yang berbeda yang terjadi pada waktu berlainan. Ia mungkin tak mampu menghubungkan satu adegan yang menggambarkan seorang pria bertopeng yang tengah merampok bank dengan adegan berikutnya setengah jam kemudian yang menggambarkan seorang pria ditangkap dan dipenjarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kesimpulan seorang ahli berikut ini patut Anda simak. "Jika Anda menggunakan TV sebagai penjaga anak sehingga mengabaikan hubungannya dengan orang lain, jelas Anda lalai. Jika Anda tak memperkenalkan buku kepada anak-anak hanya karena adanya TV, maka Anda bertindak ceroboh. Jika Anda tak membantu anak untuk membangun hubungan yang baik dengan teman sebayanya hanya karena TV 'menjaga mereka di rumah', maka Anda benar-benar bersalah terhadap mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa Yang Anak Serap Dari TV?&lt;/span&gt; Jawabannya, banyak sekali. Semua program TV dan siaran iklan yang menyertainya, menyampaikan pesan yang berbeda-beda dan mengajarkan hal yang lain pula. Satu hal yang dicemaskan banyak orangtua ialah anak belajar kekerasan dari TV. Ini bisa dipahami. Sebab, tak sedikit adegan kekerasan muncul di layar TV, mulai dari pertengkaran mulut sampai perkelahian dan pembunuhan. Bukan cuma dalam program-program tayangan dewasa, tapi juga anak-anak. Anda tak dapat menghindari ini, tapi bisa mencegah pengaruh buruknya. Jelaskan padanya, orang-orang yang ia lihat di TV adalah aktor dan mereka melakukan itu tidak dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, hapuskan semua program yang lebih banyak mengeksploitir adegan kekerasan dari daftar program TV yang sudah Anda pilih untuk anak. Jangan pula izinkan si kecil menonton program untuk dewasa. Pelajaran lain dari TV yang perlu diwaspadai ialah stereotipe sosial tentang wanita, pria, minoritas, orang lanjut usia, dan banyak kelompok lain, termasuk anak-anak. Stereotipe ini kadang dilebih-lebihkan. Misalnya, pria selalu digambarkan jadi pemimpin dalam mengatasi keadaan sementara yang wanita tetap pasif atau tak berdaya. Anak-anak belajar dari penggambaran ini terutama bila mereka hanya mempunyai sedikit kontak dengan kelompok yang digambarkan. Sebagaimana adegan kekerasan, Anda pun tak dapat menghindari adegan-adegan yang menggambarkan stereotipe sosial ini. Nah, berilah gambaran yang tepat pada anak tentang hal yang sebenarnya berlaku di masyarakat. Bukan cuma lewat kata-kata tapi juga harus diperkuat oleh perilaku Anda sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda sehari-hari bersikap terhadap anak Anda, misalnya, merupakan contoh bagaimana seharusnya orang dewasa memperlakukan seorang anak. Atau, bagaimana ayah memperlakukan ibu dan bagaimana ibu memperlakukan ayah, akan memberikan gambaran pada anak tentang bagaimana seharusnya seorang pria memperlakukan wanita dan sebaliknya. Ingatlah, TV akan memberikan pengaruh yang nyata pada anak, antara lain tergantung dari seberapa banyak anak dapat mengingat hal-hal yang ia tonton dan seberapa baik pemahamannya terhadap apa yang ia tonton. Jika ia menafsirkan kekerasan atau stereotipe sosial di TV sebagai pola perilaku yang direstui masyarakat dan model yang benar untuk ditiru, maka pengaruhnya akan sangat berbeda ketimbang bila ia menafsirkannya sebagai pola perilaku yang tak direstui dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber : E-SmartSchool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1864027904727184927?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1864027904727184927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/televisi-teman-atau-musuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1864027904727184927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1864027904727184927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/televisi-teman-atau-musuh.html' title='Televisi, teman atau musuh ?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzK2KiCt_xI/AAAAAAAAAIU/SCxbdrsQZsA/s72-c/kids-watch-tv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4577705902146058295</id><published>2009-12-23T16:11:00.005+07:00</published><updated>2009-12-23T16:17:49.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Menyambut Hari Ibu, Ibu-Anak Karnaval Jalan Keliling 1 Km di Mal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHfI7zNEnI/AAAAAAAAAH0/Uq_U5ZzdXDk/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHfI7zNEnI/AAAAAAAAAH0/Uq_U5ZzdXDk/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418357171287822962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Even untuk memperingati hari Ibu yang jatuh pada hari Selasa, tanggal 22 Desember dimanfaatkan  oleh Himpunan PAUD Se-Kecamatan Jambangan untuk menggelar Karnaval di Royal Plaza. Karnaval yang bertemakan “Bunda Pujaanku, Batik Busanaku” tersebut berlangsung meriah. Sebanyak 400 pasangan Ibu dan anak berkarnaval keliling pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karnaval yang semua pesertanya berbaju batik tersebut melibatkan anak-anak usia 2-5 tahun. Peserta berasal dari 25 PAUD dan Kelompok Bermain. Karnaval yang digelar sekitar pukul 15.00 WIB itu berlangsung meriah dan kompak meskipun ada sebagian anak yang minta digendong sewaktu karnaval berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHfX9vn7jI/AAAAAAAAAH8/3N6dojV9vUw/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHfX9vn7jI/AAAAAAAAAH8/3N6dojV9vUw/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418357429507714610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHftJFA09I/AAAAAAAAAIE/ZhefxJFgK6E/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHftJFA09I/AAAAAAAAAIE/ZhefxJFgK6E/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418357793327469522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Panitia membagi peserta berdasarkan regu dari masing-masing perwakilan PAUD. Satu regu terdiri atas 10 sampai 13 pasang Ibu-Anak. Terlihat ada beberapa PAUD yang juga mengirimkan lebih dari satu regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping untuk memperingati hari ibu, karnaval tersebut juga dilombakan untuk memperebutkan tropi dan sertifikat. Penilaiannya bedasarkan keserasian, keberanian anak dan ketertiban dalam karnaval.&lt;br /&gt;Keberanian si anak akan terlihat dari perilaku mereka ketika karnaval berlangsung, apakh menangis saat karnaval atau hanya minta digendong dan tidak mau berjalan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow…melihat wajah mereka yang imut-imut sungguh membuat hati gemas ingin mencubit pipi mereka yang tembem-tembem. Kebayang juga ternyata yang bikin heboh bukan si anak melainkan si ibu yang ingin anaknya begini atau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Selamat Hari Ibu ….Kepada Semua Ibu…&lt;br /&gt;I Love You Mom…very…very…very much !&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHf7KN5BVI/AAAAAAAAAIM/l6UwgA0I8DY/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHf7KN5BVI/AAAAAAAAAIM/l6UwgA0I8DY/s200/6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418358034151310674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kasih ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada beta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak terhingga sepanjang masa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya memberi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tak harap kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagai sang surya menyinari dunia….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4577705902146058295?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4577705902146058295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/menyambut-hari-ibu-ibu-anak-karnaval.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4577705902146058295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4577705902146058295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/menyambut-hari-ibu-ibu-anak-karnaval.html' title='Menyambut Hari Ibu, Ibu-Anak Karnaval Jalan Keliling 1 Km di Mal'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHfI7zNEnI/AAAAAAAAAH0/Uq_U5ZzdXDk/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1946624809192348161</id><published>2009-12-23T16:03:00.003+07:00</published><updated>2009-12-23T16:10:19.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Mengapa Ada Hari Ibu ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHeX44OfsI/AAAAAAAAAHs/F0PRUOJlc7s/s1600-h/Deals+On+Mother%27s+Day+Gifts.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHeX44OfsI/AAAAAAAAAHs/F0PRUOJlc7s/s200/Deals+On+Mother%27s+Day+Gifts.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418356328689991362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Ibu&lt;/span&gt; adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Ibu di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHd8TLSHpI/AAAAAAAAAHk/icivE7x-rsQ/s1600-h/M.+Pergerakan+.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHd8TLSHpI/AAAAAAAAAHk/icivE7x-rsQ/s200/M.+Pergerakan+.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418355854712905362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).&lt;br /&gt;Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.&lt;br /&gt;Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mother's day&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1946624809192348161?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1946624809192348161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/mengapa-ada-hari-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1946624809192348161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1946624809192348161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/mengapa-ada-hari-ibu.html' title='Mengapa Ada Hari Ibu ?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzHeX44OfsI/AAAAAAAAAHs/F0PRUOJlc7s/s72-c/Deals+On+Mother%27s+Day+Gifts.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7279190194363741139</id><published>2009-12-22T07:24:00.004+07:00</published><updated>2009-12-22T07:35:42.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzAUPEmQBXI/AAAAAAAAAHc/TkQnOADgRPY/s1600-h/anak+bermain.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzAUPEmQBXI/AAAAAAAAAHc/TkQnOADgRPY/s200/anak+bermain.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417852600891475314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Pendapat ini kurang begitu tepat dan bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Kesehatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Intelligensi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Jenis kelamin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Lingkungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Status sosial ekonomi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh bermain bagi perkembangan anak : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat digunakan sebagai terapi&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mempengaruhi dan menambah pengetahuan anak&lt;br /&gt;•    Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak&lt;br /&gt;•    Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;A. Permainan Aktif &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Bermain bebas dan spontan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sandiwara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Bermain musik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, atau memainkan alat musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Permainan olah raga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;B. Permainan Pasif &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Membaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Mendengarkan radio &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Menonton televisi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Sumber : e-SmartSchool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7279190194363741139?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7279190194363741139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7279190194363741139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7279190194363741139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/pengaruh-permainan-pada-perkembangan.html' title='Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzAUPEmQBXI/AAAAAAAAAHc/TkQnOADgRPY/s72-c/anak+bermain.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8335987145094682121</id><published>2009-12-22T07:20:00.003+07:00</published><updated>2009-12-22T07:23:56.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Tumbuhan Menyediakan Oksigen</title><content type='html'>Tumbuhan merupakan salah satu faktor penting dalam kelangsungan hidup makhluk-makhluk hidup di permukaan hidup ini. Hal ini terjadi karena tumbuhan telah menyediakan gas oksigen yang kita hirup untuk bernapas. Kita dapat mengetahui bagaimana oksigen terbentuk dengan bantuan tumbuhan air, seperti yang akan kita lakukan pada percobaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat dan bahan :&lt;br /&gt;Sebatang hudrilla atau rumput air atau tunbuhan pada dasar kolam&lt;br /&gt;Botol minuman ringan yang transparan&lt;br /&gt;Ember atau tempat air yang transparan&lt;br /&gt;Air&lt;br /&gt;Batu kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kerja :&lt;br /&gt;Masukkan air ke dalam ember hingga penuh.&lt;br /&gt;Masukkan hydrilla ke dalam botol dan isikan air ke dalamnya.&lt;br /&gt;Dalam keadaan terbalik, masukkan botol ke dalam ember dan pati&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class=" on" style="display: block;" id="formatbar_Add_Image" title="Tambah Gambar" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="addImage();" onmousedown="CheckFormatting(event);;ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Tambah Gambar" class="gl_photo" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;kan bagian bawah botol telah disangga dengan batu agar mulut botol tidak tertutup.&lt;br /&gt;Simpan di tempat yang terkena sinar matahari dan amati setelah beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzARdEDft2I/AAAAAAAAAHM/2aTkqW1eWSs/s1600-h/tumbuhan+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzARdEDft2I/AAAAAAAAAHM/2aTkqW1eWSs/s200/tumbuhan+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417849542728988514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hydrilla akan mengeluarkan gelembung-gelembung udara berukuran kecil. Inilah molekul gas oksigen yang di hasilkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis. Matahari telah menyebabkan sejumlah zat dalam tubuh tumbuhan untuk memproduksi gas oksigen yang diperlukan oleh semua makhluk hidup di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8335987145094682121?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8335987145094682121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tumbuhan-menyediakan-oksigen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8335987145094682121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8335987145094682121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tumbuhan-menyediakan-oksigen.html' title='Tumbuhan Menyediakan Oksigen'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzARdEDft2I/AAAAAAAAAHM/2aTkqW1eWSs/s72-c/tumbuhan+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5157120609075790739</id><published>2009-12-19T08:10:00.001+07:00</published><updated>2009-12-19T08:14:55.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Selektif Pada Permainan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SywpAkv9IXI/AAAAAAAAAG8/F-IU0cxR5mw/s1600-h/605715_lj-k-1020b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SywpAkv9IXI/AAAAAAAAAG8/F-IU0cxR5mw/s200/605715_lj-k-1020b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416749541661417842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Promosi gencar yang dilakukan produsen berbagai produk mainan anak baik elektronik maupun manual dapat memposisikan anak menjadi konsumen aktif. Tidak hanya itu, mainan buatan pabrik tersebut membuat kreativitas anak berkurang atau terbatasi. Bahkan anak bisa lebih bersikap individualis kalau terlalu 'over' bermain dengan permainan elektronik, contoh nyatanya adalah playstation. Merupakan suatu hal yang wajar, bila setiap orang tua menyediakan fasilitas mainan pada anak-anaknya. Karena dunia anak merupakan dunia bermain. Ketika bermain, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat, keterampilan dan pengetahuan. Jenis permainan dan mainan yang sejak awal diberikan secara tepat pada balita berperan mengembangkan saraf-saraf motorik yang akan mempengaruhi tingkat intelegensia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana wujud dunia bermain anak-anak saat ini? Setidaknya hasil kegiatan Lomba Menggambar Dolanan Bocah maupun Kumpul Bocah yang diselenggarakan USC-Satu Nama Yogyakarta di Padukuhan Duwet, Desa Sendangadi, Mlati (28 September 2003) lalu dapat menjadi gambaran. Di sana terlihat permainan elektronik dan televisi telah cukup jauh mempengaruhi dunia anak-anak."Dalam kegiatan ini terkumpul 137 gambar. Ternyata yang mereka gambar mayoritas permainan elektronik dan tokoh hero dalam film kartun," kata Koordinator Perpustakaan Keliling USC-Satu Nama Yogyakarta, I Gede Eddy Purwaka.Menurut I Gede Eddy Purwaka, berbagai jenis permainan anak-anak di zaman sekarang cenderung menjauhkan mereka dari interaksi sosial. "Tidak mengherankan jika anak-anak sekarang lebih b&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ersikap individualis dan kurang kreatif," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Butuh Pengawasan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menghindari anak menjadi konsumen produk mainan memang merupakan hal yang sulit dilakukan. Apalagi sifat anak yang cenderung meniru sesuatu dari lingkungannya. Banyaknya produk mainan instan dan elektronik untuk anak-anak diakui Marnio Pudjono memang sudah membelenggu kreativitas anak. Namun demikian mainan tersebut tidak selalu menghambat pengembangan kreativitas."Misalnya, tamiya. Sebelum memainkannya anak harus paham betul teknis cara memasang dan teknis memainkannya. Sehingga secara langsung mereka juga belajar. Begitu pula memodifikasi jenis permainan tamiya, anak juga dituntut kreatif, meskipun terbatas," jelas Marnio Pudjono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk mainan yang tidak langsung jadi, misalnya robot rakitan, push block dan puzzel, menuntut anak untuk berusaha menemukan bentuknya. Ini cukup baik, daripada hanya membeli produk mainan jadi. Marnio Pudjono pun membenarkan kalau ada yang beranggapan permainan elektronik memang cenderung membuat anak semakin menjadi individual. Apalagi kalau sang anak terlalu asyik menghabiskan waktunya untuk memainkan mainan itu."Di sini peran orangtua sangat penting. Mereka berkewajiban untuk mengawasi anaknya. Jangan sampai terlalu berlebihan bermain dengan mainannya. Mereka juga harus mengarahkan anaknya untuk bersosialisasi. Agar proses keseimbangan berjalan baik. Banyak sekali cara yang bisa ditempuh. Misalnya, mengikutsertakan dalam klub renang, klub bermain atau kegiatan masjid," jelas Marnio Pudjono lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, orang tua harus jeli dan pandai memilih produk mainan. Karena jenisnya saat ini banyak sekali. Jenis produk mainan yang baik, sebaiknya dipilihkan yang bisa merangsang perkembangan intelektualitas anak. Tidak hanya sekedar bagus, mahal dan baru."Sejauh pengamatan saya, selama ini orang tua banyak yang lupa. Kalau gerakan motorik anak berpengaruh pada tingkat intelegensi anak. Anak yang gerakan saraf motoriknya optimal, perkembangan saraf otaknya juga akan optimal. Jangan lekas melarang balita yang sedang berlari-lari atau memanjat kursi. Selama masih aman, biarkan saja," kata Marnio Pudjono. Permainan keseimbangan sangat dianjurkan pada balita dan anak TK. Karena merangsang saraf-saraf keseimbangan. Pakar psikologi percaya, jika saraf motorik berkembang, saraf keseimbangan juga ikut berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel otak terutama nukleus pestibularis juga berkembang. Tidak dipungkiri kalau fasilitas untuk hal tersebut memang mahal. "Inilah pentingnya menurut saya adanya klub bermain yang lengkap. Dapat diupayakan di TK atau play group. Sehingga orang tua tidak terlalu terbebani. Karena dibeli secara bersama-sama. Sekaligus dapat belajar bersosialisasi," terang Marnio Pudjono.Dolanan Anak Menengok pada permainan anak tempo dulu, seperti dolanan anak, Marnio Pudjono rupanya agak pesimistis bila ada usaha untuk memunculkannya lagi. Karena jenis permainan ini semakin luntur dimakan jaman, kurang dikenal maupun diminati anak-anak sekarang. Walaupun dia tidak memungkiri kalau sebenarnya permainan semacam itu memang bagus untuk memupuk sosialisasi antar anak. "Selain itu anak di era dulu, kalau ingin punya mainan harus membuat sendiri. Hal ini memang membangkitkan kreativitas dalam dirinya.&lt;br /&gt;Dibandingkan anak sekarang yang hanya tinggal memilih dan membeli berbagai macam produk mainan," ujarnya.Namun naif rasanya kalau para orangtua harus membendung perubahan orientasi dunia bermain anak di masa sekarang. Jalan yang paling bijak menurut Marnio Pudjono, orangtua harus sering-sering mendampingi anak. Setidaknya seperti dikatakan I Gede Eddy Purwaka, tetap mendorong anak supaya mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : e-Psikologi.Com&lt;br /&gt;                e-SmartSchool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5157120609075790739?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5157120609075790739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/selektif-pada-permainan-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5157120609075790739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5157120609075790739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/selektif-pada-permainan-anak.html' title='Selektif Pada Permainan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SywpAkv9IXI/AAAAAAAAAG8/F-IU0cxR5mw/s72-c/605715_lj-k-1020b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-684488245300817170</id><published>2009-12-16T12:20:00.004+07:00</published><updated>2009-12-16T12:30:24.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Memilih Mainan Sesuai Usia Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SyhwI-ThsOI/AAAAAAAAAG0/_x9veDc3Ewk/s1600-h/mainan+edukatif.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SyhwI-ThsOI/AAAAAAAAAG0/_x9veDc3Ewk/s200/mainan+edukatif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415701851379183842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat Anda memasuki toko mainan, Anda mungkin terpana melihat begitu banyaknya jenis mainan yang disediakan. Begitu banyak, hingga Anda mengurungkan niat untuk membeli mainan untuk anak Anda. Toh, si kecil juga tetap asyik meskipun "mainannya" hanya toples berisi permen yang berulangkali dituang dan dimasukkan kembali. Atau, serbet yang berulangkali diseretnya dengan kaki ke sana-kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Anda perlu mengingat, mainan yang baik haruslah yang mendorong tumbuh-kembang anak. Mainan tersebut juga harus disesuaikan dengan karakter anak. Apa yang cocok untuk anak lain, belum tentu disukai anak Anda. Mainan tidak boleh terlalu sulit, karena akan membuatnya frustrasi. Jika terlalu mudah, akan membuatnya bosan. Kemudian, menurut Alvin Eden, M.D., profesor klinis di jurusan Pediatrics, Weil Medical College of Cornell University, New York, saat memilih mainan anak, Anda harus mempertimbangkan tingkat keamanannya. Pada dasarnya mainan tidak boleh memiliki sudut yang tajam, bagian-bagian yang mudah dilepas, tidak mudah patah atau pecah, berukuran cukup besar sehingga tidak dapat dimasukkan ke mulut dan ditelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa permainan sesuai usia anak, sesuai saran Eden:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usia 0-1 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pastikan mainan tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan dapat dicuci. Boneka binatang sebaiknya merupakan satu bagian; bila ada tangan atau kaki juga tersambung dengan aman. Bagian wajah sebaiknya dilukis atau dibordir, sehingga tidak ada mata dari kancing yang bisa ditarik dan dilepas lalu ditelan. Mainan yang kecil dan ringan lebih mudah dipegang dan dipeluk oleh anak usia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainan yang bergerak membantu mengembangkan kemampuan bayi untuk menaruh perhatian pada obyek. Bola yang mengeluarkan suara atau memiliki bagian-bagian yang bergerak di dalamnya memberikan stimulasi motorik, visual, dan pendengaran, serta membantu mengembangkan gerakan mata, merangkak, dan meningkatkan kemampuan motorik. Namun pastikan ia tidak dapat mengeluarkan bagian yang bergerak-gerak tersebut. Mainan yang bergemerincing juga akan menarik perhatian bayi melalui warna, suara, sentuhan, dan rasanya. Gelang-gelang yang didesain untuk merangsang pertumbuhan gigi boleh diberikan, asal tidak mudah patah, tidak ada bagian yang longgar, dan dapat dicuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usia 12-18 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, bayi sudah bisa berdiri dan duduk, namun ada yang belum bisa berjalan sendiri. Mereka senang memindah-mindahkan obyek, seperti mainan yang bisa ditarik-ulur dan menimbulkan bunyi, mainan yang bisa dibuka-tutup, memencet tombol, dan main ciluk-ba. Bayi juga senang bermain menyusun kotak, namun pilih kotak yang ditutup dengan kain yang lembut dan ringan. Tak perlu menyediakan terlalu banyak kotak, karena akan membingungkan anak.&lt;br /&gt;Bayi senang dengan mainan yang dapat ditumpangi seperti mobil-mobilan, namun mainan ini berbahaya untuk anak yang belum bisa berjalan. Pastikan anak dapat naik-turun mainan dengan mudah, dan dapat melakukan manuver sendiri. Mainan yang bisa ditarik-ulur juga baik untuk anak yang sudah bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usia 18-24 bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak usia ini sudah mulai berbicara, dan tertarik dengan ukuran dan peletakan barang. Menyusun kotak berukuran besar akan menarik hatinya. Mulailah dengan satu set berukuran kecil, dan ganti dengan yang berukuran besar begitu minat anak berkembang. Kotak yang diberi wadah membuatnya asyik memasukkan dan mengeluarkan.&lt;br /&gt;Mainan telepon memberikan anak terlibat dalam kegiatan orang dewasa, dan anak suka dengan suaranya. Bentuknya yang menyerupai tokoh kartun membantu anak tetap tertarik. Mainan mengenal bentuk mendorong anak untuk menggabung-gabungkan potongannya. Hal ini membantu mengembangkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencari pasangannya, dan mengenali bentuk. Namun potongan mainan sebaiknya tidak terlalu banyak.&lt;br /&gt;Mainan lain yang cukup baik antara lain bus dengan penumpang yang bisa dikeluarkan, hand puppets, atau boneka. Bermain dengan boneka bayi dan trolley-nya membantu anak mengembangkan imajinasi, bermain peran, dan membangun kemampuan sosial, selain membantu meningkatkan kemampuan motoriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usia 2-3 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak sudah semakin kreatif. Mereka menyukai kegiatan orang dewasa, dan mainan yang realistis akan menstimulasi otak mereka. Kelompok usia ini juga menggemari mainan yang membutuhkan gerak dan ketangkasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainan atau boneka yang bisa berbicara, atau mainan instrumen musik juga populer. Semakin banyak fitur yang ditampilkan, semakin anak suka, selama masih mudah digunakan. Mobil-mobilan seperti truk baik untuk kegiatan di dalam atau luar rumah, begitu juga sandbox lengkap dengan ember dan sekop untuk menggali atau mengeruk pasir. Kereta api juga menyenangkan, karena anak bisa belajar meletakkan dan memungut kereta dari relnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak juga sudah bisa bermain puzzle yang sederhana. Permainan ini menguatkan koordinasi mata dan tangan, kemampuan mencocokkan, dan mengenali bentuk, serta akan membuatnya terus penasaran, sejauh sesuai dengan tingkat kemampuannya. Potongannya sebaiknya tidak terlalu kecil, supaya tidak mudah dimasukkan ke mulutnya juga. Mainan yang menunjukkan profesi, seperti perangkat kedokteran, atau memasak, juga mendorong kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usia 3-5 tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak usia ini mulai menikmati kegiatan menggambar, mencoret-coret, dan memberi warna. Memberikan kertas dan krayon juga akan mendorong kemampuannya menulis. Mencoret-coret akan meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan menjadi sarana yang baik untuk mengekspresikan emosinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan yang menggunakan papan (board games) seperti ular tangga mempertajam kemampuan visualisasi dan memorinya, karena membutuhkan imajinasi atau perhitungan mental. Permainan lain yang bisa mulai diperkenalkan adalah buku cerita, mainan untuk membangun sesuatu, mengenakan pakaian pada boneka dan berbagai aksesorinya, rumah-rumahan, puzzle dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan, dan sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sumber: Kompas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-684488245300817170?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/684488245300817170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/memilih-mainan-sesuai-usia-anak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/684488245300817170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/684488245300817170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/memilih-mainan-sesuai-usia-anak.html' title='Memilih Mainan Sesuai Usia Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SyhwI-ThsOI/AAAAAAAAAG0/_x9veDc3Ewk/s72-c/mainan+edukatif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3413961937051723252</id><published>2009-12-08T07:12:00.003+07:00</published><updated>2009-12-08T07:15:58.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Peran Komputer Bagi Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sx2aaUY5K3I/AAAAAAAAAGs/bcjtr_2zQNc/s1600-h/kids_at-computer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sx2aaUY5K3I/AAAAAAAAAGs/bcjtr_2zQNc/s200/kids_at-computer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412652104109599602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada awalnya komputer dititikberatkan pada proses pengolahan data, tetapi karena teknologi yang sangat pesat, saat ini teknologi komputer sudah menjadi sarana informasi dan pendidikan khususnya teknologi internet. Dalam hal pendidikan, komputer dapat dipergunakan sebagai alat bantu (media) dalam proses belajar mengajar baik untuk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Media tutorial, alat peraga dan juga alat uji dimana tiap fungsi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai media tutorial, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Tetapi interaksi komputer dengan manusia belum dapat menggantikan interaksi manusia dengan manusia, selain itu mempunyai kelemahan lain yaitu kemauan belajar mandiri yang masih rendah. Komputer sebagai alat uji memiliki keunggulan dalam keobyektifan, ketepatan dan kecepatan dalam penghitungan tetapi masih belum dapat menilai soal-soal essai, pendapat dan hal yang terkait dengan moral dan etika. Yang terakhir, sebagai media alat peraga, komputer mempunyai kelebihan dapat memperagakan percobaan tanpa adanya resiko, tetapi membutuhkan waktu dalam pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memperkenalkan komputer kepada anak, orangtua maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana pada usia 0 -2 tahun anak mendapatkan pemahamannya dari penginderaannya. Kemudian usia 2 - 7 tahun anak mulai belajar menggunakan bahasa, angka dan simbol-simbol tertentu. Pada usia 7 - 12 tahun anak mulai dapat berpikir logis, terutama yang berhubungan dengan obyek yang tampak langsung olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saat ini perlu menjadi perhatian bagi orangtua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan komputer kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program-program aplikasi (software) yang bersifat "Edutainment" yaitu perpaduan antara education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Selain itu program (software) aplikasi "Edutainment" tersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreatifitas dan imajinasi anak serta melatih saraf motorik anak. Contohnya program permainan kombinasi benda, menyusun benda atau gambar (Puzzle) serta program berhitung dan software-software lain yang didukung perangkat multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain program aplikasi (software), dunia internet semakin berarti bagi anak-anak. Internet memungkinkan anak mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).&lt;br /&gt;Untuk perkembangan pendidikan selanjutnya teknologi "Teleconference" (Konferensi interaktif secara on line dari jarak jauh) dirasakan sudah pantas di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat waktu, tenaga pengajar, kapasitas ruang belajar serta tidak mengenal letak geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.e-SmartSchool.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3413961937051723252?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3413961937051723252/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/peran-komputer-bagi-pendidikan-anak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3413961937051723252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3413961937051723252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/peran-komputer-bagi-pendidikan-anak.html' title='Peran Komputer Bagi Pendidikan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sx2aaUY5K3I/AAAAAAAAAGs/bcjtr_2zQNc/s72-c/kids_at-computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-9129265446236322789</id><published>2009-12-01T07:51:00.002+07:00</published><updated>2009-12-01T07:54:07.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Kunci Pendidikan yang Baik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRpFpd_6wI/AAAAAAAAAGk/FJ9Gdiyak_w/s1600/Kartun-Guru-Killer.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRpFpd_6wI/AAAAAAAAAGk/FJ9Gdiyak_w/s200/Kartun-Guru-Killer.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410064598130748162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekolah telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang anak hingga dewasa termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan orang dewasa yaitu orang-tua yang penuh perhatian. Jika orang-tua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak di sekolah, maka prestasi anak tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki orang-tua yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh orang-tua bagi anaknya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah? Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang-tua agar anaknya dapat berprestasi di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dukungan Orang-Tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-tua sebaiknya memberi perhatian kepada anak-anak mereka dan menanamkan kepada mereka nilai dan tujuan pendidikan. Mereka juga berupaya mengetahui perkembangan anak mereka di sekolah. Caranya adalah dengan berkunjung ke sekolah untuk melihat situasi dan lingkungan pendidikan di sekolah. Menaruh minat terhadap aktivitas sekolah akan secara langsung mempengaruhi pendidikan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerja Sama dengan Guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya apabila timbul masalah-masalah gawat, barulah beberapa orang-tua menghubungi guru anak-anak mereka. Sebaiknya, orang-tua perlu mengenal guru di sekolah dan menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Berkomunikasilah dengan guru untuk perkembangan anak Anda. Guru juga perlu diberitahu bahwa Anda memandang penting pendidikan anak Anda di sekolah sebagai bagian kehidupannya. Ini akan membuat guru lebih memperhatikan anak Anda. Hadirilah pertemuan orang-tua murid dan guru yang diselenggarakan oleh sekolah. Pada pertemuan ini, Anda memiliki kesempatan untuk mengetahui prestasi akademis anak Anda serta perkembangan anak Anda di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang guru mengatakan hal yang buruk mengenai anak Anda, dengarkan guru tersebut dengan penuh respek, dan selidiki apa yang ia katakan. Anda juga dapat menanyai guru-guru di sekolah mengenai prestasi, sikap, dan kehadiran anak di sekolah. Jika seorang anak sering bermuka dua, maka penjelasan dari guru bisa jadi mengungkap hal-hal yang disembunyikan anak Anda saat bersikap manis di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sediakan waktu untuk anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selalu sediakan waktu yang cukup banyak bagi anak Anda. Jika anak pulang sekolah, umumnya mereka cukup stres dengan beban pekerjaan rumah, ulangan, maupun problem lainnya. Sungguh ideal jika orang-tua misalnya seorang ibu berada di rumah pada saat anak-anak di rumah. Seorang anak akan senang bercerita ketika pulang sekolah seraya mengeluarkan semua keluhan dan bebannya kepada orang-tua. Bisa jadi mereka mulai menceritakan teman-temannya yang nakal yang mulai menawari rokok dan narkoba. Anda bisa segera tanggap dengan hal tersebut jika Anda menyediakan waktu bagi anak-anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awasi kegiatan belajar di rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkan Anda berminat pada pendidikan anak Anda. Pastikan anak-anak Anda sudah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) mereka. Wajibkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu bersama anak-anak Anda. Membacalah bersama-sama mereka. Jangan lupa jadwalkan waktu setiap hari untuk memeriksa pekerjaan rumah anak Anda. Kendalikan waktu menonton TV, Internet dan bermain game dari anak-anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ajari tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekolah umumnya akan memberi banyak tugas untuk dipersiapkan anak di rumah dan di sekolah. Apakah mereka mengerjakan tugas-tugas itu dengan benar dan baik? Seorang anak dapat bertanggung jawab mengerjakan tugas mereka di sekolah jika Anda telah mengajar mereka untuk mengerjakan tanggung jawab di rumah. Cobalah mulai memberikan anak Anda pekerjaan rumah tangga rutin setiap hari seperti membersihkan tempat tidur sendiri menurut jadwal yang spesifik. Pelatihan di rumah seperti itu akan membutuhkan banyak upaya di pihak Anda karena perlu diawasi. Tetapi hal itu akan mengajar anak Anda rasa tanggung jawab yang mereka butuhkan agar berhasil di sekolah dan di kemudian hari dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disiplin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jalankan disiplin dengan tegas namun dengan penuh kasih sayang. Jika Anda selalu menuruti keinginan anak, maka mereka akan menjadi manja dan tidak bertanggung jawab. Problem lain bisa muncul jika Anda terlalu memanjakan anak Anda seperti seks remaja, narkoba, prestasi yang buruk, dan masalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesehatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jaga kesehatan anak Anda agar prestasi belajarnya tidak terganggu. Buat jadwal tidur yang cukup untuk anak Anda. Anak-anak yang kelelahan tidak dapat belajar dengan baik. Lalu hindari makanan seperti junk food, karena selain menyebabkan problem obesitas, juga mendatangkan pengaruh yang buruk terhadap kesanggupannya untuk berkonsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi teman terbaik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadilah teman terbaik bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk berbagi berbagai hal dengan mereka. Seorang anak membutuhkan semua teman yang matang yang bisa ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang-tua, Anda dapat menghindari banyak problem dan kekhawatiran atas pendidikan anak Anda dengan mengingat bahwa kerja sama yang sukses dibangun di atas komunikasi yang baik. Kerja sama yang baik dengan para pendidik di sekolah juga dapat membantu melindungi anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Kumpulan Info&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-9129265446236322789?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/9129265446236322789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/kunci-pendidikan-yang-baik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/9129265446236322789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/9129265446236322789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/kunci-pendidikan-yang-baik.html' title='Kunci Pendidikan yang Baik'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRpFpd_6wI/AAAAAAAAAGk/FJ9Gdiyak_w/s72-c/Kartun-Guru-Killer.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8078254992894976234</id><published>2009-12-01T07:37:00.003+07:00</published><updated>2009-12-01T07:51:07.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Tingkatan Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRncKVt18I/AAAAAAAAAGc/Z2J-Jka9F0Q/s1600/sekolah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRncKVt18I/AAAAAAAAAGc/Z2J-Jka9F0Q/s200/sekolah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410062785888245698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan anak memang sangat penting. Pendidikan dari sekolah akan membantu seorang anak bukan hanya mengerti teori dari mata pelajaran yang diajarkan, namun yang terpenting yaitu cara belajar yang terstruktur dan baik. Dengan pendidikan yang baik, maka masa depan seorang anak akan lebih terencana dan terjamin. Namun, apakah pendidikan seorang anak hanya dilimpahkan pada sekolah saja? Bagaimana dengan peranan orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata sekolah berasal dari bahasa Yunani yaitu skho•le´ yang berarti "waktu terluang". Namun dapat juga diartikan menggunakan waktu luang untuk kegiatan belajar. Belakangan kata ini digunakan untuk menunjukkan tempat diselenggarakan kegiatan belajar. Memang pada masa awal kegiatan belajar di tempat khusus seperti ini hanya bisa dinikmati oleh golongan kaya di Yunani. Demikian juga pada zaman dahulu di negeri-negeri lainnya, kegiatan belajar di sekolah hanya bisa dinikmati oleh golongan elit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, pendidikan di sekolah telah dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan golongan. Berbagai sekolah didirikan untuk menjadi tempat atau sarana pendidikan bagi anak. Berbagai kurikulum juga dikembangkan untuk sekolah agar dapat membantu anak memiliki cara belajar yang baik dan bermutu. Bagi sebagian besar masyarakat, mereka bisa mendapatkan pendidikan umum di sekolah dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk pendidikan umum adalah pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Beberapa jenjang pendidikan yang ada di berbagai sekolah di Indonesia yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah jenjang pendidikan paling awal. Jenjang pendidikan ini memang tidak wajib diikuti seorang anak, mengingat orang-tua juga memiliki kemampuan penuh untuk melakukannya. Pada jenjang ini, anak akan dibina agar siap memasuki pendidikan umum. Karena itu, pada jenjang ini lebih ditekankan untuk merangsang pikiran anak dan perkembangan jasmani seorang anak.&lt;br /&gt;- Usia: 0 - 6 tahun&lt;br /&gt;- Contoh: Kelompok bermain (play group) dan Taman Kanak-kanak (TK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dasar adalah pendidikan yang wajib diikuti seorang anak selama 9 tahun. Pendidikan ini merupakan awal dari pendidikan seorang anak karena melatih seorang anak untuk membaca dengan baik, mengasah kemampuan berhitung serta berpikir. Pendidikan dasar mempersiapkan seorang anak untuk memasuki jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar umumnya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu 6 tahun pertama di kelas 1 sampai 6. Kemudian dilanjutkan tahap berikutnya pada kelas 7 sampai 9 selama 3 tahun.&lt;br /&gt;- Usia: mulai usia 7 tahun&lt;br /&gt;- Contoh pendidikan dasar tahap pertama (6 tahun): Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI)&lt;br /&gt;- Contoh pendidikan dasar tahap kedua (3 tahun): Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MT)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Menengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah diselenggarakan selama 3 tahun. Beberapa jenis pendidikan menengah juga telah mempersiapkan seseorang memiliki keterampilan tertentu untuk dipersiapkan langsung ke lapangan kerja.&lt;br /&gt;- Contoh: Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA)&lt;br /&gt;- Contoh sekolah kejuruan: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah Kejuruan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendidikan Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tinggi merupakan lanjutan dari pendidikan menengah. Pendidikan tinggi diselenggarakan bukan lagi di sekolah melainkan di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;- Contoh: Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, Universitas&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Sumber : Kumpulan Info&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8078254992894976234?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8078254992894976234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tingkatan-pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8078254992894976234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8078254992894976234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/12/tingkatan-pendidikan-anak.html' title='Tingkatan Pendidikan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxRncKVt18I/AAAAAAAAAGc/Z2J-Jka9F0Q/s72-c/sekolah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-240657658628625175</id><published>2009-11-30T13:39:00.002+07:00</published><updated>2009-11-30T14:03:54.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Mengoptimalkan Kecerdasan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxNrN4ZjJCI/AAAAAAAAAGU/iOacvkFpsEg/s1600/anak-cerdas-depan-%28kids-smart.com%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxNrN4ZjJCI/AAAAAAAAAGU/iOacvkFpsEg/s200/anak-cerdas-depan-%28kids-smart.com%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409785463624115234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana sih sebetulnya yang dimaksud dengan anak cerdas? Tentu jawabannya beragam. Yang jelas, kecerdasan meliputi banyak aspek, dari bahasa hingga emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anak? Untuk mengukur tingkat kecerdasan anak, bisa dengan melakukan tes IQ. Namun, IQ bukanlah segala-galanya. Kecerdasan anak bisa dioptimalkan melalui beberapa hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pengembangan bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting, sering-seringlah mengajak berdialog, bahkan saat anak masih bayi. Lalu, jika anak sudah mulai masuk TK, beri ia kesempatan untuk mengemukakan pendapat. "Pancing dengan pertanyaan, apakah ia senang di sekolah, bukan menanyakan dapat nilai berapa," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kemampuan dasar matematika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikembangkan dengan mengenalkan konsep matematika sederhana. Misalnya, menghitung jumlah anak tangga atau tinggi dan berat badan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kebutuhan ilmiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salahnya mengajak anak mengamati pertumbuhan kecambah, proses telur yang menetas, memperhatikan pesawat udara tinggal landas, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Suka mempelajari sesuatu yang baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tua bisa memberi rangsangan dengan bermain logico. Permainan ini juga bisa memicu interaksi antara anak dan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika Anda sebagai orang tua bisa memberi dorongan dan motivasi, jangan heran jika anak 'ngotot' menghabiskan waktu berjam-jam bermain dan belajar bersama Anda. Waktu masih kecil, semua pertanyaan Steven Spielberg selalu dilayani oleh orang tuanya. Dan cara ini ternyata berhasil mencetak seorang sutradara film handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.Com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-240657658628625175?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/240657658628625175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/mengoptimalkan-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/240657658628625175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/240657658628625175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/mengoptimalkan-kecerdasan-anak.html' title='Mengoptimalkan Kecerdasan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SxNrN4ZjJCI/AAAAAAAAAGU/iOacvkFpsEg/s72-c/anak-cerdas-depan-%28kids-smart.com%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-707303462479886208</id><published>2009-11-27T15:45:00.003+07:00</published><updated>2009-11-27T15:58:56.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Perlukah Si Kecil Belajar Bahasa Asing?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw-TIii68qI/AAAAAAAAAGE/3Wm8-bEE07I/s1600/0.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw-TIii68qI/AAAAAAAAAGE/3Wm8-bEE07I/s200/0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408703452416766626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sah-sah saja mengajari bahasa asing pada anak balita. Tapi, tentu saja syarat dan ketentuan berlaku. Salah satu syaratnya, ia telah mahir berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda perhatikan, saat ini makin banyak balita yang senang berceloteh dalam bahasa Inggris. Sekarang ini penguasaan bahasa asing seperti menjadi kata kunci bagi para orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Boleh dibilang, konsep ini merupakan salah satu upaya orangtua dalam menyiapkan anak-anaknya menghadapi persaingan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pendapat Mayke S. Tedjasaputra seorang Psikolog dan Playtherapist, bahwa boleh saja mengajarkan bahasa asing kepada anak, tetapi dengan alasan si orang tua bekerja di luar negeri selama beberapa tahun.&lt;br /&gt;Namun, faktanya tak sedikit orangtua yang latah mengajari anak bahasa asing karena alasan tren atau gengsi.&lt;br /&gt;Menurut Mayke, bahasa utama yang diajarkan anak sebaiknya disesuaikan dengan lingungan utama pergaulan anak. Mengingat anak tinggal di Indonesia, maka anak perlu menguasai bahasa ibu terlebih dahulu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah). Dengan demikian, stimulasi anak terhadap bahasa ini cukup banyak, misalnya dari orangtua, keluarga besar, pengasuh, teman, dan lingkungan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan bahasa ibu juga dimaksudkan agar anak tidak merasa terkucil dari lingkungan pergaulannya karena kebiasaan berbicara bahasa asing sedangkan teman sebayanya tidak tahu dia berkata apa. Lagipula, dari sudut budaya kondisi tersebut mencerminkan kita menghargai budaya Indonesia yang salah satunya diwujudkan melalui penggunaan bahasa Indonesia atau daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesuaikan kondisi anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda ngotot mengajari anak bahasa asing, sesuaikan dulu dengan kondisi anak, misalnya bahasa apakah yang digunakan sehari-hari di rumah? Apakah salah satu orangtuanya orang asing yang sehari-hari menggunakan bahasa asing? Menurut Mayke, dalam kondisi ini, sejak bayi anak bisa belajar dua bahasa sekaligus sebab kedua bahasa itu menjadi "makanan" sehari-hari yang ia dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perlu konsistensi bahasa yang digunakan oleh ayah dan oleh ibunya, misalnya Ibu berbahasa Indonesia, ayah berbahasa Perancis. Yang penting dalam belajar bahasa adalah anak memungut dengan sendirinya bahasa yang sering digunakan dalam percakapan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak telah cukup lancar berbicara dalam bahasa ibu, maka di usia 3-4 tahun ia boleh diajari bahasa asing. Namun, bila anak mengalami gangguan dalam perkembangan bahasa dan bicara, sebaiknya ajarkan satu bahasa secara ajeg, paling tidak sampai ia berusia 4-5 tahun.&lt;br /&gt;Apa saja tanda dari gangguan perkembangan bahasa dan bicara? Diantaranya seperti Anak sulit memahami perintah, atau dia paham perintah, tetapi sulit mengucapkan kata-kata, sulit meniru kata-kata yang diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anak makin mahir cas, cis, cus, dalam bahasa asing, tak sedikit orangtua yang memasukkan anaknya ke sekolah yang berbahasa asing. Menurut penelitian, anak yang belajar dua bahasa di sekolah (mulai usia 3 - 5 tahun), mereka mampu menguasai dua bahasa dengan baik. Tapi memurut Mayke, perlu diperhatikan metode pengajarannya.Bukan dengan menghafal, tapi melalui pengalaman dan kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terus dipelihara, kemampuan anak pada bahasa asing akan terus terpelihara sampai ia besar. Karena itu menyekolahkan anak di sekolah dwi bahasa saja tidak cukup. Orangtua perlu mengajari anak melalui praktek bicara sehari-hari. Untuk anak pra sekolah, bisa juga dengan memperdengarkan lagu-lagu dalam bahasa asing, buku cerita, atau film pendek.&lt;br /&gt;Meski demikian, orangtua harus menekankan pada anak kebanggaan akan bahasa Indonesia. Ingatlah bahasa asing adalah bahasa kedua. "Di rumah, orangtua bisa mengajak anak bicara dalam bahasa Indonesia. Dengan pengasuh atau pembantu, biarkan juga anak tetap berbahasa Indonesia agar bahasanya tidak menjadi kacau, begitu saran Mayke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua tak perlu cemas anak akan bingung bahasa, karena menurut Mayke, biasanya anak mampu melakukan code switching. Ia tahu ketika berhadapan dengan orang tertentu harus berbahasa Indonesia atau bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.Com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-707303462479886208?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/707303462479886208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/perlukah-si-kecil-belajar-bahasa-asing.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/707303462479886208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/707303462479886208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/perlukah-si-kecil-belajar-bahasa-asing.html' title='Perlukah Si Kecil Belajar Bahasa Asing?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw-TIii68qI/AAAAAAAAAGE/3Wm8-bEE07I/s72-c/0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5715783363179665872</id><published>2009-11-26T07:20:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T07:24:48.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Baca'/><title type='text'>Melihat Budaya Membaca Masyarakat Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3Koie349I/AAAAAAAAAF8/VfuNfxohs5U/s1600/membaca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3Koie349I/AAAAAAAAAF8/VfuNfxohs5U/s200/membaca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408201525341709266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca salah satu tajuk di situs Antara News , yang memberitakan bahwa Budaya membaca masyarakat Indonesia terendah di antara 52 negara di kawasan Asia Timur berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja Sama Ekonomi (OECD), nampaknya mengharuskan pemerintah untuk bekerja ekstra keras guna menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sekali pemerintah Surabaya langsung menyikapi hal ini dengan mengembangkan program-program yang berguna untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Diantaranya adalah program pembinaan perpustakaan yang ada dengan pengadaan 157.095 buku setiap tahunnya serta program pengembangan "Sudut Baca" di berbagai kawasan publik seperti puskesmas, balai kelurahan, perkantoran, perusahaan, dan pusat-pusat keramaian disamping program lainnya yang sudah berjalan seperti membuka perpustakaan selama tujuh hari dalam seminggu. Dan masyarakat pun akan dimanjakan dengan pelayanan peminjaman buku secara gratis. (Antara News)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian apakah masyarakat Indonesia khususnya Surabaya berhasil menumbuhkan minat mereka untuk membaca?. Hal inilah yang perlu kita perhatikan. Sudah kita ketahui secara umum bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama televisi dan radio yang begitu pesat telah menggeser tradisi baca dan tulis yang belum begitu mengakar kuat di Indonesia menjadi tradisi lihat dan dengar  tampak lebih dominan. Sehingga bukan hal baru jika kita mendengar atau membaca bahwa budaya membaca masyarakat Indonesia masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah masyarakat Indonesia begitu menggemari kegiatan membaca, tentunya Anda bisa memperhatikan baik di jalan, di bus, di angkot, di terminal, di sekolah atau di kampus, apakah ada di tempat-tempat tersebut baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang sedang asyik membaca buku atau koran ? tentu saja Anda bisa menyimpulkan sejauh mana tingkat budaya baca di Negara kita jika dibandingkan dengan Negara lain atau Jepang  yang bisa Anda baca di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentunya tidak bisa mempertahankan sugesti bahwa Jepang memang Negara maju dan sudah sewajarnya tingkat budaya baca mereka tinggi, sedangkan Indonesia tingkat melek hurufnya saja sudah rendah, bagaimana bisa kita meningkatkan budaya baca di negeri sendiri. Kita tentu saja tidak bisa begitu saja lepas dari tanggungjawab untuk menumbuhkan gairah membaca diantara kita. Sebagai generasi penyelamat bangsa tentu kita bisa belajar dari bangsa yang sudah maju bukannya berdalih memang sudah sewajarnya bangsa tersebut maju karena memang mereka Negara maju. Kalau kita terus berpikir seperti itu, bagaimana kita bisa membantu negara kita sendiri agar juga menjadi Negara yang maju?&lt;br /&gt;Pastinya kita dituntut untuk turut serta memikirkan solusi bagaimana cara membangkitkan minat baca di kalangan masyarakat dan hal itu bisa kita lakukan dengan  dimulai dari kita sendiri beserta keluarga mengajak untuk gemar membaca atau mengunjungi perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mirisnya hati ini ketika membaca ulasan artikel dari Bapak Marjohan salah seorang Guru SMA Negeri 3 di Batusangkar yang mengambarkan tentang realita minimnya minat baca di kalangan masyarakat terutama para pendidik, siswa maupun mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di artikelnya yang diberi judul “Budaya Membaca dan Menulis Masih Minim Di Sekolah”, beliau menggambarkan bagaimana karakter anak didik sampai kepada karater mahasiswa di Perguruan Tinggi, yang mana mereka masih terperangkap ke dalam budaya lisan dan menjadikan budaya tulisan seakan-akan menjadi beban. Anak didik dan mahasiswa yang cenderung terperangkap dengan budaya lisan- dimana sepanjang hari aktivitas mereka hanya mengobrol, bercanda dan berdebat kusir- cendrung menjadi orang dengan fikiran dangkal dan mengambang (floating thinking), sementara mereka yang membiasakan diri dengan budaya tulisan tentu akan lahir menjadi manusia dengan pola berfikir kritis dan analitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian kaum pendidik, yaitu guru- guru yang mengajar mulai dari Tk , SD, SMP, SLTA dan malah juga ada Dosen , sebahagian ada yang terjebak dan hanyut dalam budaya lisan. Budaya lisan- ngobrol dan berceloteh- terasa mudah dan budaya tulisan- membaca dan menulis- terasa melelahkan dan membosankan. Kalaupun ada kegiatan membaca dan menulis itu hanya sebatas melakukan tugas rutinitas yang dangkal sebagai seorang pendidik. Namun apabila mereka melakukan budaya tulis secara refleksi (renungan) dan menganalisa maka tentu mereka patut diberi dua acungan jempol.&lt;br /&gt;Bila seluruh kaum pendidik bisa menyenangi kebiasaan membaca dan menulis maka tentu perpustakaan dan toko buku menjadi tempat yang amat menyenangkan dan mereka tentu akan pergi menuju tempat mendidik (sekolah) dengan tas yang penuh berisi buku- buku, dan jurnal pendidikan. Tidak seperti fenomena yang terlihat sekarang dimana sebahagian guru datang kesekolah membawa tas kecil seperti tas pergi ke pesta yang isinya cuma, sisir, lipstik dan dan cermin dan guru pria juga datang dengan gaya santai tersendiri pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Absennya budaya membaca dan menulis di kalangan kaum pendidik telah membuat mereka demam dengan budaya rekayasa, dan budaya yang hanya gemar mengejar manfaat sesaat. Sejak kebijakan sertifikasi diluncurkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memotivasi peningkatan kualitas pendidikan. Namun kaum pendidik termotivasi hanya untuk mengejar selembar tiket yang bernama ijazah dari perguruan tinggi. Usaha yang mereka lakukan, tentu saja bagi semua orang, adalah dengan cara ”mencontek atau mencari joki” agar bisa lulus ujian semester dan kemudian menyusun strategi baru untuk membeli atau memesan proposal, makalah, skripsi atau tesis setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kebijakan sertifikasi diluncurkan maka terlihat respon guru- guru (kaum pendidik) cukup meningkat. Misal bila seminar digelar maka mereka datang dengan spontan , membayar, namun setelah itu ada yang senang hanya sekedar titip absen kemudian pergi atau hadir demi mengharap selembar sertifikat seminar. Ini adalah salah satu dampak buruk dari belum hadirnya budaya tulisan (membaca dan menulis) dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya membaca dan menulis juga belum menjadi bagian gaya hidup mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang kuliah pada universitas pinggiran. Kualitas pendidikan mereka susah untuk diandalkan dalam kompetisi pada bursa tenaga kerja. Fenomena jauhnya budaya membaca dan menulis dari gaya hidup mahasiswa teridentifikasi dari gaya hidup dan perilaku mereka. Pergi kuliah dengan tubuh dibungkus penuh assesori, tangan cuma lebih senang menggenggam ponsel daripada membawa bacaan yang berkualitas. Kemudian duduk atau jalan- jalan di depan kampus dengan karakter ”ala anak SLTA” berdialog dengan ekspressi bahasa cengeng dan kemanja-manjaan. Jauh dari kesan gaya mahasiswa yang intelektual dengan gaya bahasa atau bicara penuh analitis dan kritis. (http://penulisbatusangakar.blogspot.com)&lt;br /&gt;Tentunya dari gambaran pak Marjohan di atas sungguh sangat di sayangkan bukan jika generasi penerus bangsa menjadi orang yang lemah dan berpikiran dangkal hanya karena kurangnya minat membaca di dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin apa yang di gambarkan oleh Pak Marjohan adalah realita yang pernah di amati oleh beliau selama ini. Meskipun budaya membaca masyarakat belum menyeluruh dan merata, namun sedikit kurangnya kita bisa optimis akan minat membaca di kalangan masyarakat sedikit demi sedikit akan mulai bangkit. Hal ini bisa kita buktikan dengan boomingnya novel “Ayat-Ayat Cinta” ataupun “Ketika Cinta Bertasbih” karya Habiburrahman El Shirazi yang menjadi best seller ataupun novelnya Adrian Hirata dengan judul “Laskar Pelangi” yang begitu menghebohkan sehingga di buatkan versi filmya dan setiap kalangan baik dari siswa, pendidik, atau masyarakat luas dianjurkan untuk melihatnya atau membaca novel tersebut.&lt;br /&gt;Ataupun hadirnya milis-milis group pencinta buku atau novel di internet yang saling membahas tentang berbagai buku ataupun novel yang ada dipasaran memperlihatkan kepada kita mulai ada kesadaran diantara kita akan pentingnya kegiatan membaca.&lt;br /&gt;Bibit-bibit pengarang baru pun kini mulai bertaburan di negeri tercinta ini baik dari anak-anak, artis, ataupun para pakar dibidangnya, hal ini pun ditunjang dengan lahirnya penerbit-penerbit buku yang bersedia menampung hasil karya para penulis muda maupun pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko buku juga menjadi salah satu faktor penting yang bisa menyediakan tempat untuk menampung buku-buku yang telah terbit. Menjamurnya toko buku semakin diminati oleh masyarakat dan memudahkan kita untuk membeli buku-buku. Persaingan Diskon semakin menyemarakkan toko buku dalam menjaring pelanggan. Seringkali pula di suatu mall juga diadakan pesta buku –book fair- dengan bermacam-macam diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini yang bisa kita harapkan, tumbuhnya kesadaran akan pentingnya membaca sehingga muncul sosok-sosok intelektual, cerdas, pantang menyerah dan menciptakan inovasi baru yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia de tengah kanca dunia.&lt;br /&gt;Ayo Indonesia….bangkitlah….luangkan waktumu untuk membaca selama 30 menit guna menambah wawasan pengetahuanmu.&lt;br /&gt;Ayo Indonesia….kita galakkan budaya membaca….dan hadirkan generasi-generasi yang berwawasan dan tidak berpikiran dangkal.&lt;br /&gt;Ayo Indonesia….kamu pasti bisa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5715783363179665872?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5715783363179665872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/melihat-budaya-membaca-masyarakat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5715783363179665872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5715783363179665872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/melihat-budaya-membaca-masyarakat.html' title='Melihat Budaya Membaca Masyarakat Indonesia'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3Koie349I/AAAAAAAAAF8/VfuNfxohs5U/s72-c/membaca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4608420277704304714</id><published>2009-11-26T07:08:00.003+07:00</published><updated>2009-11-26T07:13:15.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Memilih Langkah Bijaksana dalam Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3H_tWb4zI/AAAAAAAAAF0/mQBMCw0Kn1Y/s1600/pendidikan-anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3H_tWb4zI/AAAAAAAAAF0/mQBMCw0Kn1Y/s200/pendidikan-anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408198624861217586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai orang tua kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Dan hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasukan anak-anak kita ke playgroup berbeda dengan TK,  karena yang diutamakan adalah beradaptasi/sosialisasi  dengan teman sebayanya disamping ada tujuan lain diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermain &amp;amp; bersenang-senang, sharing, merasakan "menang dan kalah", melatih kreatifitas anak, melatih motorik kasarnya, mempersiapkan anak agar pada saat masuk TK sudah tidak lagi susah dalam bergaul / beradaptasi dengan guru serta teman-temannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk pertimbangan pemilihan TK diantaranya adalah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mencari sekolah yang sesuai dengan agama karena pelajaran agama harus sudah dikenalkan kepada anak dari sejak dia dalam kandungan Ortua &amp;amp; juga sejak dia sudah mengetahui/ mengenal agamanya. Atau mencari sekolah yang tidak berdasarkan agama tertentu sehingga diharapkan anak menyadari dan mengetahui adanya perbedaan agama, perbedaan ras dan anak dapat bersikap sopan terhadap yang lain dan anak sadar akan identitas dirinya tetapi juga luwes bergaul dengan mereka yang berbeda dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dekat dengan rumah karena anak masih kecil, mudah untuk diantar dan dijemput. Jika terpaksa memilih sekolah yang letaknya jauh dari rumah, pengunaan bis sekolah dapat dipertimbangkan. Bis sekolah dapat melatih anak untuk mandiri dan bersosialisai dengan teman–teman yang berada dalam bis tersebut apalagi jika kedua orang tua bekerja dan tidak ada yang dapat mengantar dan menjemput, tetapi jika mengunakan bis sekolah anak akan berada terlalu lama dalam bis sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;3. Kurikulum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mutu pendidikan, kemampuan guru, dan sekolah tidak mematikan kreatifitas anak, dimana anak tidak dituntut untuk mengikuti kehendak gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;4. Biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan kualitas yang  tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak memasuki sekolah yang lebih tinggi SD, SMP, SMA  pertimbangan mutu sekolah, disiplin  sangat diutamakan, kemudian kita berpikir untuk memasukan anak-anak kita pada sekolah swasta  sesuai dengan agama atau pertimbangan lainya. Sekolah swasta memiliki fasilitas lebih dari sekolah negeri, dan guru yang selalu membimbing, mengarahkan dapat mudah ditemui, dengan bayaran yang tinggi sekolah swasta hanya dapat dinikmati golongan tertentu yang akhirnya tidak ada perbedaan yang mencolok. Berbeda dengan sekolah negeri yang miskin akan fasilitas, guru yang terkadang tidak ditempat, sehingga murid "dipaksa" untuk mampu mandiri dan belajar sendiri, dan  banyak keanekaragaman murid. Kebanyakan dan disadari atau tidak, memilih sekolah terkadang merupakan obsesi dari orang tua &amp;amp; rasa cinta Almamater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan anak bukan hanya disekolah saja, tetapi dirumah dan di masyarakat sekitar kita. Sebagai orangtua hanya berusaha membangun fondasi yang kuat untuk mereka termasuk mental-spiritual dan kita harus dapat menjadi teladan yang baik untuk anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua sebaiknya tidak hanya memikirkan IQ anak saja tetapi kita berusaha membentuk keseimbangan antara IQ dan EQ (kecerdasan emosional seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan), karena  dengan EQ tinggi anak diharapkan dapat survive dalam segala masalah hidup walaupun anak itu hanya memiliki IQ yg rendah, dia mampu menghadapai kegagalan dan belajar mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Pada seseorang yang memiliki EQ rendah sedangkan berIQ tinggi, atau di atas rata - rata akan mempunyai kecendrungan untuk sulit menguasai emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun usaha dan harapan orangtua pada anak hrus diingat bahwa itu adalah kehidupan anak bukan milik kita, maksud kita ingin anak kreatif dan mandir tetapi sudah ngatur semua masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: dunia-ibu.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4608420277704304714?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4608420277704304714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/memilih-langkah-bijaksana-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4608420277704304714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4608420277704304714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/memilih-langkah-bijaksana-dalam.html' title='Memilih Langkah Bijaksana dalam Pendidikan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sw3H_tWb4zI/AAAAAAAAAF0/mQBMCw0Kn1Y/s72-c/pendidikan-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1781400489704825432</id><published>2009-11-23T07:44:00.002+07:00</published><updated>2009-11-23T08:06:01.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Baca'/><title type='text'>Menengok Budaya Membaca Masyarakat Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Swnfzy6TaMI/AAAAAAAAAFs/m0JVLrdc3MA/s1600/japan4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Swnfzy6TaMI/AAAAAAAAAFs/m0JVLrdc3MA/s200/japan4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407098908567627970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komik Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendengar kata ‘komik’, tentu Anda akan mengaitkannya dengan Negara Jepang. Memang Jepang adalah salah satu Negara yang sukses dalam memproduksi Komik. Kreatifitas menulis diantara para pengarang komik seakan tidak pernah mati. Bahkan komik Jepang sudah merambah ke belahan dunia lainnya seperti juga di Indonesia. Di Indonesia komik Jepang sering menjadi perburuan, terutama untuk komik  berseri. Dan kita akan bertanya-tanya, bagaimana bisa ya masyarakat Jepang bisa aktif dalam menulis ? dan untuk mengetahu jawabanya kita perlu mempelajari lagi bagaimana kebiasaan orang-orang Jepang dalam kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sifat Dasar Orang Jepang yang Pantang Menyerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dasar orang Jepang memang tekun dan pekerja keras. Selain itu rata-rata dari mereka mempunyai keinginan untuk selalu belajar dan selalu memperbaiki hasil kerja mereka. Mungkin sifat-sifat dasar ini menjadi salah satu pendukung kehebatan masyarakat Jepang dalam membangun negaranya. Keinginan untuk selalu belajar ini tercermin pada tingginya budaya baca dan tulis masyarakat Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun di bawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fastlearner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak  membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85 persen sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentetan bencana pun pernah melanda Jepang seperti yang terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo atupun Tsunami yang sering menghampiri Jepang. Ternyata Jepang tidak habis bahkan tetap terus bangkit menjadi salah satu Negara yang maju. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil  membangun industri otomotif dan bahkan juga  kereta cepat (shinkansen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan dibuat takjub dengan kisah bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur  dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Jadi semangat pantang menyerah yang sudah mendarah daging di dalam diri orang Jepang merupakan inti dari kesuksesan hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Budaya Membaca di Kalangan Orang Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata orang Jepang memang gemar membaca, atau paling tidak gemar mencari informasi -yang tampak remeh sekalipun- dari orang lain. Bahkan banyak para artis yang mempunyai hobi membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan Romi Satria Wahono yang pernah 10 tahun tinggal di sana menggambarkan bahwa sebagian  besar penumpang densha (kereta listrik),  baik anak-anak maupun dewasa sedang asyik membaca buku atau Koran.&lt;br /&gt;Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Pun di ceritakan bahwa banyak penerbit yang mulai membuat manga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.&lt;br /&gt;Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dan sebagainya disajikan dengan menarik yang membuat minat  baca masyarakat semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun  1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran pemerintah Jepang juga mengambil kebijakan tersendiri guna meningkatkan taraf pendidikan masyarakat Jepang dengan menciptakan kebijakan publik khusus untuk memotivasi masyarakat Jepang kembali ke sekolah (Kikosushijo) pada tahun 1962.&lt;br /&gt;Keberanian untuk membuat prioritas kebijakan publik pada sektor pendidikan adalah suatu syarat mutlak atau tidak bisa tidak (conditio sine qua non).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini mendorong pemerintah Jepang dari pusat sampai ke daerah-daerah untuk antara lain menyediakan secara gratis buku-buku bacaan, membeli lahan untuk pembangunan sekolah dengan sistem pendidikan bermutu, tak ketinggalan mengirim guru-guru untuk bersekolah di luar negeri pada berbagai universitas ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sejarah pun mencatat bahwa keunggulan manusia Jepang, yang ditandai lejitan ke peringkat-peringkat atas persaingan global, dicapai melalui kerja keras. Visi Jepang cerah juga melalui pelembagaan budaya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya ini dibangun lewat kebijakan penyadaran pentingnya membaca. Ia sengaja direncanakan, ditanamkan, ditumbuhkan dan dikembangkan secara serius dan berlanjut. Kesadaran membaca dituntun melalui disiplin tingkat tinggi. Budaya baca memang menggelora ke seluruh lini kehidupan bermasyarakat Jepang. Ia diterima dan dipertahankan karena meyakinkan secara logis sebagai obor penerang masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar mengagumkan bukan?. Berdasarkan pengamatan Romi Satria Wahono, kini, membaca dan selalu membaca telah menjadi pemandangan umum. Budaya baca ini terlihat tidak hanya pada jam-jam belajar. Bukan saja ketika berada di sekolah-sekolah atau kampus-kampus. Ia merupakan kebudayaan yang hidup dan menghidupkan ketika sedang berada di bus, kereta api, taman-taman kota, tempat-tempat rekreasi, tidak terkecuali sambil menunggu pesanan makanan di kafe atau restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toko Buku Ala Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ke toko buku, terlihat pada pinggir-pinggir tembok sengaja disediakan meja dan kursi bagi pembaca, demikian ungkap Romi Satria Wahono . Bahkan sering terlihat banyak orang lanjut usia sedang asyik membaca, tak mau kalah, pantang mundur berpandu kaca pembesar huruf. Hebat pula bahwa pelayan toko buku sama sekali tidak terlihat melarang, kalau ada siswa atau mahasiswa yang sengaja mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah di sana. Tentu saja ada aturannya, membaca dengan tenang dan menjaga kebersihan serta keutuhan bahan bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data dari bunkanews (situs khusus tentang media massa berbahasa Jepang), jumlah toko buku di Jepang adalah sama dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang. Karena itu, data ini menunjukkan bahwa toko buku sangat banyak di Jepang, mudah dijangkau, dan berada sangat dekat dengan masyarakat Jepang. Sebuah kelebihan yang membuat bahagia para konsumen buku dan penerbit tentunya. Juga menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap budaya membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko buku yang ada tak melulu toko buku baru. Masih menurut bunkanews, toko buku bekas atau toko buku tua menempati presentase sepertiga jumlah toko buku. Artinya, jumlah toko buku bekas adalah separuh jumlah toko buku baru. Keberadaan toko buku bekas ini sangat menolong konsumen buku, karena mereka bisa mendapatkan buku yang mereka inginkan dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau. Bahkan terkadang, kita bisa mendapatkan buku-buku tua yang sangat bernilai namun sudah tak lagi diterbitkan. Toko-toko buku ini berani untuk buka sampai larut malam, lebih malam dari departemen store maupun supermarket. Mengapa demikian? Karena kaki para konsumen buku terus mengalir sampai malam. Banyak di antara mereka yang datang hanya untuk sekedar "tachi yomi" (artinya membaca sambil berdiri di toko buku tanpa membeli) melepas kebosanan di malam hari. Tachiyomi sekilas tampaknya hanya merusak pemandangan toko. Namun ternyata oplag penjualan berbanding lurus dengan jumlah orang yang tachiyomi. Artinya, ada kencenderungan sehabis tachiyomi orang tergerak untuk membeli bacaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan orang Jepang pada aktivitas membaca dimanfaatkan oleh para penerbit sebagai ajang promosi buku-buku mereka di televisi.Di salah satu televisi swasta ada acara yang disebut acara "toko buku Sekiguchi".Dalam acara ini para artis atau pelawak mempresentasikan referensi suatu buku, sedangkan artis lain yang hadir diminta untuk membeli berdasarkan kesan mereka terhadap presentasi tersebut dari kocek mereka sendiri. Acara ini sangat membantu bagi penggemar buku yang sibuk dan tak sempat berlama-lama di toko buku. Penonton bisa melihat referensi yang divisualisasikan dalam layar TV dan memesan lewat internet atau telpon jika tertarik untuk membeli. Mirip sebuah "televisi shopping", namun yang dipromosikan adalah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita masuk ke sebuah toko buku, biasanya ada beberapa hal khas yang kita jumpai. Pertama, biasanya buku-buku bacaan di Jepang, seperti novel, kumpulan essai, ataupun ilmiah populer didesain dalam ukuran kecil, ringan, dan mudah dibawa kemana-mana. Sehingga kita tidak enggan membawa buku tersebut baik ketika dalam perjalanan ke kantor ataupun berbelanja. Orang yang membaca buku (tentu juga komik ataupun majalah) akan sangat mudah kita temui di bis-bis kota ataupun di kereta-kereta listrik. Kedua, kita akan susah mendapatkan buku-buku berbahasa Inggris di toko-toko buku Jepang pada umumnya. Ini karena, para penerbit Jepang sangat memperhatikan penerjemahan buku-buku hasil karya penulis dari negara-negara lain. Bahkan banyak kasus buku best seller yang diterbitkan di negara lain diterbitkan pula terjemahannya di Jepang dalam waktu yang hampir berbarengan, seperti buku Harry Potter yang ngetop di Amerika itu. Ini tentu saja karunia bagi masyarakat Jepang khususnya para penggemar buku. Mereka bisa menikmati hasil karya penulis-penulis beken negara lain dalam bahasa mereka sendiri. Suatu karunia yang kita pikir hanya dipunyai oleh negara-negara berbahasa Inggris, seperti Amerika atau sebagian negara Eropa. Hanya toko-toko besar tertentu (dan biasanya di daerah perkotaan) yang menyediakan buku-buku impor berbahasa Inggris dan bukan terjemahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ke Perpustakaan Untuk Membaca &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain toko buku, perpustakan pun sangat mudah kita temui di sekitar kita. Di daerah pedesaan, biasanya, perpustakaan ini dikelola oleh pemerintah daerah setingkat kecamatan di Indonesia. Keberadaannya mudah dijangkau oleh masyarakat pedesaan. Sebab itu, meskipun di pedesaan, buku bukanlah barang mahal yang sulit di dapat.&lt;br /&gt;Pada perpustakaan-perpustakaan, petugas keamanan terlihat senantiasa berdiri atau berkeliling, walau jarang tampak pengunjung perpustakaan yang menimbulkan kebisingan. Mereka tidak akan segan-segan menegur tegas, bila terdengar atau kelihatan ada pengunjung yang terlalu lama berbisik ria. Iya, walau hanya berbisik, bukan bersuara keras, tidak diperbolehkan. Perilaku ini dianggap mengganggu orang lain yang sedang membaca dan menciderai misi perpustakaan. Semacam 'delik penodaan' dalam sakralitas dan martabat masyarakat baca nan terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: diambil dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1781400489704825432?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1781400489704825432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/menengok-budaya-membaca-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1781400489704825432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1781400489704825432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/menengok-budaya-membaca-masyarakat.html' title='Menengok Budaya Membaca Masyarakat Jepang'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Swnfzy6TaMI/AAAAAAAAAFs/m0JVLrdc3MA/s72-c/japan4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-2781804769892691293</id><published>2009-11-17T07:10:00.005+07:00</published><updated>2009-11-18T06:35:30.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Pembelajaran'/><title type='text'>Facebook Sebagai Media Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SwHrckPH6-I/AAAAAAAAAFk/MPhNjf9RiPk/s1600/Media_literacy_georgesiemens_University_Manitoba_Facebook.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SwHrckPH6-I/AAAAAAAAAFk/MPhNjf9RiPk/s200/Media_literacy_georgesiemens_University_Manitoba_Facebook.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404859903817280482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahukah Anda bahwa Indonesia termasuk pengguna Facebook tertinggi di ASEAN ?. Jika Anda belum mengetahuinya, Anda bisa membaca artikel fenomena Facebook di Indonesia yang ada &lt;a href="http://mamikhistory.blogspot.com/2009/11/fenomena-facebook-di-indonesia.html"&gt;di sini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui Facebook merupakan media jejaring sosial paling banyak digemari di seluruh dunia bahkan kini sudah merambah Indonesia. Tak terkecuali orang Tua, muda, pegawai, pejabat, pendidik dan semua kalangan menjadi penggemar Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengindahkan fatwa MUI yang telah mengharamkan facebook, sebagian orang masih asyik menggunakan facebook sebagai media untuk mencari teman sebanyak-banyaknya atau pun untuk berkomunikasi dengan teman lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua atau pendidik tentunya kita merasakan kekhawatiran akan dampak adanya Facebook. Bisa jadi anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan facebooknya ketimbang belajar. Karena kita ketahui bahwa kebanyakan siswa SD, SLTP, SLTA, maupun Mahasiswa telah mengenal dan banyak yang telah memiliki facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengarahkan pengunaan facebook kearah yang positif, tidak ada salahnya kita sebagai orang tua atau pun pendidik menjadikan facebook sebagai sarana pembelajaran yang kemungkinan banyak mendatangkan manfaat daripada mudharatnya sebagai penangkal hal-hal yang bersifat negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang bisa kita lakukan dengan menjadikan facebook sebagai media pembelajaran ? tentu saja kita sebagai pendidik yang terutama harus melek IPTEK dulu. Jika kita bisa  memahami perkembangan IPTEK tentu kita mudah untuk mengikutinya. Dan kita tidak akan kalah dengan siswa-siswi kita yang nota bene sudah canggih dalam soal teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang bisa dilakukan dengan facebook sebagai media pembelajaran, misalnya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membuat forum diskusi dengan anak didik kita dan memberikan umpan materi diskusi yang berkaitan dengan materi pelajaran di sekolah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan alamat URL/Web yang berhubungan dengan materi pelajaran di sekolah, selanjutnya siswa di tugaskan untuk mempelajari materi tersebut yang kemudian bisa di bahas di sekolah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak ide-ide lain yang lebih bagus bermunculan di pikiran Anda. Yang pasti, kita tentunya tidak ingin anak-anak kita di sesatkan oleh keberadaan facebook yang sewaktu-waktu bisa saja memerosotkan mental anak bangsa. Hal yang demikian perlu kita hindari dengan turut serta memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan mereka dari arus globalisasi yang merusak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-2781804769892691293?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/2781804769892691293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/facebook-sebagai-media-pembelajaran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2781804769892691293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2781804769892691293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/facebook-sebagai-media-pembelajaran.html' title='Facebook Sebagai Media Pembelajaran'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SwHrckPH6-I/AAAAAAAAAFk/MPhNjf9RiPk/s72-c/Media_literacy_georgesiemens_University_Manitoba_Facebook.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5664508389960986075</id><published>2009-11-16T07:22:00.005+07:00</published><updated>2009-11-16T07:30:27.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kegiatan Belajar Mengajar'/><title type='text'>Menilai Pembelajaran Kreativitas Para Siswa</title><content type='html'>Menghadapi peserta didik berbakat, sedikitnya Anda sebagai guru memiliki 10 cara penilaian secara bermutu, apakah pembelajaran kreativitas sudah Anda lakukan di dalam kelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang ditulisnya berjudul Kreativitas Keberbakatan: Mengapa, Apa, dan Bagaimana, Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Conny R Semiawan menuturkan 10 jenis penilaian tersebut. Simak kisi-kisinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Perumusan masalah aktivitas guru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda sebagai guru benar-benar membantu siswa melihat aspek tertentu berbeda dengan cara yang lazim terjadi di kelas? Banyak cara atau sudut pandang yang bisa didapatkan siswa dari setiap pembelajaran yang Anda berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Analisis ide &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membantu siswa secara kritis memahami kekuatan dan kelemahan dari ide-ide mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menjual ide &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membantu siswa menjelaskan, melindungi, dan meningkatkan setiap ide yang diyakini oleh mereka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pengendalian isu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat pedang bersisi ganda, Anda harus membantu siswa mempersiapkan diri bahwa teori-teori Anda memiliki rentangan yang terbatas tentang kebenaran. Artinya, Anda harus memancing peserta didik mencari kebenaran melalui cara pandang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menghadang kendala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus membantu siswa agar selalu sadar bahwa tidak semua pendapatnya bisa diterima oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Berani ambil risiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus bisa membantu meyakinkan siswa untuk selalu sadar dan siap bahwa setiap kreativitas selalu mengandung risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Keinginan tumbuh kembang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membuat siswa berani menantang dirinya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Percaya diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membangun kepercayaan diri siswa dengan memberinya tugas yang berat, lalu membuat perencanaan bersama dengan mereka untuk mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Toleransi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda membantu siswa untuk selalu bisa menghormati pendapat orang lain dan "akibat" yang akan mereka terima dengan menghormati pendapat orang lain, seperti perasaan menyesal atau kecewa karena merasa belum bisa menerima kenyataan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Menyayangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda bisa membuat siswa menghargai segala hal yang telah dilakukannya? Dan, sudahkah Anda menunjukkan bahwa anak didik Anda bisa berhasil dalam bidang tertentu, yang berbeda dari bidang yang sedang digelutinya di dalam kelas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5664508389960986075?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5664508389960986075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/menilai-pembelajaran-kreativitas-para.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5664508389960986075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5664508389960986075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/menilai-pembelajaran-kreativitas-para.html' title='Menilai Pembelajaran Kreativitas Para Siswa'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-4084167129444676773</id><published>2009-11-15T08:32:00.003+07:00</published><updated>2009-11-30T14:04:27.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Memahami Kecerdasan Anak</title><content type='html'>Howard Gardner, dalam bukunya Multiple Intelligences (Kecerdasan Ganda), membagi kecerdasan anak dalam spektrum yang cukup luas. Antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Matematika dan Logika atau Cerdas Angka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak berpikir secara induktif dan deduktif, kemampuan berpikir menurut aturan logika dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir.&lt;br /&gt;Anak-anak dengan kecerdasan matematika dan logika yang tinggi cenderung menyenangi kegiatan analisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu. Mereka menyenangi cara berpikir yang konseptual, misalnya menyusun hipotesis, mengategori, dan mengklasifikasi apa yang dihadapinya.&lt;br /&gt;Anak-anak ini cenderung menyukai akivitas berhitung dan memiliki kecepatan yang tinggi dalam meyelesaikan problem matematika. Bila kurang memahami, mereka cenderung bertanya dan mencari jawaban atas hal yang kurang dipahaminya.&lt;br /&gt;Setelah remaja biasanya mereka cenderung menggeluti bidang matematika atau IPA, dan setelah dewasa menjadi insinyur, ahli teknik, ahli statistik, dan pekerjaan-pekerjaan yang banyak melibatkan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Bahasa atau Cerdas Kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk menggunakan bahasa dan kata-kata secara lisan maupun tulisan dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasanya. Anak-anak dengan kemampuan bahasa yang tinggi umumnya ditandai dengan kesenangannya pada kegiatan yang berkaitan dengan bahasa seperti membaca, membuat puisi, dan menyusun kata mutiara.&lt;br /&gt;Anak-anak ini cenderung memiliki daya ingat yang kuat akan nama-nama orang, istilah-istilah baru, maupun hal-hal yang sifatnya detail. Mereka cenderung lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan dan verbalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Musikal atau Cerdas Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, dalam hal ini adalah nada dan irama. Anak-anak ini senang sekali mendengar nada-nada dan irama yang indah, mulai dari senandung yang mereka lakukan sendiri, dari radio, kaset, menonton orkestra, atau memainkan alat musik sendiri. Mereka lebih mudah mengingat sesuatu dengan musik.&lt;br /&gt;Saat dewasa mereka dapat menjadi penyanyi, pemain musik, komposer pencipta lagu, dan bidang-bidang lain yang berhubungan dengan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Visual Spasial atau Cerdas Gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk memahami secara lebih mendalam mengeani hubungan antara objek dan ruang. Anak-anak ini memiliki kemampuan menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya, atau menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi.&lt;br /&gt;Setelah dewasa biasanya mereka akan menjadi pemahat, arsitek, pelukis, desainer, dan profesi lain yang berkaitan dengan seni visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Kinestetik atau Cerdas Gerak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah . Hal ini dapat dijumpai pada anak-anak yang unggul dalam bidang olah raga, misalnya bulu tangkis, sepak bola, tennis, renang, basket, dan cabang-cabang olah raga lainnya, atau bisa pula terlihat pada mereka yang unggul dalam menari, bermain sulap, acrobat, dan kemampuan-kemampuan lain yang melibatkan keterampilan gerak tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Inter Personal atau Cerdas Teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.&lt;br /&gt;Kecerdasan ini di sebut juga kecerdasan sosial, dimana seorang anak mampu menjalin persahabatan yang akrab dengan teman-temannya, termasuk berkemampuan memimpin, mengorganisasi, menangani perselisihan antar teman, dan memperoleh simpati dari anak yang lain.&lt;br /&gt;Setelah dewasa mereka dapat menjadi aktivis dalam organisasi, public relation, pemimpin, manajer, direktur, bahkan  menteri atau presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Intra Personal atau Cerdas Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Mereka cenderung mampu mengenali kekuatan atau kelemahan dirinya sendiri, senang mengintropeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya dan kemudian mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka cnderung menyenangi kesendirian dan kesunyian merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecerdasan Naturalis atau Cerdas Alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuat kemampuan seorang anak untuk peka terhadapt lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam terbuka seperti cagar alam, gunung, pantai, dan hutan. Mereka cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, flora dan fauna, bahkan benda-benda di ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dewasa mereka dapat menjadi pencinta alam, pencinta lingkungan, ahli geologi, ahli astronomi, penyayang binatang, dan aktivitas-aktivitas lain yang berhubungan dengan alam dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsep Multiple Intelligence (Kecerdasan Ganda) ini, Howard Gardner ingin mengoreksi keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan, bahwa seolah-olah kecerdasan hanya terbatas pada hasil tes intelegensi yang sempit saja, atau hanya sekadar di lihat dari prestasi yang ditampilkan seorang anak melalui ulangan maupun ujian di sekolah belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak unggul pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu. Oleh karena itu diperlukan kesungguhan dari orang tua dan pendidik untuk secara tekun dan rendah hati mengamati dan memahami potensi anak atau murid dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, dan menghargai setiap bentuk kecerdasan anak didik yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: Bang Aswi-Radar Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-4084167129444676773?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/4084167129444676773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/memahami-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4084167129444676773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/4084167129444676773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/memahami-kecerdasan-anak.html' title='Memahami Kecerdasan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6914781734706577067</id><published>2009-11-14T07:10:00.004+07:00</published><updated>2009-11-30T14:04:45.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelligence (Kecerdasan)'/><title type='text'>Bagaimana Menstimulasi Kecerdasan Anak Anda?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sv333BvDAWI/AAAAAAAAAFc/JJqJ8g93SI8/s1600-h/Anak+cerdas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sv333BvDAWI/AAAAAAAAAFc/JJqJ8g93SI8/s200/Anak+cerdas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403747652645093730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di usia 3 - 5 tahun kecerdasan anak sudah sangat maju dan kompleks, sehingga diperlukan stimulasi yang lebih tepat untuk mengembangkan kecerdasan mereka itu, salah satunya dengan bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Garry L. Landreth, pendiri dan direktur Center for Play Therapy di University of North Texas (UNT), bermain adalah bagian integral dari masa kanak-kanak, media yang unik untuk memfasilitasi perkembangan ekspresi bahasa, ketrampilan komunikasi, emosi, sosial, pengambilan keputusan, serta perkembangan kognitif pada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, metode paling tepat memberikan stimulasi pada anak-anak adalah dengan bermain. Tak ubahnya Landreth, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Muhammad Rizal psi juga mengatakan, bahwa bermain membuat anak di usia 3-5 tahun semakin cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, menurut Rizal, ada baiknya stimulasi lewat bermain itu diberikan mengikuti 7 ranah kecerdasan si anak, seperti yang pernah dipaparkan oleh Dr Howard Gardner, psikolog dari Harvard University, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Spasial/Kinestetis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Membantu pekerjaan rumah atau aktivitas lain semisal menyapu atau mencuci motor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bermain sepeda, petak umpet, atau naik turun tangga&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Interpersonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libatkan anak lain/tetangga yang sebaya untuk ikut bermain bersama anak Anda. Hal ini untuk mengajarkan Anak belajar berbagi dan menghargai orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Intrapersonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menggambar, untuk melihat harapan-harapan atau luapan emosi yang saat itu sedang dominan pada dirinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bermain peran, semisal bermain ayah-ibu atau tokoh-tokoh kepahlawanan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Logis Matematis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ajak anak bermain pasel (puzzle) dengan kepingan yang lebih banyak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bermain susun balok yang memiliki angka atau huruf&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Musikal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perdengarkan lagu anak-anak, ajarkan sampai hafal satu lagu, dan bernyanyilah bersama-sama dengannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bermain alat musik seperti gitar atau piano mini, untuk meluapkan kecerdasan musikalnya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Naturalis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menanam pohon bersama, menyiram dan memberi pupuk bersama-sama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi makan pada hewan piaraan seperti memberi makan ikan sambil Anda bercerita mengenai hal-hal tentang ikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Kecerdasan Linguistik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berikan buku yang sudah memiliki teks (jika sudah bisa membaca)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika belum bisa membaca, bacakan cerita dan ajak anak Anda menceritakan pengalamannya tentang apa saja&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajak anak menemukan simbol-simbol sepanjang perjalanan ketika bersama Anda&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Untuk mengetahui bagaimana kecerdasan si anak mempengaruhi masa depan mereka saat dewasa, Anda bisa melihat artikelnya &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://mamikhistory.blogspot.com/2009/06/mengetahui-tipe-kecerdasan-anak.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber : kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6914781734706577067?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6914781734706577067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/bagaimana-menstimulasi-kecerdasan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6914781734706577067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6914781734706577067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/bagaimana-menstimulasi-kecerdasan-anak.html' title='Bagaimana Menstimulasi Kecerdasan Anak Anda?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sv333BvDAWI/AAAAAAAAAFc/JJqJ8g93SI8/s72-c/Anak+cerdas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7503024276862331880</id><published>2009-11-13T09:27:00.000+07:00</published><updated>2009-11-13T09:30:08.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian Nasional'/><title type='text'>Sekolah Segera Padatkan Pelajaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perubahan jadwal ujian nasional SMP dan SMA sederajat yang dimajukan pada Maret mengagetkan guru-guru. Pihak sekolah segera mengatur strategi baru untuk memadatkan materi pembelajaran dan memajukan pemberian pelajaran tambahan untuk siswa kelas III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional (UN) SMP/MTs, SMP Luar Biasa, SMA/MA, dan SMK, jadwal UN yang biasanya dilaksanakan pada April dimajukan menjadi Maret. UN untuk SMA sederajat dilaksanakan minggu ketiga Maret 2010, sedangkan untuk SMP sederajat pada minggu keempat Maret 2010.&lt;br /&gt;Pada tahun lalu tercatat siswa SMP yang mengikuti UN sebanyak 3.575.987 orang. Adapun di jenjang SMA, UN diikuti sekitar 2.207.805 siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika memang ada perubahan jadwal UN, informasi itu mengejutkan buat kami. Kalender pendidikan sekolah-sekolah masih mengacu pada jadwal lama, yakni April. Sampai saat ini belum ada informasi resmi dan sosialisasi ke sekolah,” kata Epon Kurniasih, Kepala SMAN 18 Bandung, Rabu (11/11).&lt;br /&gt;Menurut Epon, selain menyelesaikan materi pelajaran, siswa kelas III juga mesti dibantu untuk bisa mempersiapkan UN. Umumnya, fokus persiapan UN dengan memberikan jam tambahan belajar buat siswa yang dilakukan pada semester genap atau pada awal Januari.&lt;br /&gt;”Jika jadwal UN memang dimajukan Maret, para guru nantinya lebih fokus untuk memperkuat materi UN. Para siswa mesti disiapkan betul untuk bisa mencapai standar kompetisi lulusan,” kata Epon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afif, Kepala SMPN 4 Curug Bitung, Kabupaten Lebak, Banten, menjelaskan, pihaknya akan memajukan persiapan siswa menghadapi UN. Biasanya pemantapan dilakukan mulai Januari. ”Dengan dimajukannya UN, kemungkinan pemantapan atau penyiapan siswa untuk menghadapi UN dimajukan ke Desember,” kata Afif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Afif, sosialisasi perubahan jadwal UN harus segera disampaikan kepada sekolah. Dengan demikian, sekolah mendapatkan kepastian sehingga bisa menyusun ulang jadwal pembelajaran dan pemantapan materi untuk siswa kelas III.&lt;br /&gt;Supriyono, guru SMKN 42 Jakarta, mengatakan, ketika di kelas III, para guru sudah paham bahwa mereka harus menyiapkan siswa untuk bisa mencapai nilai standar kelulusan UN yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, materi pembelajaran kelas III biasanya dipadatkan supaya selesai pada semester ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru republik Indonesia, mengatakan. pelaksanaan UN sering kali mengorbankan siswa dan guru. Di tingkat akhir sekolah pembelajaran siswa hanya difokuskan untuk lulus UN dengan pemberian pelajaran tambahan yang bisa menyebabkan siswa stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pencapaian UN sering kali tidak menggambarkan kualitas pendidikan yang sesungguhnya. Ini perlu mendapat evaluasi yang serius,” ujar Sulistiyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber: Kompas Cetak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7503024276862331880?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7503024276862331880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/sekolah-segera-padatkan-pelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7503024276862331880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7503024276862331880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/sekolah-segera-padatkan-pelajaran.html' title='Sekolah Segera Padatkan Pelajaran'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-949490824350572769</id><published>2009-11-13T07:09:00.002+07:00</published><updated>2009-11-13T07:13:39.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ujian Nasional'/><title type='text'>Ujian Nasional Maret</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Svykn4KIklI/AAAAAAAAAFU/mBTbTUEcN5U/s1600-h/ujian-nasional3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Svykn4KIklI/AAAAAAAAAFU/mBTbTUEcN5U/s200/ujian-nasional3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403374657934496338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    Pelaksanaan ujian nasional untuk tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama akan dilaksanakan Maret 2010. Jadwal ini lebih cepat ketimbang ujian nasional tahun sebelumnya yang dilaksanakan April 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadwal ujian nasional (UN) ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 75 Tahun 2009 tentang UN SMP/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, SMA/Madrasah Aliyah (MA), SMA Luar Biasa (LB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Ajaran 2009/2010. Permendiknas itu ditetapkan di Jakarta, 13 Oktober 2009, oleh Mendiknas Bambang Sudibyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pelaksanaan UN utama untuk siswa SMA, MA, SMA LB, dan SMK dilaksanakan minggu ketiga Maret 2010. Adapun untuk siswa SMP, MTs, dan SMP LB, ujian nasional diselenggarakan pada minggu keempat Maret 2010. UN susulan dilaksanakan seminggu setelah UN utama. Adapun ujian praktik kejuruan untuk siswa SMK dilaksanakan sebelum UN utama.&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Suwanto, Selasa (10/11) di Surabaya, membenarkan bahwa pelaksanaan UN akan lebih cepat daripada biasanya. ”Memang info UN pada bulan Maret sudah ada, tetapi sampai saat ini kami masih menunggu petunjuk operasionalnya. Setelah petunjuk operasional diterima, kami akan segera menyosialisasikannya ke sekolah-sekolah,” ujar Suwanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Edy Tri Baskoro mengatakan bahwa penyelenggaraan UN dipercepat karena akan ada dua kali ujian, yakni ujian utama dan ujian ulangan bagi siswa yang tidak lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami ingin memberikan kesempatan kedua kepada anak didik supaya lebih adil. Kalau nilai UN pertama belum memenuhi standar kelulusan karena mungkin ketika ujian kondisinya sedang kurang sehat, dia akan bisa mengulang pada saat ujian ulangan. Intinya kami ingin penyelenggaraan ujian nasional lebih baik,” kata Baskoro.&lt;br /&gt;Percepatan ini pun, lanjut Baskoro, tidak mengganggu materi pelajaran karena biasanya pelajaran telah selesai diberikan kepada siswa sekitar Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Minimal 5,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Permendiknas No 75/2009 disebutkan pula peserta UN dinyatakan lulus apabila memiliki rata-rata nilai minimal 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mata pelajaran yang diujikan untuk siswa SMA/MA program IPA adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Matematika&lt;br /&gt;Fisika&lt;br /&gt;Kimia,&lt;br /&gt;Biologi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siswa SMA/MA program IPS akan mengerjakan soal mata pelajaran :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Matematika&lt;br /&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;Sosiologi,&lt;br /&gt;Geografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk siswa SMA/MA program bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Matematika&lt;br /&gt;bahasa asing lain yang dipelajari&lt;br /&gt;Sejarah Budaya/Antropologi,&lt;br /&gt;Sastra Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adapun mata pelajaran siswa SMK meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Matematika dan Teori Kejuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelajaran yang diujikan untuk siswa SMA LB lebih sedikit, yakni :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matematika&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Surabaya Ruddy Winarko mengatakan, dengan adanya permendiknas dan kisi-kisi soal UN, pihaknya segera menyosialisasikan hal itu ke sekolah-sekolah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Sumber : Kompas Cetak&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-949490824350572769?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/949490824350572769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/ujian-nasional-maret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/949490824350572769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/949490824350572769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/ujian-nasional-maret.html' title='Ujian Nasional Maret'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Svykn4KIklI/AAAAAAAAAFU/mBTbTUEcN5U/s72-c/ujian-nasional3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5487754776965047409</id><published>2009-11-06T13:25:00.004+07:00</published><updated>2009-11-06T13:30:23.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Kloning Pada Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SvPCOeMA4ZI/AAAAAAAAAFM/8BGW4lMn9v0/s1600-h/kloning+tumbuhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SvPCOeMA4ZI/AAAAAAAAAFM/8BGW4lMn9v0/s200/kloning+tumbuhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400873932024766866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kloning merupakan usaha untuk memperbanyak suatu makhluk hidup tanpa harus berkembang biak. Banyak sekali ilmuwan saat ini terobsesi untuk menciptakan dua individu yang tepat sama, dengan cara mengambil jiplakan gen atau sering dikenal dengan DNA, dan menanamkannya pada sel telur manusia. Para petani juga melakukan hal yang sama pada tumbuhan.&lt;br /&gt;Mereka mengambil sebagian badan tumbuhan dan menanamnya di tempat lain. Cara ini memiliki berbagai nama, seperti cangkok, stek dan okulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat membuat tumbuhan cloning sendiri dengan cara yang sangat sederhana, seperti percobaan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alat dan Bahan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah wortel&lt;br /&gt;Air&lt;br /&gt;Tusuk gigi&lt;br /&gt;Pisau&lt;br /&gt;Stoples&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Potonglah bagian atas wortel (bagian yang memiliki daun).&lt;br /&gt;Tusukkan tusuk gigi secara melintang ke dalam tubuh wortel (untuk menyangga tubuh wortel agar tidak tenggelam).&lt;br /&gt;Tempatkan wortel itu pada stoples yang telah terisi air.&lt;br /&gt;Amati perkembangannya selama 1-2 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan melihat dari bagian bawah wortel tumbuh akar-akar halus sementara bagian atasnya mulai tumbuh bakal daun berukuran kecil. Kini kita telah memiliki sebuah wortel baru yang siap untuk di tanam di tanah yang lebih subur dan cloning telah selesai kita lakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5487754776965047409?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5487754776965047409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/kloning-pada-tumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5487754776965047409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5487754776965047409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/kloning-pada-tumbuhan.html' title='Kloning Pada Tumbuhan'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SvPCOeMA4ZI/AAAAAAAAAFM/8BGW4lMn9v0/s72-c/kloning+tumbuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5534928410912891803</id><published>2009-11-03T07:41:00.002+07:00</published><updated>2009-11-03T07:45:59.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)'/><title type='text'>IMPLEMENTASI KONSEP MONTESSORI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Su99J0nVJbI/AAAAAAAAAE0/qfpGAmjFuas/s1600-h/3908039251_f47ed68fcd.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Su99J0nVJbI/AAAAAAAAAE0/qfpGAmjFuas/s200/3908039251_f47ed68fcd.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399672085936416178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;A. PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil. Oleh sebab itu, anak harus diperlakukan sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Hanya saja, dalam praktik pendidikan sehari-hari, tidak selalu demikian yang terjadi. Banyak contoh yang menunjukkan betapa para orang tua dan masyarakat pada umummnya memperlakukan anak tidak sesuai dengan tingkat perkembangananya. Di dalam keluarga orang tua sering memaksakan keinginannya sesuai kehendaknya, di sekolah guru sering memberikan tekanan (preasure) tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak, di berbagai media cetak/elektronika tekanan ini lebih tidak terbatas lagi, bahkan cenderung ekstrim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mencermati perkembangan anak dan perlunya pembelajaran pada anak usia dini, tampaklah bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan pada pendidikan anak usia dini, yakni: 1) materi pendidikan, dan 2) metode pendidikan yang dipakai. Secara singkat dapat dikatakan bahwa materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka, karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 menegaskan bahwa, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menyikapi perkembangan anak usia dini, perlu adanya suatu program pendidikan yang didisain sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Kita perlu kembalikan ruang kelas menjadi arena bermain, bernyanyi, bergerak bebas, kita jadikan ruang kelas sebagai ajang kreaktif bagi anak dan menjadikan mereka kerasan dan secara psikologis nyaman. Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini dikemukan bagaimana Mantessori mendisain program pembelajaran untuk anak usia dini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;B. PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tokoh pendidikan anak usia dini, Montessori, mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak, kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak, baik secara fisik, mental maupun spritual. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. Oleh karena itu, baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini, mengetahui, memahami perkembangan anak usia dini. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;1. Perkembangan Anak Usia Dini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak pendapat dan gagasan tentang perkembangan anak usia dini, Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir. Bayipun harus dikenalkan pada orang-orang di sekitarnya, suara-suara, benda-benda, diajak bercanda dan bercakap-cakap agar mereka berkembang menjadi anak yang normal dan sehat. Metode pembelajaran yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya menentukan kepribadian anak setelah dewasa. Tentu juga dipengaruhi seberapa baik dan sehat orang tua berperilaku dan bersikap terhadap anak-anak usia dini. Karena perkembangan mental usia-usia awal berlangsung cepat, inilah periode yang tidak boleh disepelekan. Pada tahun-tahun awal ini anak-anak memiliki periode-periode sensitive atau kepekaan untuk mempelajari atau berlatih sesuatu. Sebagian besar anak-anak berkembang pada asa yang berbeda dan membutuhkan lingkungan yang dapat membuka jalan pikiran mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menurut Montessori, paling tidak ada beberapa tahap perkembangan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;1. Sejak lahir sampai usia 3 tahun, anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2. Usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun, mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara, bercakap-cakap).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;3. Masa usia 2 – 4 tahun, gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik, untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin, berminat pada benda-benda kecil, dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi, siang, sore, malam).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;4. Rentang usia tiga sampai enam tahun, terjadilah kepekaan untuk peneguhan sensoris, semakin memiliki kepekaan indrawi, khususnya pada usia sekitar 4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4 – 6 tahun memiliki kepekaan yang bagus untuk membaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pendapat Mantessori ini mendapat dukungan dari tokoh pendidkan Taman Siswa, Ki hadjar Dewantara, sangat meyakini bahwa suasana pendidikan yang baik dan tepat adalah dalam suasana kekeluargaan dan dengan prinsip asih (mengasihi), asah (memahirkan), asuh (membimbing). Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan, anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran, pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani), dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tokoh pendidikan ini sangat menekankan bahwa untuk usia dini bahkan juga untuk mereka yang dewasa, kegiatan pembelajaran dan pendidikan itu bagaikan kegiatan-kegiatan yang disengaja namun sekaligus alamiah seperti bermain di “taman”. Bagaikan keluarga yang sedang mengasuh dan membimbing anak-anak secara alamiah sesuai dengan kodrat anak di sebuah taman. Anak-anak yang mengalami suasana kekeluargaan yang hangat, akrab, damai, baik di rumah maupun di sekolah, serta mendapatkan bimbingan dengan penuh kasih sayang, pelatihan kebiasaan secara alami, akan berkembang menjadi anak yang bahagia dan sehat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;2. Pembelajaran Pada Taman kanak-Kanak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain, melakukan latihan berkelompok, melakukan penjelajahan, bertanya, menirukan, dan menciptakan sesuatu. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Seluruh sistem geraknya sudah lentur, sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. Di taman kanak-kanak, anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa, terutama dalam kosa kata. Hal yang menarik, anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehubungan dengan ciri-ciri di atas maka tugas perkembangan yang diemban anak-anak adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;2. Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;4. Mengembangkan peran sosial sebagai lelaki atau perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;5. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;6. Mengembangkan hati nurani, penghayatan moral dan sopan santun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;7. Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis, matematika dan berhitung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;8. Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan adanya tugas perkembangan yang diemban anak-anak, diperlukan adanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang selalu “dibungkus” dengan permainan, suasana riang, enteng, bernyanyi dan menari. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat, apalagi dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan pembiasaan yang tidak sederhana lagi seperti paksaan untuk membaca,menulis, berhitung dengan segala pekerjaan rumahnya yang melebihi kemampuan anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada usia &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun pada umumnya anak-anak baik secara fisik maupun kejiwaan sudah siap untuk belajar hal-hal yang semakin tidak sederhana dan berada pada waktu yang cukup lama di sekolah. Setelah apada usia 2-3 tahun mengalami perkembangan yang cepat. Pada usia enam tahun, pada umumnya anak-anak telah mengalami perkembangan dan kecakapan bermacam-macam keterampilan fisik. Mereka sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat, melompat, menangkap, melempar, dan menghindar. Pada umumnya mereka juga sudah dapat naik sepeda mini atau sepeda roda tiga. Kadang-kadang untuk anak-anak tertentu keterampilan-keterampilan ini telah dikuasainya pada usia 4-5 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Montessori memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan, sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yanag diarahkan guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;b. melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;c. menawarkan kesempatran untuk menjalin hubungan social melalui interaksi yang bebas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;d. dalil-dalil ditemukan sendiri, tidak disajikan oleh guru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;e. atauran pengucapan didapat melalui pengenalan pola, bukan dengan hafalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;setiap aspek kurikulum melibatkan pemikiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Montessori, mengatakan bahwa pada usia 3-5 tahun, anak-anak dapat diajari menulis, membaca, dikte dengan belajar mengetik. Sambil belajar mengetik anak-anak belajar mengeja, menulis dan membaca. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; suatu penelitian di Amerika yang menyimpulkan bahwa kenyataannya anak-anak dapat belajar membaca sebelum usia 6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sekitar 2 % anak yang sudah belajar dan mampu membaca pada usia 3 tahun, 6 % pada usia empat tahun, dan sekitar 20 % pada usia 5 tahun. Bahkan terbukti bahwa pengalaman belajar di taman kanak-kanak dengan kemampuan membaca memadai akan sangat menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pendapat Montessori ini didukung oleh &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Moore&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, seorang sosiolog dan pendidik, meyakini bahwa kehidupan tahun-tahun awal merupakan tahun-tahun yang paling kreaktif dan produktif bagi anak-anak. Oleh karena itu, sejauh memungkinkan, sesuai dengan kemampuan, tingkat perkembangan dan kepekaan belajar mereka, kita dapat juga mengajarkan menulis, membaca dan berhitung pada usia dini. Yang penting adalah strategi pengalaman belajar dan ketepatan mengemas pembelajaran yang menarik, mempesona, penuh dengan permainan dan keceriaan, enteng tanpa membebani dan merampas dunia kanak-kanak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan anak adalah suasana keluarga dan kelas yang akrab, hangat serta bersifat demokratis, sekaligus menawarkan kesempatan untuk menjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya relasi dan komunikasi yang hangat dan akrab. .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada masa usia 2 – 6 tahun, anak sangat senang kalau diberikan kesempatan untuk menentukan keinginannya sendiri, karena mereka sedang membutuhkan kemerdekaan dan perhatian. Pada masa ini juga mencul rasa ingin tahu yang besar dan menuntut pemenuhannya. Mereka terdorong untuk belajar hal-hal yang baru dan sangat suka bertanya dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu. Guru dan orang tua hendaknya memberikan jawaban yang wajar. Sampai pada usia ini, anak-anak masih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perlu diingat juga bahwa minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama, karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan. Anak pada masa ini juga akan berkembang kecerdasannya dengan cepat kalau diberi penghargaan dan pujian yang disertai kasih sayang, dengan tetap memberikan pengertian kalau mereka melakukan kesalahan atau kegagalan. Dengan kasih sayang yang diterima, anak-anak akan berkembang emosi dan intelektualnya, yang penting adalah pemberian pujian dan penghargaan secara wajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk memfasilatasi tingkat perkembangan fisik anak, pada taman kanak-kanak perlu dibuat adanya arena bermain yang dilengkapi dengan alat-alat peraga dan alat-alat keterampilan lainnya, karena pada usia 2- 6 tahun tingkat perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat, dan pada umur tersebut anak-anak perlu dikenalkan dengan fasilitas dan alat-alat untuk bermain, guna lebih memacu perkembangan fisik sekaligus perkembangan psikis anak terutama untuk kecerdasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang cerdas dan berhasil pada umumnya berasal dari keluarga yang demokratis, suka melakukan uji coba, suka menyelidiki sesuatu, suka berpergian (menjelajah alam dan tempat), dan aktif, tak pernh diam dan berpangku tangan. Ingat keterampilan tangan adalah jendela menuju pengetahuan. Dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan uji coba (trial and error), mangadakan penyelidikan bersama-sama, menyaksikan dan menyentuh sesuatu objek, mengalami dan melakukan sesuatu , anak-anak akan jauh lebih mudah mengerti dan mencapai hasil belajar dengan mampu memanfaatkan atau menerapkan apa yang telah dipelajari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;C. KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam mengimplementasikan konsep Montessori terhadap program pendidikan bagi anak usia dini perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Kukrikulum pada pendidikan anak usia dini didesain berdasarkan tingkat perkembangan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka, karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3. Kompetensi akademis merupakan alat untuk mencapai tujuan,dan manipulasi dilihat sebagai materi yang berguna untuk poengembangan diri anak, Montessori menganjurkan perlu adanya area yang berbeda mewakili lingkungan yang disediakan, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;a. Practical life memberikan pengembangan dari tugas organisasional dan urutan kognisi melalui perawatan diri sendiri, perawatan lingkungan, melatih rasa syukur dan saling menghormati, dan koordinasi dari pergerakan fisik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;b. The sensorial area membuat anak mampu untuk mengurut, mengklasifikasi dan menerangkan impresi sensori dalam hubungannya dengan panjang, lebar, temperatur, masa, warna, titik, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;c. Mathematics memanfaatkan pemanipulasian materi agar anak mampu untuk menginternalisasi konsep angka, symbol, urutan operasi, dan memorisasi dari fakta dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;d. Language art yang di dalamnya termasuk pengembangan bahasa lisan, tulisan, membaca, kajian tentang grammar, dramatisasi, dan kesusesteraan anak-anak. Keahlian dasar dalam menulis dan membaca dikembangkan melalui penggunaan huruf dari kertas, kata-kata dari kertas pasir, dan berbagai prestasi yang memungkinkan anak-anak untuk menghubungkan antara bunyi dan simbul huruf, dan mengekpresikan pemikiran mereka melalui menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;e. Cultural activies membawa anak-anak untuk mengetahui dasar-dasar geografis, sejarah dan ilmu sosail. Musik, dan seni lainnya merupakan bagian dari kurikulum terintegrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4. Lingkungan pendidikan anak usia dini menggabungkan fungsi psiko-sosial, fisik dan akademis dari seorang anak. Tugas pentingnya adalah untuk menyediakan dasar yang awal dan umum, dimana di dalamnya termasuk tingkah laku yang positif terhadap sekolah, inner security, kebiasaan untuk berinisiatif, kemampuan untuk mengambil keputusan, disiplin diri dan rasa tanggung jawab anggota kelas lainnya, sekolah dan komunitas. Dasar ini akan membuat anak-anak mampu untuk mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang lebih spesifik dalam kehidupan sekolah mereka.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : www.jugaguru.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5534928410912891803?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5534928410912891803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/implementasi-konsep-montessori-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5534928410912891803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5534928410912891803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/11/implementasi-konsep-montessori-pada.html' title='IMPLEMENTASI KONSEP MONTESSORI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Su99J0nVJbI/AAAAAAAAAE0/qfpGAmjFuas/s72-c/3908039251_f47ed68fcd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-1050679633466661469</id><published>2009-10-30T07:51:00.004+07:00</published><updated>2009-10-31T15:39:32.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cpns'/><title type='text'>CPNS Jawa Timur Tahun 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musim CPNS di Jawa Timur telah tiba. Semua orang baik dari kalangan pendidik, tenaga kesehatan dan dari berbagai kalangan telah menyerbu posko-posko pendaftaran. Memang CPNS tahun ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat jauh-jauh hari sebelumya. Berbagai informasi simpang siur tentang kapan ada pengumuman CPNS beredar di kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sudah diberitakan di koran-koran lokal bahwa pendaftaran CPNS akan dibuka tanggal 26 Oktober 2009, kontan masyarakat berbondong-bondong untuk mempersiapkan kelengkapan surat-surat sebagai syarat pendaftaran.  Banyak kalangan yang memang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini, meskipun tak sedikit yang kecewa karena jurusan pendidikannya tidak tercantum dalam formasi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pengumuman dan formasi CPNS di masing-masing daerah, anda bisa melihat lewat situs-situs pemerintah daerah di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.surabaya.go.id/ver2/dinamis/?id=361"&gt;CPNS Kota Surabaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bkd.sidoarjokab.go.id/Doc/Pengumuman_CPNS_2009.pdf"&gt;CPNS Sidoarjo&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://mojokertokab.go.id/mjk/sub/BKPP/"&gt;CPNS Mojokerto&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gresik.go.id/"&gt;CPNS Gresik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.lamongan.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1511"&gt;CPNS Lamongan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pasuruan.go.id/penerimaan-cpns-pemkot-pasuruan-th-2009/"&gt;CPNS Pasuruan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tuban.go.id/news/"&gt;CPNS Tuban&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cpns99.wordpress.com/tag/cpns-tulungagung/"&gt;CPNS Tulungagung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.madiunkab.go.id/"&gt;CPNS Madiun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.malangkab.go.id/pengumuman.php?id=64"&gt;CPNS Malang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blitar.go.id/"&gt;CPNS Blitar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jemberkab.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=71:pengumuman-cpns&amp;amp;catid=40:pengumuman&amp;amp;Itemid=68"&gt;CPNS Jember&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ngawikab.go.id/webngawi/"&gt;CPNS Ngawi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pacitankab.go.id/"&gt;CPNS Pacitan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-1050679633466661469?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/1050679633466661469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/cpns-jawa-timur-tahun-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1050679633466661469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/1050679633466661469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/cpns-jawa-timur-tahun-2009.html' title='CPNS Jawa Timur Tahun 2009'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-2857645830102512226</id><published>2009-10-27T08:15:00.002+07:00</published><updated>2009-10-27T08:19:46.384+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI CERITA'/><title type='text'>Baru Belajar Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SuZKhAPrRcI/AAAAAAAAAEs/G7Bm_Z9Ln-Y/s1600-h/speakorgetout.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 159px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SuZKhAPrRcI/AAAAAAAAAEs/G7Bm_Z9Ln-Y/s200/speakorgetout.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397083134312007106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang anak yang baru belajar bahasa Inggris ditugaskan untuk menghapalkan 3 kata dalam bahasa Inggris. Dalam perjalanan pulang, ia melihat 2 orang turis yang sedang bertengkar. Salah seorang diantaranya mengatakan “shit!” Anak tadi berkesimpulan ‘shit’ adalah kosa kata bahasa Inggris. Dari dalam bus anak tadi melihat poster film bioskop 21 berjudul Spiderman. Ia pun menghapalnya. Berarti sudah 2 kata yang saya hapal, pikirnya. Saat ia ingin turun dari bus ia mendengar ada seorang pemuda yang berkata “lady first” kepada teman wanitanya. Anak itu pun berpikir lady first adalah kosa kata bahasa Inggris. Berarti sudah 3 kata yang dia hapal.&lt;br /&gt;Keesokan harinya guru anak tadi, yaitu seorang wanita yang sudah agak tua bertanya, “Ok, what is your first word?”&lt;br /&gt;“shit!” jawab si anak.&lt;br /&gt;“What ?” guru tersebut langsung kaget becampur marah, “kurang ajar! Kamu tidak sopan sama guru! From who your are study?”&lt;br /&gt;“Spiderman!” jawab anak tadi.&lt;br /&gt;Dijawab seperti guru tersebut bertambah marah. Ia pun mengusir anak tersebut keluar, “Go out now!”&lt;br /&gt;Anak tersebut menjawab, “Lady first.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-2857645830102512226?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/2857645830102512226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/baru-belajar-bahasa-inggris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2857645830102512226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2857645830102512226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/baru-belajar-bahasa-inggris.html' title='Baru Belajar Bahasa Inggris'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SuZKhAPrRcI/AAAAAAAAAEs/G7Bm_Z9Ln-Y/s72-c/speakorgetout.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7613529029872767538</id><published>2009-10-19T08:02:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T08:06:11.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Membimbing Anak Menjelajahi Internet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu7d_s6zrI/AAAAAAAAAEk/_NIzFx1iQ6k/s1600-h/ParentsKidsInternet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu7d_s6zrI/AAAAAAAAAEk/_NIzFx1iQ6k/s200/ParentsKidsInternet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394111102696738482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Internet dapat dilihat sebagai jendela dunia luar bagi anak-anak. Di antara beberapa anak-anak sudah bisa menggunakan Internet tanpa harus keluar rumah.&lt;br /&gt;Anak-anak dapat belajar mengenai subyek tertentu seperti Ilmu Pengetahuan, Matematika atau bahasa Inggris, atau mereka dapat memperoleh banyak penegetahuan sekitar tempat-tempat tertentu di dunia ini sekalipun mereka tidak memiliki kesempatan secara fisik melakukan perjalanan menuju kesana. Selain itu anak-anak dapat mencari teman baru menggunakan alat komunikasi yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beberapa informasi yang tersedia di internet layak untuk anak-anak, seperti membuat kerajinan, artikel-artikel pendidikan dan aktivitas on-line persahabatan antar anak-anak, ada juga ada bahan yang tidak cocok yang menyebabkan mereka   bisa tersesat atau tidak layak untuk digunakan on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diwaspai juga jika anak-anak menggunakan fasilitas untuk chating. Bisa jadi mereka tidak mengetahui apakah teman yang di ajak chating itu orang baik atau jahat, atau orang yang suka berolok-olok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan pengaruh baik dan buruk internet yang mungkin terjadi pada anak-anak, sebaiknya akses anak ke internet diperbolehkan sebatas dalam lingkungan yang terkontrol, yaitu menjelajahi net di bawah bimbingan dan kondisi-kondisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips yang ampuh untuk mencegah anak-anak agar tidak memperoleh informasi yang kurang layak dari internet adalah menyuruh mereka menjelajahi net menggunakan mesin search yang dirancang secara khusus untuk anak-anak, seperti Yahooligan. Mesin search ini memungkinkan anak-anak bisa mencari akses informasi yang tida berbahaya dan tepat seusianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips lainnya adalah mencarikan sumber beberapa website yang tepat bagi mereka. Kalau kita sudah menemukan website yang tepat untuk mereka, maka kita segera mebuatkan “shortcut folder” yang menghubungkan langsung dengan website tersebut, dengan demikian akan mengurangi resiko kesasar ke daerah perlintasan website yang tidak dikehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7613529029872767538?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7613529029872767538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/membimbing-anak-menjelajahi-internet.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7613529029872767538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7613529029872767538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/membimbing-anak-menjelajahi-internet.html' title='Membimbing Anak Menjelajahi Internet'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu7d_s6zrI/AAAAAAAAAEk/_NIzFx1iQ6k/s72-c/ParentsKidsInternet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8527852202274510149</id><published>2009-10-19T07:56:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T08:01:03.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>CARA MEMILIH KOMPUTER YANG SESUAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu6RyHRgyI/AAAAAAAAAEc/AQ8pq8KKLHs/s1600-h/Family-PC_550x368.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu6RyHRgyI/AAAAAAAAAEc/AQ8pq8KKLHs/s200/Family-PC_550x368.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394109793379124002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua yang belum memiliki komputer di rumah bisa merencanakan untuk membeli komputer. Dalam menetapkan anggaran untuk komputer Anda, akan lebih baik kalau mempertimbangkan syarat-syarat kegunaannya di masa sekarang dan yag akan datang.&lt;br /&gt;Informasi berikut akan membantu bagi Anda yang sekiranya masih kurang mengerti teknologi dalam menilai model-model komputer yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Komponen-komponen Internal Inti PC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Processor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Processor adalah komponen utama PC yang memuat daya processing seluruh PC tersebut. Pada dasarnya, PC dengan kecepatan processing lebih tinggi akan bisa menjalankan program-program atau aplikasi lebih cepat. Jika Anda menggunakan PC Anda untuk menjalankan program-program yang membutuhkan daya processing yang cepat, misalnya program-program yang digunakan oleh seniman grafis, atau jika Anda menjalankan game-game PC terbaru di pasaran, maka kecepatan processor lebih tinggi sangat dibutuhkan. Pada waktu mencetak buku ini, kecepatan processing diukur GigaHertz (GHz).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memory&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memory PC atau Randoom Acces Memory (RAM) memungkinkan aplikasi-aplikasi bisa disimpan sementara dalam memory ini ketika sebuah aplikasi sedang dijalankan. Memory yang lebih tinggi akan berarti bahwa PC tersebut memiliki kapasitas lebih untuk menyimpan sebuah aplikasi atau berbagai aplikasi ketika pengguna sedang bekerja pada PC tersebut. Informasi yang disimpan dalam RAM terhapus jika informasi itu tidak disimpan dalam hard drive (Harddisk).&lt;br /&gt;Jika PC digunakan untuk program-program intensif game dan grafis, atau pengguna biasanya menggunakan banyak aplikasi pada waktu bersamaan, maka akan dibutuhkan lebih banyak memori. Sekarang, memory diukur dalam bentuk MegaBytes (Mb). Jika ingin yang lebih tinggi lagi Anda bisa memilih dengan ukuran Gigabyte (Gb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hard Drive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hard drive secara permanent menyimpan semua program-program, operating system dan data yang ingin Anda simpan, yang dapat dicari dan digunakan kembali ketika Anda mengaktifkan lagi PC. Secara sederhana semakin besar hard drive berarti PC tersebut memiliki lebih banyak ruang untuk menyimpan program-program dan data. Sekarang, ukuran Hard drive adalah diukur DigaBytes (Gb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Graphics Board&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Graphic Board menyimpan memory yang digunakan untuk menghasilkan grafis yang disusun untuk dapat tampil di layer komputer Anda. Kapasitas graphics board juga di ukur dalam MegaBytes (Mb). Graphics board dengan kapasitas lebih tinggi akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan gambar lebih tajam, gambar-gambar yang lebih bergetar dan juga animasi lebih halus. Umumnya, program intensif gambar akan membutuhkan memory lebih besar dari graphics board.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem Operasi ( Operating System )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Operating System adalah program paling penting dalam komputer. Operating System mengopersaikan, menjalankan dan mengelola program-program lain yang digunakan dalam PC tersebut. Operating System juga mengelola input dan output PC. Contoh-contoh input meliputi klik mouse dan ketikan dari keyboard, sedangkan contoh-contoh output adalah huruf-huruf yang tersusun pada layer komputer Anda.&lt;br /&gt;Output juga mengendalikan kerja komponen-komponen PC, seperti menulis di hard drive dan alokasi memory pada program-program yang berbeda. Operating system yang paling umum digunakan sekarang adalah Microsoft Windows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Hardware PC Eksternal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monitor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Monitor adalah layer tampilan untuk gambar-gambar yang merupakan output dar PC. Monitor memiliki berbagai ukuran, yang paling lazim digunakan adalah 15 inchi dan 17 inchi. Semakin besar monitor akan semakin mudah di mata, akan tetapi hanya jika kualitas outputnya baik. Dalam memilih monitor, pertimbangan paling penting adalah monitor yang sesuai dengan penglihatan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unit Sistem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unit system memiliki dua desain. Anda dapat menggunakan desain casing model desktop atau tower. Dengan model desktop, Anda dapat meletakkan di atas meja dengan monitor berada di atasnya. Sebagian orang, menganggap desktop lebih cocok karena unit sistemnya bisa diakses dengan mudah, sedangkan orang lain menganggap model desktop memiliki pemborosan ruang di atas meja.&lt;br /&gt;Casing tower duduk dengan indah di dalam atau di samping meja. Kalau model casing ini mungkin ideal dalam beberapa situasi, catatlah bahwa komputer model ini sekarang mudah diraih oleh anak-anak yang baru belajar atau anak-anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyboard dan Mouse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keyboard dan mouse merupakan komponen penting untuk menyelesaikan seluruh system komputer. Anpa dua instrument ini, kita tidak akan bisa memasukkan berbagai informasi ke dalam komputer. Juga, mereka adalah dua alat yang paling sering digunakan. Di sini, sangat penting meluangkan waktu untuk memahami berbagai tipe keyboard dan mouse yang ada.&lt;br /&gt;Kalau kita menginginkan keyboard yang standard, maka sebaiknya memilih keyboard yang memiliki desain ergonomic. Keyboard ergonomic di desain nyaman di pikiran dan mempertimbangkan posisi ideal tangan kita ketika menggunakan keyboard sehingga tekanannya tidak di tangan dan bagian-bagian lain tubuh kita.&lt;br /&gt;Juga ada keyboard yang dirancang secara khusus uuntuk anak-anak, dengan ikatan tombol-tombol penuh warna yang kelihatan “mengundang” anak-anak untuk menekannya dan mulai “memainkan” komputer itu.&lt;br /&gt;Untuk mouse yang paling lazim digunakan saat ini adalah mouse USB dan mouse PS/2. Dua tipe mouse ini praktis dan memberi tujuan dasar bagi orang dewasa, mungkin perlu juga ekstra investasi kecil untuk memiliki mouse mainan untuk anak Anda. Mouse mainan muncul dengan desain yang lucu unutk menarik perhatian anak. Dengan demikian mambantu mengeliminir berbagai keengganan anak-anak bisa menggunakan mouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8527852202274510149?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8527852202274510149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/cara-memilih-komputer-yang-sesuai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8527852202274510149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8527852202274510149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/cara-memilih-komputer-yang-sesuai.html' title='CARA MEMILIH KOMPUTER YANG SESUAI'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu6RyHRgyI/AAAAAAAAAEc/AQ8pq8KKLHs/s72-c/Family-PC_550x368.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-820640020439879467</id><published>2009-10-19T07:48:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T07:52:24.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Mempertimbangkan Membeli Printer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu4KZmSFWI/AAAAAAAAAEM/RQlaVfIyRYc/s1600-h/epson-stylus-c79-printer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu4KZmSFWI/AAAAAAAAAEM/RQlaVfIyRYc/s200/epson-stylus-c79-printer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394107467515958626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; banyak printer yang dapat Anda beli dari toko komputer terdekat Anda. Ketika printer dot matrix telah mendominasi di tahun 1980-an, sebagian besar printer di rumah saat ini menggunakan teknologi printer ink-jet atau buble. Semua printer ini dapat mencetak dengan warna hitam atau dengan berwarna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika membeli printer, Anda harus mempertimbangkan tipe pencetakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang akan Anda lakukan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang perlu Anda tanyakan kepada diri Anda adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah saya perlu mencetak berwarna?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kualitas cetakan yang bagaimana yang ingin saya lihat ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seberapa cepat saya menginginkan printer saya dapat mencetak? Berapa halaman per menit?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berapa ukuran kertas yang akan saya gunakan ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah saya perlu mencetak dokumen double-sided?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akankah saya membutuhkan features yang canggih seperti sorting?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah berapa anggaran yang saya miliki ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-820640020439879467?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/820640020439879467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/mempertimbangkan-membeli-printer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/820640020439879467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/820640020439879467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/mempertimbangkan-membeli-printer.html' title='Mempertimbangkan Membeli Printer'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Stu4KZmSFWI/AAAAAAAAAEM/RQlaVfIyRYc/s72-c/epson-stylus-c79-printer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3372091875562378651</id><published>2009-10-15T08:21:00.002+07:00</published><updated>2009-10-15T08:27:50.171+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Sumber Website Untuk Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StZ6T0bZGhI/AAAAAAAAAEE/GKlnMpWQxiI/s1600-h/net2.htm"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 169px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StZ6T0bZGhI/AAAAAAAAAEE/GKlnMpWQxiI/s200/net2.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392632084732385810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu kesulitan dalam menemukan website yang tepat, berikut ini akan disediakan daftar beberapa website yang diketahui “baik” untuk anak-anak, di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Computer Kid Crafts&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini mengutamakan daftar bermacam-macam halaman keahlian yang terkait dengan komputer yang khusus untuk anak-anak. Situs ini menonjolkan berbagai gagasan keahlian yang menyenangkan bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Website : www.hoo-hah.com/kidcraft.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kids-Online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bergabungkah ke sebuah klub untuk membahas komputer atau hal-hal lain yang berkaitan dengan anak-anak. Situs ini juga muncul pada ruangan chating yang khusus untuk anak-anak.&lt;br /&gt;Website : www.kids-online.net/kid club/kid club.html.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Silly Billy’s World Index&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai game mendidik dan sarana belajar diutamakan pada situs ini. Termasuk : writing projects, brainstorm, stories, jigsaw puzzles, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Website : www.sillybilly.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kids Domain Valentines&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak dapat mengakses grafik hari libur, game komputer, gagasan keahlian, dan rekomendasi buku-buku yang sesuai untuk anak-anak pada situs ini.&lt;br /&gt;Website : www.kidsdomain.com/holiday/val&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Computer Museum Guide to Best Software&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Computer ini mengkaji software komputer untuk anak-anak berusia 2 sampai 12 tahun, dengan disertai organisasi berbagai judul yang direkomendasikan berdasarkan usia dan pokok persoalannya.&lt;br /&gt;Website : www.kidsource.com/kidsource/software/guide.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;St. Patrick’s Fun at Kid’s Domain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini menampilkan daftar aktivitas hiburan untuk anak-anak seperti game komputer, cli-art, e-cards dan halaman berwarna untuk bisa dicetaj dan diisi.&lt;br /&gt;Website : www.kidsdomain.com/holiday/patrick&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Feldman, Barbara J. Surfing the Net with Kids&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Feldman, seorang konsultan komputer, programmer, ibu dari dua anak dan sindikat kolumnis yang menyajikan seluruh situs ini kepada anak-anak di internet. Juga bisa ditemukan di sini newsletter gratis, lelucon, permainan, buku, screensaver, adab, forum, atau postcard.&lt;br /&gt;Website : www.surfnetkids.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mother Goose Nursery Rhymes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini menyajikan versi klasik (yakni : Humpty Dumpty, Jack’n Jill, Baa Black Sheep) dalam sebuah format yang akan menarik anak-anak pada jaman komputer. Juga terdapat banyak gambar dan satu halaman khusus untuk orang tua&lt;br /&gt;Website : www.iyedo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Electronic Games for Education in Math and Science&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sini anak-anak bisa belajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan yang di promosikan melalui permainan komputer. Situs ini juga memiliki serangkaian proyek yang membantu keterampilan bagaimana menetapkan tujuan dan memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Website : www.taz.cs.ubc.ca/egems/home.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amazing Kids! Virtual Art Gallery&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Situs ini dipersembahkan untuk anak-anak pecinta seni. Disinilah mereka dapat belajar menggambar dan bisa menyampaikan kerja mereka sendiri secara online. Di sini juga di sajikan gambar, komik, ilustreasi buku, dan karya seni komputer anak-anak usia di atas 14 tahun&lt;br /&gt;Wibsite : www.amazing-kids.org/gallery.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3372091875562378651?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3372091875562378651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/sumber-website-untuk-anak-anak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3372091875562378651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3372091875562378651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/sumber-website-untuk-anak-anak.html' title='Sumber Website Untuk Anak-Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StZ6T0bZGhI/AAAAAAAAAEE/GKlnMpWQxiI/s72-c/net2.htm' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7958145211063088606</id><published>2009-10-11T14:42:00.004+07:00</published><updated>2009-10-11T15:26:20.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Televisi Bagi Perkembangan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StGQY0UmAbI/AAAAAAAAAD8/mxW95a2aGc4/s1600-h/Kids-watch-TV-706.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StGQY0UmAbI/AAAAAAAAAD8/mxW95a2aGc4/s200/Kids-watch-TV-706.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391248984975475122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian, anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi ketimbang berinteraksi bersama orang tuanya. Hasil penelitian pada 1900-an menunjukkan, anak-anak rata-rata menghabiskan 26 jam seminggu untuk menonton televisi. Padahal, terlalu lama menonton televisi dapat mengurangi kebugaran fisik anak dan mengurangi waktu yang digunakan untuk mengerjakan PR. Yang mengejutkan,menjelang anak lulus SMA, mereka telah menghabiskan waktu 20.000 jam untuk menonton televisi. Jumlah tersebut lebih lama ketimbang wakyu yang dihabiskan di ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa tips yang diberikan oleh Drs Martadi MSn dalam forum Klinik Pendidikan di harian terkemuka surabaya yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi dampak negatif menonton televisi dan meningkatkan dampak positifnya terhadap perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bantu anak mengembangkan kebiasaan menonton televisi yang baik sejak dini. Pilihkan acara yang sesuai dengan perkembangan umur dan pola berpikirnya. Tunjukkan sikap dan jarak yang baik saat menonton televisi. Misalnya, jangan menonton TV dengan jarak yang terlalu dekat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pantau kebiasaan menonton si anak dan atur acara apa yang harus mereka lihat. Jangan biarkan anak menonton secara acak. Bicaralah dengan anak secara efektif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilihlah acara televisi yang menampilkan anak-anak seusia anak Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan sampai kebiasaan menonton televisi mejadi ganti bagi aktivitas lainnya. Tetapi beri kesempatan anak-anak bersosialisasi dengan teman sebaya, bermain peran, membaca buku atau aktivitas lain. Hal tersebut tetap penting untuk di fasilitasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan diskusi dengan anak tentang tema-tema acara televisi yang sensitif. Beri mereka kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang acara televisi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seimbangkan antara kegiatan membaca dan menonton. Anak dapat diminta "menindaklanjuti" acara televisi yang menarik dengan mengeceknya melalui buku yang menjadi sumber dari acara televisi itu. Anak bisa diminta mencari cerita lain yang ditulis oleh penulis buku tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bantu anak-anak menyusun jadwal yang seimbang, yakni kapan menonton acara pendidikan, komedi, kartun, seni, olahraga, dan lain-lain. Pastikan anak-anak tidak mengutamakan tontonan yang berisi kekerasan dan seks.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tunjukkan contoh positif tayangan televisi yang memperlihatkan bagaimana beragam kelompok etnis dan kultural bisa memberi sumbangan untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7958145211063088606?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7958145211063088606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/televisi-bagi-perkembangan-anak.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7958145211063088606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7958145211063088606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/televisi-bagi-perkembangan-anak.html' title='Televisi Bagi Perkembangan Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/StGQY0UmAbI/AAAAAAAAAD8/mxW95a2aGc4/s72-c/Kids-watch-TV-706.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7030941255514099246</id><published>2009-10-09T06:36:00.003+07:00</published><updated>2009-10-09T06:53:42.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Percobaan Sains'/><title type='text'>Membuktikan Tumbuhan Minum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Ss57cHKI2UI/AAAAAAAAAD0/VU-3Shq4OOU/s1600-h/Flower%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Ss57cHKI2UI/AAAAAAAAAD0/VU-3Shq4OOU/s200/Flower%2B1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390381526897187138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan memerlukan air untuk hidup. Dengan membuat perubahan warna pada bunga, kita bisa membuktikan bahwa air mengalir melalui batang tumbuhan dan masuk ke bunga. Bunga yang asalnya berwarna putih akan berubah warna sesuai dengan warna yang kita kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahan dan Alat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;3 tangkai bunga warna putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4 buah gelas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pisau&lt;/li&gt;&lt;li&gt;air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tinta warna merah dan hijau atau pewarna makanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tuangkan tinta atau pewarna makanan pada setiap gelas. Kemudian tambahkan sedikit air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangkas batang cabang bunga. Belah bagian batang pada salah satu tangkai bunga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan satu tangkai bunga pada air berwarna merah dan satu tangkai pada iar berwarna hijau. Tangkai bunga yang terbelah letakkan pada dua gelas (sebagian pada air berwara merah dan air berwarna hijau bagian tangkai yag lainnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biarkan bunga di ruangan yang hangat. Perlahan-lahan bunga itu akan berubah warna. Air berwarna akan berjalan ke atas batang dan ke kelopak bunga, mengubah warna kelopak bunga menjadi merah atau hijau.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-7030941255514099246?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/7030941255514099246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/membuktikan-tumbuhan-minum.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7030941255514099246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/7030941255514099246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/10/membuktikan-tumbuhan-minum.html' title='Membuktikan Tumbuhan Minum'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Ss57cHKI2UI/AAAAAAAAAD0/VU-3Shq4OOU/s72-c/Flower%2B1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5920357493689506305</id><published>2009-09-16T08:23:00.003+07:00</published><updated>2009-09-16T08:32:03.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI CERITA'/><title type='text'>Ekspedisi Ke Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SrA_O1RFekI/AAAAAAAAADs/Mvs_ITCTZi8/s1600-h/the-moon-expedition-small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SrA_O1RFekI/AAAAAAAAADs/Mvs_ITCTZi8/s200/the-moon-expedition-small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381871078757202498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Empat orang yang berasal dari Jerman, Jepang, Singapura, dan Indonesia pergi ke Bulan dalam sebuah ekspedisi. Setibanya di bulan ternyata banyak terjadi gunung meletus dan gempa.&lt;br /&gt;Orang Jepang berkata, “Untung aku sudah terbiasa dengan gempa dan letusan gunung di Negara asalku. Makanya kami mengembangkan teknologi tinggi untuk bangunan. Kami sudah menyiapkannya agar bisa tinggal di bulan”.&lt;br /&gt;Keesokan harinya saat akan pergi menjelajahi permukaan bulan ternyata kontur bulan sangat tidak rata, banyak lubang, jurang, bukit, dan pegunungan. Ditambah lagi dengan cuaca yang buruk, perbedaan suhu yang ekstrim antara pagi dan siang.&lt;br /&gt;Orang Jerman berkata, “Aku sudah terbiasa. Di negara kami bahkan ada empat musim. Konturnya pun mirip kontur di sini. Untuk itulah, kami mengembangkan teknologi transportasi yang tahan terhadap segala macam cuaca dan medan. Kami sudah menyiapkannya untuk dapat menaklukkan bulan.”&lt;br /&gt;Pada saat berjalan menyusuri permukaan bulan, mereka bertemu dengan sekelompok penduduk asli bulan.&lt;br /&gt;Orang Singapura berkata, “Biar aku saja yang bernegoisasi. Di Negara asalku tanahnya sempit dan tidak subur karena itulah kami mengembangkan sector perdagangan. Aku akan mencoba membuka jalur bisnis dengan penduduk asli bulan.”&lt;br /&gt;Setelah bernegoisasi beberapa lama, orang Singpura tadi berkata,&lt;br /&gt;“Ternyata yang menikmati hasil ekspedisi kita adalah orang Indonesia?”&lt;br /&gt;“Mengapa?” tanya ketiga temannya.&lt;br /&gt;“Karena penduduk asli bulan membutuhkan banyak tenaga kerja yang dapat meringankan pekerjaan rumah tangga sehari-hari mereka, alias sebagai pembantu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5920357493689506305?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5920357493689506305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/ekspedisi-ke-bulan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5920357493689506305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5920357493689506305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/ekspedisi-ke-bulan.html' title='Ekspedisi Ke Bulan'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SrA_O1RFekI/AAAAAAAAADs/Mvs_ITCTZi8/s72-c/the-moon-expedition-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-3830337341917935430</id><published>2009-09-15T15:49:00.002+07:00</published><updated>2009-09-15T15:51:10.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Memberi Rambu-Rambu Berinternet Bagi Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sq9VZZRew2I/AAAAAAAAADk/I9q-Yr8iiKw/s1600-h/kids_internet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sq9VZZRew2I/AAAAAAAAADk/I9q-Yr8iiKw/s200/kids_internet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381613974500328290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Internet merupakan sebuah jaringan komunikasi dan informasi global. Bayangkan, berjuta manfaat bisa kita dapat hanya bermodalkan kemampuan dan kemauan menggunakan internet. Nah, karena begitu bebasnya berbagai macam informasi yang bisa diakses tetap diperlukan pengawasan kepada putra putri kita dalam memilah dan memilih antara informasi yang bermanfaat dan yang tidak.&lt;br /&gt;Berikut ini tips bagaimana sebaiknya kita menggunakan dan memanfaatkan intrnet :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tempatkan komputer di ruang keluarga atau tempat yang mudah diawasi oleh orang dewasa. Dampingi anak saat menggunakan internet.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelajari sarana komunikasi dan kandungan informasi yang ditawarkan oleh internet secara bersama-sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri pengertian agar buah hati Anda tidak menjawab atau menanggapi e-mail atau private chat dari orang yang tidak dikenal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pertegas bagi siapapun yang menggunakan internet di rumah untuk tidak memberikan data-data pribadi/keluarga, alamat rumah, nomor telepon, password, atau data diri lainnya pada orang yang tidak dikenal ataupun saat mengisi informasi data diri di situs personal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mintalah putra-putri Anda yang masih di bawah umur untuk segera meninggalkan situs yang tidak pantas atau yang membuat mereka tiadk nyaman, baik yang sengaja maupun tidak sengaja dibuka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegaskan pada buah hati untuk tidak sembarangan bertemu (face to face) dengan orang yang mereka kenal di dunia maya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau perlu, berikanlah pra-syarat tertentu untuk menggunakan internet. Misalnya, anak-anak baru boleh menggunakan internet apabila telah mengerjakan PR. Tidak ada salahnya pula menetapkan jam berapa anak-anak boleh menggunakan internet dan memberikan pembatasan lamanya menggunakan internet tersebut. Hal tersebut selain dapat melatih kedisiplinan terhadap waktu, juga dapat untuk menghindari melonjaknya tagihan ISP dan rekening telepon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri perhatian khusus jika anak suka pergi ke warnet. Tanyakan dengan bersahabat apakah yang dicari sudah ditemukan atau apakah perlu bantuan. Jika ada indikasi menyimpang dari tujuan ber-internet, lekas beri penjelasan disertai alasan-alasan yang tidak memojokkan mereka. Jangan lupa hargai kejujuran mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-3830337341917935430?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/3830337341917935430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/memberi-rambu-rambu-berinternet-bagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3830337341917935430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/3830337341917935430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/memberi-rambu-rambu-berinternet-bagi.html' title='Memberi Rambu-Rambu Berinternet Bagi Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sq9VZZRew2I/AAAAAAAAADk/I9q-Yr8iiKw/s72-c/kids_internet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6055721471475665464</id><published>2009-09-13T11:26:00.001+07:00</published><updated>2009-09-16T14:33:40.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Bermain Tetris Tingkatkan Efisiensi Otak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx1QHxywFI/AAAAAAAAACY/ZCf-JtACz4U/s1600-h/tetris-attack.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 175px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx1QHxywFI/AAAAAAAAACY/ZCf-JtACz4U/s200/tetris-attack.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380804574627151954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernah bermain game tetris ? Jenis permainan yang pernah booming pada era 90-an itu ternyata sangat berguna untuk melatih otak. Penelitian tersebut dilakukan BMC Research. Hasilnya, bermain menyusun balok digital itu dapat meningkatkan efisiensi otak karena terjadi penebalan pada korteks.&lt;br /&gt;Penelitian manfaat tetris itu dilakukan pada 26 gadis remaja. Mereka diminta memainkan tetris selam 30 menit tiap hari selama tiga bulan. Gadis-gadis yang berlatih itu menunjukkan otak yang lebih besar daripada gadis-gadis yang tidak berlatih.&lt;br /&gt;Bidng-bidang otaknya menjadi lebih tebal. Di antaranya, bagian brodmann area (BA) 6 di lobus frontal kiri, BA 22, dan BA 38 di lobus temporal kiri. Bagian-bagian tersebut dipercaya para ilmuwan berperan mengoordinasi gerakan tubuh. Baik mengoordinasi otak secara visual, taktil, auditori, maupun memberikan informasi fisiologis internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sumber :  Jawa Pos)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6055721471475665464?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6055721471475665464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/bermain-tetris-tingkatkan-efisiensi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6055721471475665464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6055721471475665464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/bermain-tetris-tingkatkan-efisiensi.html' title='Bermain Tetris Tingkatkan Efisiensi Otak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx1QHxywFI/AAAAAAAAACY/ZCf-JtACz4U/s72-c/tetris-attack.png' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-2384854320870184858</id><published>2009-09-08T08:49:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T09:07:39.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Belajar CorelDRAW Dengan Anak-Anak Kelas 5</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW8YLTSH7I/AAAAAAAAACE/jZq3c9BRQHU/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW8YLTSH7I/AAAAAAAAACE/jZq3c9BRQHU/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378912453500477362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi program desain grafis yang saya berikan ke anak kelas 5, yaitu belajar menggunakan program CorelDRAW. Seperti pembelajaran program Photoshop untuk anak kelas 6, banyak juga yang meragukan bahwa anak-anak tidak mungkin bisa menggunakan CorelDRAW. Mereka mungkin akan kesulitan menggunakan CorelDRAW.&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat yang meremehkan kemampuan anak-anak tersebut saya coba mentalkan dengan membimbing anak-anak dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Saya ikuti perkembangan mereka. Saya terus menganalisis sejauh mana kemampuan mereka menggunakan program CorelDRAW. Setelah menjalani beberapa praktik, anak-anak pun ternyata mampu menerima materi yang saya berikan. Bahkan dengan antusias mereka mencoba-coba sendiri untuk berkreasi.&lt;br /&gt;Dan suatu ketika saya memberikan tugas kepada anak-anak untuk membuat sebuah bingkai foto sesuai kreatifitas mereka masing-masing. Dan meskipun hasilnya sederhana, menurut saya mereka sungguh luar biasa mampu menghasilkan suatu karya dengan dukungan fasilitas dari CorelDRAW. Dan ini membuktikan bahwa anak-anak SDpun bisa menggunakan CorelDRAW.&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah hasil-hasil karya bingkai foto anak-anak :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW5XipNKjI/AAAAAAAAAB8/_VP2getbAN4/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW5XipNKjI/AAAAAAAAAB8/_VP2getbAN4/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378909144051690034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW5Ke-bmcI/AAAAAAAAAB0/1jqmYxiOmL0/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW5Ke-bmcI/AAAAAAAAAB0/1jqmYxiOmL0/s200/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378908919728675266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-2384854320870184858?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/2384854320870184858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/belajar-coreldraw-dengan-anak-anak.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2384854320870184858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/2384854320870184858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/belajar-coreldraw-dengan-anak-anak.html' title='Belajar CorelDRAW Dengan Anak-Anak Kelas 5'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW8YLTSH7I/AAAAAAAAACE/jZq3c9BRQHU/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-6124678171665460271</id><published>2009-09-08T08:44:00.001+07:00</published><updated>2009-12-26T07:30:38.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Anak SD Belajar Photoshop</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW3bXyGDmI/AAAAAAAAABc/yJbuNru4GQw/s1600-h/BELAJAR+KOMPUTER+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 270px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW3bXyGDmI/AAAAAAAAABc/yJbuNru4GQw/s320/BELAJAR+KOMPUTER+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378907010832404066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika saya memberikan pelajaran komputer kepada anak SD dengan materi Adobe Photoshop, banyak yang mencibir dengan berkata : “Mereka masih kecil kok dikasih pelajaran Photoshop yang sangat sulit. Apa mereka bisa ?. Kan biasanya kalau anak-anak SD itu kan materinya Microsoft Word, Paint, Microsoft Excel. Itu saja kadang mereka tidak bisa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kata-kata yang sering saya dengar ketika saya memberitahukan program yang saya berikan kepada anak-anak. Memang pelajaran Photoshop saya berikan kepada anak SD terutama kelas 6. Dengan adanya pelajaran desain grafis saya mencoba untuk membuat gebrakan baru di dunia pendidikan agar kualitas pengetahuan Iptek anak-anak lebih maju.&lt;br /&gt;Dengan cibiran-cibiran seperti itu saya mencoba untuk tidak patah semangat. Dalam diri saya, saya mencoba untuk memperkuat tekad guna mengembangkan pendidikan di Indonesia khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, bahwa saya harus berhasil membantu anak-anak agar mereka  tidak dikatakan gaptek sehingga membuat bangga Indonesia akan kemampuan anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya praktik komputer dengan program Photoshop dimulai. Setelah memberikan pembekalan kepada anak-anak tentang fungsi masing-masing tool Photoshop, mereka saya ajak untuk membuat desain logo, poster, kartu ucapan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sampai sekarang, saSetiap kali saya mendengar anak-anak bersorak-sorak karena hasil praktek mereka berhasil, alangkah senangnya hati ini. Saya jadi berpikir, dalam memberikan pelajaran komputer setiap guru di haruskan untuk berpikir kreatif dalDengan melihat kemampuan diri anak-anak, saya memberikan materi-materi yang tidak terlalu berat bagi mereka, tetapi menyenangkan. Nah setelah saya memberikan contoh-contoh desain yang akan mereka praktikkan, betapa gembiranya dan semangatnya mereka, sehingga membuat saya untuk lebih..lebih..lagi bersemangat dalam membantu anak-anak mempelajari Photoshop.am mengembagkan ide-ide agar anak tidak cepat bosan ketika belajar komputer.ya masih merasakan semangat anak-anak untuk belajar komputer. Karena setiap kali saya datang untuk memberikan pelajaran komputer, mereka menyambutnya dengan antusias. Kadangkala mereka berebut duluan untuk praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bisa lihat hasil praktek anak-anak ketika membuat desain poster dengan kolaborasi antara program Paint dan Photoshop.&lt;br /&gt;Poster yang dibuat bertemakan : Kebersihan Lingkungan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVX3Gpm89I/AAAAAAAAAI0/dTXWfLPFDv4/s1600-h/CETAK+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVX3Gpm89I/AAAAAAAAAI0/dTXWfLPFDv4/s200/CETAK+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419334330799813586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVY5pCBeKI/AAAAAAAAAI8/qLQCCDqoR8w/s1600-h/CETAK+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SzVY5pCBeKI/AAAAAAAAAI8/qLQCCDqoR8w/s200/CETAK+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419335473900386466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-6124678171665460271?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/6124678171665460271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/anak-sd-belajar-photoshop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6124678171665460271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/6124678171665460271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/anak-sd-belajar-photoshop.html' title='Anak SD Belajar Photoshop'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqW3bXyGDmI/AAAAAAAAABc/yJbuNru4GQw/s72-c/BELAJAR+KOMPUTER+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-5272225824713507879</id><published>2009-09-08T08:04:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:08:27.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI CERITA'/><title type='text'>Belajar Tentang Habitat dengan Orang Gila</title><content type='html'>Tiga orang gila yang sudah dinyatakan sembuh sedang di tes oleh seorang ahli jiwa dengan menajukan sebuah pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;Ahli penyakit jiwa : “Andaikata anda seorang diri berada di padang pasir yang panas dan tandus, makhluk hidup apa yang mungkin anda temukan dan apa yang akan dilakukan dengan makhluk hidup tersebut ?”&lt;br /&gt;Orang Gila I : Pohon kaktus! Nanti batangnya saya buka lalu airnya saya minum.”&lt;br /&gt;Ahli penyakit jiwa : “Bagus, kamu sudah bisa berpikir ilmiah. Kamu sudah sembuh. Kalau kamu ?&lt;br /&gt;Orang Gila 2 : “Di padang pasir pasti ada pohon kurma. Nanti buahnya saya makan, lumayan kan kenyang!”&lt;br /&gt;Ahli penyakit jiwa : “Pintar, kamu juga sudah sembuh!. Kalau kamu ?&lt;br /&gt;Orang Gila 3 : “Saya pasti ketemu dengn dua makanan terlezat di padang pasir. Nanti kedua-duanya saya makan.”&lt;br /&gt;Ahli penyakit jiwa : “O ya, makan apa itu ?”&lt;br /&gt;Orang Gila 3 : “Dua orang gila yang tadi duluan!”&lt;br /&gt;Ahli penyakit jiwa : “Dasar orang Gila!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang gila yang ke-3 ini masih harus menjalani perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pembahasan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Habitat adalah lingkungan tempat makhluk hidup tinggal. Habitat padang pasir terdiri dari pasir, bukit, batu-batuan, sedikit air, dan tanaman dengan sinar matahari yang menyengat dan suhu yang tinggi.&lt;br /&gt;Di tempat seperti itu perbedaan suhu siang dan malam sangat ekstrim. Di sing hari sangat panas, sedangkan di malam hari sangat dingin. Oleh karena itu, banyak hewan yang mencari  makan justru di malam hari, sperti ular gurun, tikus gurun, laaba-laba gurun, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-5272225824713507879?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/5272225824713507879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/belajar-tentang-habitat-dengan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5272225824713507879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/5272225824713507879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/belajar-tentang-habitat-dengan-orang.html' title='Belajar Tentang Habitat dengan Orang Gila'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-397007334954139555</id><published>2009-09-08T07:16:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T07:25:12.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI CERITA'/><title type='text'>Guru IPA Berbahaya ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqWjMqqCM9I/AAAAAAAAABU/CiwDwxA4p18/s1600-h/GURU+IPA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqWjMqqCM9I/AAAAAAAAABU/CiwDwxA4p18/s320/GURU+IPA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378884767968277458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu gembira sekali ketika mendapatkan buku yang sangat berkualitas dan bisa menjadi referensi saya sebagai bahan mengajar. Meskipun saya berstatus sebagai pengajar komputer dan sempoa, tidak menghalangi saya untuk membagikan ilmu yang terkandung dalam buku tersebut sebagai tambahan wawasan bagi siswa.&lt;br /&gt;Buku yang saya dapatkan itu lebih tepatnya berjudul “JUJIGORU” (Jurus Jitu Guru dan Ortu) Karya Doni Swadarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya merasakan anak-anak didik saya mulai jenuh dengan beberapa materi baik itu materi komputer atau pelajaran sempoa yang terus berkutat dengan angka-angka, saya mulai beraksi untuk mengembalikan suasana agar lebih  hidup dan anak-anak senang.&lt;br /&gt;Kepada anak-anak, saya katakan bahwa saya mempunyai cerita yang bagus sekali dan cerita ini berkaitan dengan ilmu Sains.&lt;br /&gt;Mendengar kata “cerita” saja, semangat anak-anak mulai bangkit dan langsung berkata, “iya bu…iya” dengan sorak sorai mereka yang antusias menanti cerita dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam sejenak agar suasana kelas kembali kondusif. Melihat saya hanya diam saja mengamati mereka, anak-anak secara otomotis ikut terdiam. Suasana kelas menjadi hening. Setelah menghela nafas, sayapun mulai angkat suara.&lt;br /&gt;“Anak-anak, cerita yang akan ibu sampaikan ini berkaitan dengan pelajaran Sains. Dan ini akan menjadi tambahan ilmu bagi kalian tentang betapa pentingnya ilmu Sains.&lt;br /&gt;Dan kita akan menyaksikan bahwa di dunia makhlus halus sedang terjadi kegemparan karena adanya ilmu sains”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata “makhluk halus” anak-anak sontak berkata “hii…takut bu..” dan anak-anak mulai merasakan suasana mencekam. Salah satu murid saya yang memang sangat takut dengan cerita-cerita seram tidak mau di beri cerita yang berhubungan dengan setan. Tapi bagi murid-murid saya yang memang suka dengan cerita yang seram-seram, menanti cerita saya dengan tidak sabar dan menyuruh saya untuk melanjutkan cerita.&lt;br /&gt;Saya katakan kepada murid saya yang takut tersebut bahwa cerita yang akan saya sampaikan tidak melulu menyeramkan tetapi sangat lucu sekali. Dan mereka pun setuju agar saya melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt;“Begini anak-anak ceritanya,”kata saya memulai bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Suatu rapat para setan seantero jagat, raja setan bertanya kepada seluruh anak buahnya,&lt;br /&gt;“Siapakah manusia palingberbahaya di dunia yang bisa menggoyahkan kekuasaan kita?”&lt;br /&gt;Suasana hening sesaat, tidak ada satu setan pun yang menjawab.&lt;br /&gt;Tiba-tiba sesosok tuyul  mengangkat tangannya,&lt;br /&gt;“Maaf raja setan saya pernah menyamar jadi anak sekolah lalu mengikuti pelajaran mereka di kelas. Menurut saya manusia yang paling berbahaya itu adalah guru IPA, karena guru IPA itu mengajari manusia tenyang arah, tulang belulang, teknik pengawetan, penampakan buatan, dan perubahan wujud. Bukankah itu ilmu yang telah kita kuasai secara turun temurun ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya berikan penjelasan kepada mereka bahwa setan selalu menggoda manusia. Ia memiliki dendam sejarah yang panjang untuk selalu membenci manusia. Umtuk itulah setan senang mencari kelemahan manusia agar dapat tergelincir dan mengikuti hawa nafsunya. Salah satu kunci untuk melawan bujuk rayu setan adalah dengan menggunakan ilmu. Dengan memiliki ilmu manusia menjadi paham, dan dengan paham manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-397007334954139555?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/397007334954139555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/guru-ipa-berbahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/397007334954139555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/397007334954139555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/guru-ipa-berbahaya.html' title='Guru IPA Berbahaya ?'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqWjMqqCM9I/AAAAAAAAABU/CiwDwxA4p18/s72-c/GURU+IPA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-41305741999010760</id><published>2009-09-06T15:41:00.001+07:00</published><updated>2009-09-06T16:13:35.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Komputer Membuat Anak Lebih Cerdas.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN9Gum8c4I/AAAAAAAAABE/yqmLGpTSVtc/s1600-h/005-kids-with-computer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN9Gum8c4I/AAAAAAAAABE/yqmLGpTSVtc/s200/005-kids-with-computer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378279934554567554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manfaat yang bisa didapatkan dari mengenalkan anak-anak belajar komputer adalah menjadikan mereka lebih cerdas. Dari survey yang telah dilakukan oleh Robert Carlzon &amp;amp; Dawn Rosenbergh Mc Kay, terhadap 100 anak, mereka menemukan bahwa anak-anak yang diberi pelajaran komputer dari usia dua tahun memiliki kemajuan yang signifikan dalam kecerdasan, kemampuan konseptual, ingatan, pemikiran logis dan keterampilan dalam memecahkan masalah.&lt;br /&gt;Komputer, ketika digunakan dengan sotware kependidikan yang tepat, secara berkelanjutan akan membantu anak mengembangkan kecakapan dan kecerdasan mental&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-41305741999010760?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/41305741999010760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/komputer-membuat-anak-lebih-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/41305741999010760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/41305741999010760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/komputer-membuat-anak-lebih-cerdas.html' title='Komputer Membuat Anak Lebih Cerdas.'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN9Gum8c4I/AAAAAAAAABE/yqmLGpTSVtc/s72-c/005-kids-with-computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-8767157237001039436</id><published>2009-09-06T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-09-06T16:11:58.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Mengatasi Masalah Kecanduan Komputer Pada Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN8siM7OLI/AAAAAAAAAA8/BFN0wdOBhxM/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 312px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN8siM7OLI/AAAAAAAAAA8/BFN0wdOBhxM/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378279484547610802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak melihat perangkat komputer, mereka akan kegirangan untuk memainkannya, terlebih jika didalamnya terdapat software-software game yang mengasyikkan. Ada kemungkinan mereka mulai kecanduan dengan komputer dan duduk di depan layar komputer sepanjang hari.&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan bagi para orang tua yang takut nanti tugas-tugas belajarnya akan terbengkalai atau kurangnya sosialisasi dengan teman-temannya, karena si anak lebih suka memainkan komputer daripada bermain bersama teman-temannya.&lt;br /&gt;Sebagai orang tua tentu saja kita harus membantu mereka dalam mengatur keseimbangan waktu antara kegiatan bermain dengan komputer dan kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;Satu cara kita bisa menetapkan aturan dan syarat-syaratbagi mereka. Misalnya, jangan menghabiskan waktu untuk bermain komputer lebih dari dua jam sehari.&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan aturan ini, kita dapat membantu mereka untuk mengembangkan bidang-bidang lainnya yang juga sama pentingnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5235306237969265091-8767157237001039436?l=gallerypendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/feeds/8767157237001039436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/mengatasi-masalah-kecanduan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8767157237001039436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5235306237969265091/posts/default/8767157237001039436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gallerypendidikan.blogspot.com/2009/09/mengatasi-masalah-kecanduan-komputer.html' title='Mengatasi Masalah Kecanduan Komputer Pada Anak'/><author><name>gallery pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08926528784802125878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/Sqx6IeZ2vFI/AAAAAAAAACk/eIasCFREkow/S220/17.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN8siM7OLI/AAAAAAAAAA8/BFN0wdOBhxM/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5235306237969265091.post-7893817539465737855</id><published>2009-09-06T15:32:00.000+07:00</published><updated>2009-09-06T16:08:18.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Computer For Kids'/><title type='text'>Memilih Program Komputer Untuk Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN71fZQnQI/AAAAAAAAAA0/kxwKNWYMsMA/s1600-h/baby2computer-20770-1229506614.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_McJJa1CQxls/SqN71fZQnQI/AAAAAAAAAA0/kxwKNWYMsMA/s320/baby2computer-20770-1229506614.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378278538901232898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sebagai orang tua akan merasa kesulitan untuk mencarikan program-program yang digunakan belajar komputer untuk anak-anak. Program-program yan
